Aug 17

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 17 Agustus 2009 Peledakan bom pada tanggal 17 Juli 2009 di hotel JW Marriott dan hotel Ritz-Carlton dengan korban tewas 9 orang sekali lagi menunjukkan bahwa ancaman teror di Indonesia masih terus terjadi, khususnya dari kaum radikal Islam. Setelah itu terjadi kembali timbul niat kuat di pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengakhiri ancaman itu secara tuntas. Akan tetapi menghadapi teror itu tetap dengan cara yang sekarang dilakukan, kecil kemungkinan akan mencapai tujuan. Tidak dapat disangkal bahwa Densus 88 Polri menjalankan tugas yang baik. Mereka dengan cepat melakukan tindakan untuk mengungkapkan pelaku serangan teror dan terus mengejar pelaku lainnya yang disangka keras tersangkut dalam serangan itu. Termasuk pengejaran Noordin M.Top, warga negara Malaysia yang sudah sekian tahun melampiaskan ambisi terornya di Indonesia dengan mengendalikan jaringan orang-orang radikal Islam. Namun kenyataan bahwa Noordin M.Top sudah sekian lama tidak tertangkap, sekalipun Densus 88 telah berusaha read more .....

Jul 28

Sayidiman Suryohadiprojo     Jakarta, 28 Juli 2009 Belakangan ini kita sering membaca dalam harian-harian terkemuka di Jakarta tentang masalah Sekolah Swasta dan kelangsungan hidupnya. Hari ini tanggal 28 Juli 2009 kembali ada tulisan-tulisan tentang masalah ini di harian Kompas, ditulis oleh tokoh-tokoh Perguruan Taman Siswa. Yang sering dikemukakan adalah bahwa Pemerintah RI kurang memberikan perhatian kepada Sekolah Swasta dan penyelenggaranya, termasuk guru-gurunya. Sering disampaikan bahwa Pemerintah menganaktirikan Sekolah Swasta dibanding dengan sikapnya terhadap Sekolah Negeri. Mereka menganggap bahwa sikap demikian tidak adil karena Sekolah Swasta sudah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Seperti peran Taman Siswa, Muhammadiyah, berbagai sekolah yang diselenggarakan kalangan Kristen-Protestan dan Katoloik serta lainnya. Dalam tulisan hari ini antara lain dikemukakan keluhan bahwa kebijakan Pemerintah untuk menyelenggarakan Sekolah Gratis akan mematikan Sekolah Swasta karena murid akan semua lari dan read more .....

Jul 20
Indonesia Kecolongan Lagi
Admin | 07 20th, 2009 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 19 Juli 2009 Pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2009 bangsa Indonesia mendapat pukulan berupa terjadinya kembali serangan teror di Jakarta. Pada jam 07.47 teroris meledakkan bom di hotel JW Marriott yang pada tahun 2003 sudah pernah diserang kaum teroris. Kemudian pada jam 07.57 bom juga meledak di hotel Ritz-Carlton tetangga hotel Marriott. Serangan ini menimbulkan kerugian pada bangsa Indonesia berupa jiwa manusia, benda, dana. Yang tidak kalah penting adalah jatuhnya reputasi bangsa dalam pergaulan internasional. Hingga tulisan ini dibuat dilaporkan ada 9 orang yang wafat dan 53 orang korban luka berat dan ringan, termasuk warga negara Asing dan Indonesia. Dengan sendirinya terjadi kerusakan berat pada dua hotel itu serta lingkungannya. Manchester United yang sebetulnya hari ini mendarat di Jakarta untuk dilawan main oleh Team Nasional pada hari Senin 20 Juli, membatalkan kedatangannya. Hal ini diperkirakan merugikan para sponsor sekitar 50 milyar rupiah. Australia dan beberapa negara lain langsung read more .....

Jun 24

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 24 Juni 2009 Pada tanggal 23 Juni 2009 di Markas Besar Legiun Veteran RI diselenggarakan ceramah tentang masalah Ambalat. Yang bertindak sebagai pembicara adalah Laksma (P) Ir. Adi Sumardiman SH. Pembicara adalah seorang yang sangat dapat diandalkan bicara tentang masalah yang menjengkelkan ini. Sebab ia seorang Insinyur Geodesi lulusan ITB yang tentu pakar dalam masalah geografi dan hidrografi. Ia juga seorang Sarjana dalam Hukum Internasional. Tentang SH ini ia menceritakan satu kejadian yang lucu. Ketika pada akhir tahun 1950-an Prof. Dr Mochtar Kusuma Atmadja menjadi ketua delegasi Indonesia untuk memperjuangkan pengakuan dan pengesahan PBB atas Deklarasi Djuanda yang terbit pada tahun 1957, Pak Adi Sumardiman (AS) juga menjadi anggota kelompok itu. Akan tetapi ketika Pak AS mau turut delegasi untuk perundingan ke New York, Prof Mochtar mengatakan bahwa hanya para Sarjana Hukum yang dapat ikut serta. Hal ini memotivasi Pak AS untuk merebut gelar SH dan dapat diraihnya dalam 3 tahun berikut, read more .....

Jun 8

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 8 Juni 2009 Dalam tulisan saya Desa Sebagai Inti Kekuatan Negara saya nyatakan bahwa kita sebagai bangsa harus amat memerhatikan hukum Ekologi yang menyatakan bahwa Eko-sistem yang lebih tertata menyedot segala sumberdaya yang ada pada Eko-sistem yang kalah tertata. Kita harus membangun Desa menjadi Eko-sistem yang tidak kalah tertata dari Kota, membuat NKRI dan bangsa Indonesia Eko-sistem yang tidak kalah tertata dan menjadi kuat, maju, produktif seperti negara maju. Sekarang penting bagi kita menentukan kunci bagi usaha kita itu sehingga benar-benar membawa bangsa Indonesia kepada Tujuan Perjuangannya. Dalam hubungan itu dapat kita baca di harian The New York Times tanggal 6 Juni 2009 tulisan Nicholas D. Kristof dengan judul Rising Above IQ. Dalam tulisan itu Kristof menunjukkan bahwa di masyarakat AS sekarang menonjol kehidupan tiga golongan yang melebihi dari yang lain, yaitu golongan WN AS berasal dari Asia (Asian Americans), golongan Yahudi, dan golongan WN AS orang hitam yang berasal dari read more .....

Jun 8

Oleh: KIKI SYAHNAKRI Tanggapan terhadap Opini Christianto Wibisono Secara pribadi Christianto Wibisono adalah sahabat saya, dan secara personal pula saya suka membaca tulisan-tulisan kritisnya dan mengapresiasi intelektualitas dan kecendekiawanannya. Namun kali ini saya tergerak untuk menanggap ulasan ‘hangat’nya di Suara Pembaruan (Senin, 1/6). Artikel yang amat mengagungkan liberalisme tersebut mengandung sejumlah poin yang perlu ditanggapi secara kritis pula, karena dalam pigura kebangsaan tampaknya memperlihatkan mispersepsi yang serius terhadap Pancasila sebagai platform kebangsaan dan kenegaraan kita. Saya tidak menanggapi kerisauan, keprihatinan bahkan ‘peringatan’ kritis penulis terhadap para Capres-Cawapres yang saat ini gencar menawarkan berbagai ide dan visi besar – yang oleh Christianto dinilai sloganistis belaka – karena memang begitulah salah satu ruang yang dibuka lebar oleh “demokrasi liberal” bagi semua orang untuk melontarkan visi dan impiannya, besar atau kecil. Namun yang menjadi fokus read more .....

Jun 6

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 6 Juni 2009 Baru saja ada kiriman tulisan yang antara lain menyebutkan pentingnya hal-hal yang termuat dalam buku Fundamentals of Ecology , tulisan Eugene P. Odum di tahun 1970-an. Yang diuraikan dalam buku itu, menurut tulisan itu, adalah semacam hukum ekologi yang menyatakan bahwa satu Eko-sistem yang lebih tertata akan mengambil keuntungan dari Eko-sistem di sekitarnya yang kurang tertata. Itu dibuktikan dengan menunjuk kepada kenyataan bahwa Kota yang lebih tertata dari pada Desa akan menyedot sumberdaya desa-desa sekitarnya. Demikian pula negara maju yang lebih tersusun kekuatannya menyedot potensi sumberdaya negara-negara miskin dan sedang berkembang. Itu semua berakibat bahwa bangsa yang kaya menjadi makin kaya, sedangkan bangsa miskin makin miskin. Hal itu bahkan terjadi di Amerika Serikat sebagai negara terkaya di dunia di mana dalam 25 tahun terakhir penghasilan kaum menengah ke bawah makin turun, sedangkan golongan kaya makin kaya. Paralel dengan itu saya teringat satu kuliah di read more .....

Jun 2

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 1 Juni 2009 Pada tanggal 1 Juni 2009 Pancasila berulang tahun ke 64. Mayoritas bangsa Indonesia mengakui pentingnya peran Pancasila untuk kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun demikian, hingga kini Pancasila belum menjadi kenyataan dalam kehidupan bangsa. Para pemimpin yang mengendalikan negara sejak 1945 belum cukup berhasil dan juga belum cukup berusaha menjadikan Pancasila benar-benar kenyataan dalam kehidupan bangsa. Malahan sejak Reformasi tahun 1998 terasa sekali ada usaha sekelompok orang untuk makin menghilangkan peran Pancasila. Atau mereka secara tidak langsung menghilangkan Pancasila dengan jalan memberikan makna dan substansi yang berbeda dari Pancasila yang murni. Antara lain itu terjadi dengan melakukan amandemen 4 kali terhadap UUD 1945. Sekalipun Pembukaan UUD 45 masih tetap utuh, namun Batang Tubuhnya dimasuki fasal-fasal yang bertentangan dengan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan. Dan Penjelasan UUD 45 dihilangkan sama sekali sehingga mereka bebas read more .....

May 16

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 16 Mei 2009 Bangsa Indonesia telah menyelesaikan Pemilihan Umum untuk memilih Calon Anggota Legislatif dan sebentar lagi akan melakukan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dalam Pemilu itu makin nampak betapa bangsa kita sedang berada dalam kondisi pikiran dan perasaan yang jauh dari mantap dan menggembirakan. Terasa dan nampak sekali bahwa kondisi politik, ekonomi dan sosial jauh dari memuaskan bagi mayoritas rakyat. Reformasi yang diadakan pada tahun 1998 sama sekali tidak membawa keadaan Bangsa dan Negara yang lebih baik bagi bagian terbesar Rakyat. Mungkin untuk kalangan tertentu bangsa keadaan sekarang amat memuaskan. Mereka memperoleh kehidupan yang jauh lebih sejahtera dari sebelumnya dan menempati kedudukan yang menguasai kehidupan bangsa. Sebab itu mereka selalu mengatakan bahwa Demokrasi di Indonesia sudah makin maju dan Indonesia menjadi bangsa demokrasi ketiga di dunia. Mereka tidak peduli bahwa Demokrasi yang dikehendaki bangsa Indonesia tidak hanya Demokrasi Politik, tetapi juga read more .....

Apr 26

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Jakarta, 26 April 2009 Pendahuluan. Dalam Diskusi Terbatas tentang UUD 45 yang diadakan Dewan Pertimbangan Presiden pada tanggal 22 April 2009 di bawah pimpinan Ibu Hj. Rachmawati Soekarnoputri SH, telah saya kemukakan : Bahwa UUD 45 yang di-amandemen telah meninggalkan Jati Diri, Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, ketika dalam Batang Tubuhnya dimuat hal-hal yang bertentangan dengan Pembukaan UUD 45. Bahwa menghilangkan Penjelasan sebagai bagian integral UUD 45 menjadikan UUD 45 kurang lengkap karena tidak memberikan tempat untuk menegaskan secara jelas apa yang dimaksudkan hal-hal yang termuat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 45. Bahwa tidak ada keberatan diadakan perubahan pada UUD 45 sesuai dengan perkembangan zaman dan perjalanan NKRI, tetapi perubahan itu tidak dilakukan dengan cara Amandemen yang menghilangkan isi UUD 45 yang asli. Melainkan dilakukan dengan pemberian Addendum yang menyertai UUD 45. Berhubung dengan itu perlu ada read more .....