LEBIH MENGENAL LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA

Posted by Admin on Sunday, 17 March 2013 | Catatan

Sayidiman Suryohadiprojo

Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berdiri pada 2 Januari 1957 sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI no. 103 tahun 1957 tertanggal 2 Januari 1957. Meskipun sudah lama ada dalam kenyataan masih banyak warga masyarakat Indonesia yang tidak kenal LVRI dan malahan kurang paham tentang eksistensi Veteran RI. Tulisan ini bermaksud menambah pemahaman masyarakat tentang LVRI.

Dalam semua negara yang melakukan perjuangan dalam sejarahnya, terutama yang dilakukan sejak abad ke 20, ada organisasi Veteran. Secara umum yang dimaksudkan dengan Veteran adalah warga satu bangsa yang telah memberikan pengabdian kepada pembelaan negaranya. Di Amerika Serikat ada penghargaan tinggi terhadap Veteran dan dibuktikan dengan adanya kementerian yang mengurus kehidupan kaum Veteran AS. Bahkan dibangun satu rumah sakit khusus untuk kaum Veteran, diurus kemungkinan memperoleh beasiswa bagi Veteran yang hendak melanjutkan studinya, dan lainnya.

Di Indonesia telah ditetapkan Undang-Undang Veteran RI no 15 tanggal 5 Oktober 2012 sebagai pengganti dan perbaikan undang-undang sebelumnya. Dalam UU no 15 itu ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan Veteran RI adalah warga negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui pemerintah yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara lain dan/atau gugur dalam pertempuran untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Atau warga negara Indonesia yang ikut serta secara aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat PBB untuk melaksanakan misi perdamaian dunia, yang telah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran RI (ps 1 UU 15 th 2012).

Para Veteran RI terbagi dalam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI, Veteran Pembela Kemerdekaan RI dan Veteran Perdamaian RI. Veteran Pejuang adalah mereka yang aktif berjuang dalam revolusi fisik antara 17-8-45 hingga 27-12-49. Termasuk mereka yang berjuang dalam PMI, dapur umum serta berbagai kegiatan yang secara langsung bersangkutan dengan perjuangan. Veteran Pembela mereka yang membela kedaulatan NKRI setelah 27-12-49, sedangkan Veteran Perdamaian mereka yang aktif melaksanakan misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB.

Di samping itu dikenal Veteran Anumerta Pejuang, Veteran Anumerta Pembela dan Veteran Anumerta Perdamaian. Itu adalah mereka yang gugur dalam perjuangan masing-masing. Mereka semua diakui dan berstatus Veteran setelah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran yang diberikan oleh Presiden RI.

Sebagai penghargaan dan penghormatan negara diberikan Dana Kehormatan Veteran RI, yaitu sejumlah uang yang setiap bulan diberikan kepada setiap Vet RI. Selain itu ada juga Tunjangan Veteran RI yang ada pengaturannya secara khusus, hal ini juga menyangkut para janda Veteran dan yatim-piatu. Dalam UU ditetapkan bahwa para Veteran Pejuang dan Anumerta Pejuang dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Terbitnya UU no 15 tahun 2012 merupakan kemajuan dalam penghargaan negara terhadap Veteran. Sebelum itu, sekalipun ada UU no 7 th 1967 tentang Veteran, namun belum ada penghargaan yang tepat terhadap jasa dan pengorbanan yang telah diberikan kaum Veteran.

Sekarang pun perlu ditetapkan lembaga negara yang cukup tinggi kedudukannya untuk mengurus Veteran. Dalam masa pemerintahan Presiden Sukarno ada Kementerian Veteran, tetapi sekarang urusan Veteran hanya dilakukan satu direktorat dalam Kementerian Pertahanan. Sebenarnya cukup wajar kalau urusan Veteran sekurangnya dilakukan satu direktorat jenderal kalau Kementerian Veteran dianggap terlalu membesarkan birokrasi.

Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana para warga masyarakat memahami sejarah bangsa kita, khususnya sejarah perjuangannya. Pelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa di lembaga pendidikan nasional, khususnya di SD-SMP-SMA amat kurang, berakibat kurangnya pemahaman dan pengetahuan Generasi-Generasi lanjutan mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Maka masuk akal kalau kaum muda kita kurang mengerti tentang Veteran. Bahkan di kalangan terpelajar yang tinggi posisinya, termasuk dalam TNI dan Polri,cukup banyak yang kurang mengenal sejarah perjuuangan bangsa. Itu antara lain tampak dengan terbitnya UU no. 20 tahun 2009 yang antara lain menetapkan bahwa pemilik Bintang Gerilya tidak boleh dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata. Para pembuat UU itu, baik di DPR maupun Pemerintah, menilai Bintang Gerilya terlalu rendah untuk Kalibata. Padahal Makam Pahlawan Kalibata dibangun oleh prajurit TNI pada tahun 1950 sebagai tempat istirahat terakhir para prajurit TNI. Untung untuk bangsa kita bahwa para hakim dalam Mahkamah Konstitusi cukup paham sejarah perjuangan bangsa dan kemudian meniadakan ketentuan aneh yang tertera dalam UU no 20 itu.

Kaum Veteran RI secara otomatis menjadi anggota Legiun Veteran RI (LVRI) sebagai satu-satunya wadah dan sarana perjuangan bagi kaum Veteran RI. LVRI dipimpin oleh satu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan ada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya. DPP dipimpin seorang Ketua Umum yang dipilih dalam Kongres LVRI yang diadakan setiap 5 tahun. Yang memilih adalah para pimpinan DPD Provinsi dan anggota DPP yang berhak memilih. Pada waktu ini Ketua Umum LVRI adalah Letjen (Purn) Rais Abin yang terpilih kembali dalam Kongres tahun 2012. Sebelumnya pimpinan LVRI secara berturut-turut ada di tangan Kol. R. Pirngadi, Mayjen (Purn) Sambas Atmadinata, Letjen (Purn) Sarbini, Laksdya (Purn) O.B. Syaaf, Jend (Hor) A. Tahir dan Letjen (Purn) Purbosuwondo.

Sesuai dengan tujuannya LVRI mempunyai Missi untuk mengajak bangsa Indonesia, khususnya kaum mudanya, untuk senantiasa memelihara tradisi perjuangan bangsa Indonesia, yaitu hidup dengan penuh Semangat dan Tekad untuk menjadikan Tujuuan Nasional satu kenyataan. Itu adalah terwujudnya Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hendaknya Semangat dan Tekad Perjuangan itu senantiasa terpelihara dengan kuat karena merupakan faktor penentu dalam setiap aspek kehidupan dan perjuangan bangsa dalam dunia internasional yang amat dinamis sekarang ini. Semoga LVRI berhasil sukses menjalankan Missinya itu.

RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by Saut Parulian Panggabean
2014-05-02 11:04:07


Siap Jenderal.. telah menyimak tulisan di ats, dan sy haturkan terima kasih byk atas kesediaan Bpk menulis ttg Veteran RI ini dan jika didlm UU NO 15 THN 2012 yg baru, dijelaskan JENIS/KLASIFIKASI Veteran RI. Nah..ttg klasifikasi yg tlh ditetapkan dlm UU No.15 tsb,adanya Veteran Pembela Kemerdekaan RI. Nah..bgmana menurut pandangan Yth. Jenderal ttg pejuang semasa integrasi Timor Timur ke dlm Wil. RI, yg mana ketika masa2 integrasi antara thn 1976 s/d 1999 kita tahu sgt byk korban dr Prajurit TNI, dan mereka secara ber_rotasi di tugaskan atas nama Perintah Negara (Menjalankan Tugas Negara) bkn hanya trbts diawal2 thn 1976, tetapi sampai diakhr pengumuman Jajak Pendapat dsana sampai thn 2000(kalau tdk salah), diteggat pemerintahan transisi yg pgg kendali msh TNI dipecayakan oleh PBB, bgmna status para pejuang yg prnh Tgs Negara di Timor Timur secara keseluruhan apakah di dlm UU yg br ini semua diakomodir? Hal yg ke 2 adlh selama kurun wkt 1978 dikirim para Anggota Resimen Mahasiswa dr slrh Indonesia kesana, yp pd awal2 sbyk 300 Org yg tergbung dlm Rotasi I Menwa Indonesia, begitupun thn2 berikutnya sampai pd terakhr masa2 mendekati Penentuan Jajak Pendapat disana, Resimen Mahasiswa ttp ditgskan Oleh Dephankan (yg berarti tgs Resmi, menjalankan Tugas Negara disana) yg pelaksanaan tgsnya dipadukan dgn Operasi Teritorial ABRI (dulu) s/d Satgas XVII Menwa Indonesia di Timor Timur s/d tahun 1999. Sprti hal ABRI di medan Operasi yg selalu dlm pelaksanaan tgs disana selalu beriringan, demikian jatuh korban, gugur pun ada 2 org rekan, menurut Jenderal apakah para mantan Anggota Menwa yg tlh menjalankan tgs Negara disana slama kurun waktu antara 1978 s/d tahun 1999, tdk pantas utk dikenang jasa2nya? Ataukah blm tsmasuk dlm hal membela kemerdekaan RI? Terimakasih byk Jenderal, ats berkenan tlh menanhapi komentar saya ini..

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post