Apr 3

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo PENDAHULUAN Pemerintah dan perannya dalam masyarakat senantiasa menjadi bahan pembicaraan ramai, tidak hanya di Indonesia saja melainkan juga di banyak negara lain. Juga tidak hanya satu kalangan tertentu dalam masyarakat, seperti kaum terpelajar, yang suka membicarakan peran pemerintah. Sering kali dikatakan bahwa pemerintah yang baik adalah yang mengabdi kepada rakyat. Sebenarnya pandangan demikian belum terlalu tua, sebab di Eropa Barat pendapat itu baru berlangsung dua abad. Sedangkan di Indonesia validitasnya baru lima puluh tahun. Malahan ada kalangan yang berpendapat bahwa pemerintah itu hanya terpaksa saja diperlukan masyarakat (necessary evil). Dan sebaiknya makin kecil pemerintah itu makin baik buat masyarakat, kata kalangan itu. Berbagai pandangan itu menjadi makin penting untuk diteliti, ketika umat manusia diliputi proses globalisasi. Makalah ini akan mencoba menelaah perkembangan pemerintah di dunia serta secara khusus di Indonesia. Karena keterbatasan waktu dan tempat, maka uraian ini read more .....

Jan 31

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Bagian II   Kita telah melihat bahwa sumber peradaban Barat adalah rasio yang menonjol. Dengan rasio yang kuat itu dapat dikembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian menjadi sarana untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera untuk rakyat banyak. Melalui rasio juga telah dikembangkan nilai kemanusiaan sehingga rakyat dapat memperoleh kedaulatan. Tetapi kita juga melihat bahwa kalau rasio terlalu berlebihan dikembangkan dan ditonjolkan maka akan terjadi kelemahan dan kekurangan yang merugikan. Baik berupa atheisme, individualisme, kapitalisme, maupun imperialisme dan kolonialisme.   Untuk memberikan ukuran apakah Pancasila telah berhasil, maka harus tercipta masyarakat yang adil dan makmur, lahir batin, di Indonesia. Itu berarti bahwa kita perlu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan luas dan mendalam, karena hanya itu yang merupakan jaminan bagi kesejahteraan rakyat. Itu berarti bahwa kita juga harus mengembangkan penggunaan rasio dalam kehidupan kita, karena read more .....

Jan 31

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Bagian I Pengertian modernitas berasal dari perkataan "modern"; dan makna umum dari perkataan modern adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan masa kini. Lawan dari modern adalah kuno, yaitu segala sesuatu yang bersangkutan dengan masa lampau. Jadi modernitas adalah pandangan yang dianut untuk menghadapi masa kini. Selain bersifat pandangan, modernitas juga merupakan sikap hidup. Yaitu sikap hidup yang dianut dalam menghadapi kehidupan masa kini. Kalau kita berbicara tentang masa kini, maka yang dimaksudkan adalah waktu sekarang dan masa depan.   Pengertian modernitas, yaitu pandangan dan sikap hidup yang bersangkutan dengan kehidupan masa kini, banyak dipengaruhi oleh peradaban modern. Sedangkan yang dimaksudkan dengan peradaban modern adalah peradaban yang terbentuk mula-mula di Eropa Barat, kemudian menyebar di seluruh dunia Barat. Dengan begitu dapat pula dinamakan peradaban Barat. Peradaban Barat mempunyai dampak besar terhadap modernitas, oleh karena peradaban read more .....

Feb 7

Jakarta, 7 Februari 1976 Prestasi dunia atletik indonesia melorot sesudah asian games iv, karena kurangnya pembinaan. pemerintah diharapkan untuk membina olah raga atletik dari sekolah melalui departemen p dan k. LEPAS periode Asian Games IV (1962), prestasi dunia atletik Indonesia tak ayal melorot jauh. Yang tinggal adalah sisa-sisa kebanggaan atas kebolehan Mohamad Sarengat, Jotje Gozal, Gurnam Singh, dan lainnya. Belakangan memang muncul Carolina Riewpassa, Lelyana Tjandrawidjaja, dan Suwignyo. Tapi ketrampilan mereka baru dalam ukuran lokal. Bahkan untuk melampaui prestasi sendiri pun tampak harus menempuh jenjang yang sukar. Misalnya Carolina. Sepulangnya dari Jerman Barat pertengahan 1972 lalu, ia tak pernah lagi mendekati rekor nasional lari 100 m (11,7 detik) dan 200 m (24,4 detik) yang dibuatnya di sana. Bintang lari 800 m dan 1.500 m, Lelyana akhir-akhir ini juga mengalami keadaan serupa. Sementara atlit negeri tetangga seperti Anat Rathanapol (Muangthai) atau Noor Azhar (Singapura) melaju terus memperbaiki rekor read more .....

Jan 31
Siapa Pengurus Baru ?
Admin | 01 31st, 1976 | Artikel | No Comments »

Jakarta, 31 Januari 1976 Musornas III Koni pusat memilih 3 orang formatur untuk menyusun pengurus baru dalam waktu 1 bulan. jabatan ketua umum masih teka-teki. Sri sultan tidak rela jabatannya dijadikan penampungan pejabat. (or) AKHIRNYA laporan kerja pengurusu KONI Pusat 1971-1975 diterima Musornas III, pertengahan Januari lalu. Tapi sisa ketegangan nampaknya masih mempengaruhi suasana gedung KONI Senayan, di mana pengurus lama di bawah pimpinan Pejabat Ketua Suprayogi, berkantor. Masalahnya bukan lagi soal berhasil atau gagalnya pengurus lama. Tapi lebih menjurus pada siapakah personalia pimpinan KONI Pusat untuk periode 1976-1980. Akan hal ini Wakil Presiden Hamengkubuwono dalam kata sambutannya pada pemilihan Musornas III ada menyinggung, norma-norma kepemimpinan ini."Olahraga memerlukan organisasi yang sehat dan bebas dari pamrih pribadi. Organisasi itu memerlukan pimpinan yang kuat dan bijaksana. Adapun pimpinan perlu dipegang oleh orang-orang yang berkepribadian sportif dan tegas", katanya. Jatah Namun dengan read more .....