KEPEMIMPINAN ANGKATAN MUDA

Posted by Admin on Thursday, 14 June 2012 | Catatan

Sayidiman Suryohadiprojo

Sekarang ramai dibicarakan tentang Calon Presiden tahun 2014. Banyak yang menganggap bahwa calon-calon yang dimunculkan parpol terlalu tua, mereka menginginkan calon-calon muda berumur maksimal 50 tahun.

Sebenarnya yang menjadi persoalan adalah Kepemimpinan, yaitu kemampuan orang menimbulkan kepercayaan bahwa ia dapat membawa organisasinya maju dan mencapai tujuannya dengan mengajak dan memotivasi anggota organisasi itu bergerak bersama-sama. Seorang Presiden untuk bangsa Indonesia yang begitu besar jumlahnya dan aneka ragam sifatnya, hidup di Negara Republik Indonesia yang begitu luas wilayahnya, jelas sekali harus mempunyai kemampuan Kepemimpinan yang mumpuni.

Kepemimpinan menimbulkan kepercayaan karena ada bukti nyata, bukan hanya karena orang menyampaikan hal-hal yang bagus dan menarik. Berarti bahwa orang harus berprestasi nyata yang dapat dilihat serta dirasakan orang banyak. Prestasi itu hasil niat dan tekad orang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih dari biasa. Bukan karena orang itu dibimbing belaka oleh orang lain. Ia tidak menunggu diberi kesempatan, melainkan menciptakan kesempatan. Sukarno pada usia 25 tahun menjadi Pemimpin Politik yang ulung karena sanggup membentuk Partai Nasional Indonesia sekalipun dimusuhi kekuasaan kolonial Belanda. Sudirman dipilih oleh para panglima lain menjadi Panglima Besar TNI sekalipun baru umur 29 tahun karena prestasi yang dibuktikan dalam memimpin pertempuran melawan Inggeris di Ambarawa.

Jadi angkatan muda Indonesia sekarang pun bisa menjadi Capres 2014 kalau ada di antara kaum muda membuktikan prestasi yang menimbulkan kepercayaan rakyat banyak tentang kepemimpinannya. Bukan melulu karena diberikan kesempatan kaum tua, melainkan menciptakan kesempatan untuk membuktikan prestasi yang membuat banyak orang percaya atas kepemimpinannya.

Kalau PDIP seperti tidak bisa lepas dari pimpinan Megawati adalah karena angkatan mudanya tidak ada niat dan tekad kuat menjadi pemimpin politik yang tangguh menggantikan Megawati. Kalau umpama saja Pramono Anung atau Budiman Sudjatmiko menunjukkan satu prestasi nyata dan membuat para anggota PDIP lain serta masyarakat umumnya percaya akan kemampuan mereka, maka mereka pasti sanggup menggantikan Megawati yang sudah tua. Akan tetapi bukan karena hanya disponsori Megawati dan Taufik Kiemas.

Selama tidak ada kaum muda menunjukkan niat dan tekad kuat menjadi Presiden RI yang gemilang, dan karena itu tidak membuktikan prestasi yang merebut kepercayaan orang banyak, bangsa Indonesia hanya dapat mengharapkan Capres-Capres yang tua nanti dapat menjadi Presiden RI yang jauh lebih efektif dari yang sekarang. Dapat disamakan dengan dunia olahraga atletik : kalau tidak ada atlit muda yang berniat dan bertekad menjadi champion ya tetap saja yang menonjol adalah atlit-atlit tua. Tidak mungkin atlit muda jadi champ , sekalipun dibina dengan baik oleh pengurus PASI, kalau atlitnya tidak ada niat kuat dan tekad menjadi juara baru.

Di dunia bisnis ada gerak kaum muda yang lebih berani dan kemudian menghasilkan prestasi yang menimbulkan kepercayaan, seperti Gita Wiryawan dan Sandiago Uno yang membuktikan prestasi dalam mengembangkan perusahaan mereka. Akan tetapi dunia bisnis beda dari dunia politik, jadi tidak dengan sendirinya seorang pemimpin bisnis yang tangguh dapat berubah menjadi pemimpin politik gemilang. Mereka juga harus menunjukkan prestasi yang berdampak politik agar menimbulkan kepercayaan bahwa mereka dapat memimpin bangsa secara cemerlang dan efektif. Itulah yang sekarang dilakukan Abu Rizal Bakri dan Jusuf Kalla.

Memang belum banyak kaum muda yang secara sungguh-sungguh berniat menjadi pemimpin politik. Paling-paling mereka rajin menjadi pengamat politik dengan banyak teori dan selalu siap melancarkan kritik. Akan tetapi itu jauh dari memadai untuk mendapat kepercayaan orang banyak. Satu perkecualian yang segar adalah timbulnya Djoko Widodo sebagai Wali Kota Solo yang mendapat kepercayaan dan dukungan orang banyak. Sekarang ia akan berusaha melakukan hal serupa di DKI Jakarta dengan berusaha merebut kepemimpinan daerah ini. Ia harus buktikan bahwa di DKI pun ia dapat merebut kepercayaan masyarakat seperti di Solo.

Angkatan muda yang berniat menjadi pemimpin politik di Indonesia harus mulai dengan meninggalkan beberapa sifat negatif yang melekat pada masyarakat kita.

Pertama yang penting adalah menunjukkan karakter yang konsisten, meninggalkan karakter lemah yang sekarang menguasai kepemimpinan politik di Indonesia. Antara lain tidak hanya pandai mewacanakan sesuatu tetapi melakukannya dengan penuh tekad dan keberanian. Dalam hal ini almarhum Ali Sadikin ketika menjadi Gubernur DKI dapat ditiru. Kalau itu dapat ditunjukkan sudah ada hal yang menarik karena kebanyakan pemimpin Indonesia hanya pandai dan rajin berteori tanpa pelaksanaan yang konsisten dan konsekuen.

Kedua, harus menimbulkan kepercayaan bahwa ia pembela Pancasila yang selalu memperhatikan semboyan Bhinneka Tunggal Eka, tidak sudi dibawa satu golongan memojokkan golongan lain, sekalipun minoritas. Selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang membuatnya orang yang selalu optimis dan membawa kelilingnya turut optimis. Yang memperjuangkan nasib kaum bawah untuk keluar dari kemiskinan dan meraih kesejahteraan melalui pengadaan pendidikan bermutu bagi orang banyak serta penyediaan pembinaan kesehatan untuk golongan bawah. Sebagai Pancasilais ia pemimpin yang tangguh tapi tenang, ramah dan sabar kepada siapa saja. Dan tidak gentar menghadapi pihak kuat, termasuk pihak asing.

Ketiga, membina keluarganya menjadi keluarga bahagia yang anggotanya selalu mengejar yang terbaik sesuai dengan aspirasinya, bukan orang yang tergantung pada bantuannya untuk mengejar kemajuan.

Kita semua mendoakan agar lambat laun ada Angkatan Muda yang berminat dan berniat menjadi Pemimpin Politik yang sukses. Masa depan Indonesia sangat tergantung pada perkembangan itu.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post