Aug 21
CARA PERANG NEOCORTEX
Admin | 08 21st, 2012 | Opini | 1 Comment »

Sayidiman Suryohadiprojo Cara Perang Neocortex (Neocortical Warfare) adalah cara perang tanpa penggunaan kekerasan. Jadi menyimpang dari definisi perang yang diberikan Von Clausewitz, yaitu Perang adalah tindakan kekerasan untuk memaksa musuh tunduk kepada kehendak kita. Lebih sesuai dengan pernyataan Sun Tzu , yaitu panglima perang yang unggul adalah ia yang dapat menundukkan musuhnya tanpa menggunakan pertempuran. Berkembangnya pemikiran ini dipicu oleh kemajuan Iptek, khususnya dalam biologi dan psikologi. Orang berpikir bahwa inti Perang adalah menundukkan kehendak musuh sehingga mau mengikuti kehendak penyerang, tidak melawan atau mempersulit keinginannya. Untuk menundukkan kehendak musuh yang penting adalah menundukkan kehendak pemimpin musuh tanpa harus berperang secara formal. Kalau pemimpin mau tunduk, ia tidak akan membawa pengikutnya untuk melawan penyerang. Bahkan ia akan mengikuti kehendak penyerang. Dan menundukkan kehendak pemimpin musuh tidak harus dengan tindakan kekerasan. Malahan penggunaan tindakan kekerasan read more .....

Jul 20

Sayidiman Suryohadiprojo PSSI telah dikalahkan Jepang dengan score telak 5-1 dalam kejuaraan Piala Asia U-22. Peristiwa ini merupakan bukti nyata pentingnya pembinaan untuk mencapai prestasi dalam olahraga. Sampai tahun 1970-an tidak akan mungkin PSSI dikalahkan Jepang. Di satu pihak ketika itu PSSI merupakan tim sepakbola yang kuat di Asia, di pihak lain bangsa Jepang belum besar minatnya terhadap sepakbola. Dalam Olympiade Melbourne tahun 1956 PSSI mampu menahan tim Uni Soviet dengan score 0-0, memang dalam pertandingan ulangan kalah 4-0. Tim Uni Soviet ini kemudian menjadi juara cabang sepakbola dalam Olympiade itu. Sebelum itu di Jakarta datang tim Yugoslavia yang waktu itu termasuk kuat di Eropa, dan PSSI hanya kalah 2-0 dalam pertandingan yang seimbang. Jelas Jepang ketika itu sama sekali bukan bandingan buat PSSI. Akan tetapi zaman berjalan terus dan terjadi banyak perkembangan, juga di lingkungan sepakbola dunia. Sejak permulaan tahun 1980-an orang Jepang tertarik minatnya pada sepakbola. Kalau sampai saat itu yang paling read more .....

Jul 7

Sayidiman Suryohadiprojo   Tujuan Kemerdekaan Bangsa Indonesia memperjuangkan dan akan terus mempertahankan kemerdekaannya karena sadar betapa sengsara hidup dalam penjajahan, sengsara jasmani maupun rohani. Sebab itu telah ditegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wujud kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dalam pergaulan umat manusia. Mempertahankan kemerdekaan bangsa berarti mempertahankan NKRI yang wilayahnya meluas dari Sabang di Aceh Utara sampai di Merauke di Papua timur. Meskipun eksistensi NKRI tidak bisa ditawar-tawar, namun ia hakikatnya baru merupakan jembatan menuju Tujuan Kemerdekaan, yaitu terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Maju, Adil dan Sejahtera berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka sekalipun NKRI sudah terwujud dan terus bertahan secara kuat, tetapi tidak disertai Masyarakat yang Maju, Adil dan Sejahtera berdasarkan Pancasila, maka Tujuan Kemerdekaan belum tercapai. Sebab itu NKRI selain menjadi jembatan juga harus menjadi wahana yang tangguh-kuat untuk read more .....

Jun 29

Sayidiman Suryohadiprojo Presiden SBY beberapa hari lalu mengajak untuk melaksanakan Indonesia Incorporated. Ini bukan gagasan baru. Pada akhir tahun 1970-an ketika penulis menjadi duta besar di Jepang hal ini telah diusulkan kepada almarhum Radius Prawiro yang waktu itu menjabat menteri perdagangan. Sumber gagasan itu adalah istilah Japan Incorporated yang waktu itu dilontarkan beberapa orang AS, antara lain E. Vogel dalam bukunya Japan As Number One. Orang-orang AS melihat Jepang waktu itu berperilaku layak satu perusahaan besar dan amat sukar bagi AS untuk menghadapi persaingan Jepang dalam berbagai bisnis, termasuk bisnis otomotif yang tadinya didominasi produsen AS. Orang AS anggap Jepang kuat daya saingnya karena berperilaku seperti perusahaan besar sedangkan di AS pemerintah dan dunia bisnis dua hal terpisah. Orang-orang AS itu menganjurkan pemerintahnya untuk mengambil perilaku sama. Di Jepang sendiri tidak ada pengertian Japan Inc, tetapi memang ada hubungan erat antara pemerintah dan dunia bisnis. Namun berlaku apa yang read more .....

Jun 18

Sayidiman Suryohadiprojo   Nasionalisme Indonesia harus tumbuh dan kuat Yang dimaksudkan dengan Nasionalisme adalah sikap, pikiran dan perasaan anggota satu bangsa yang menyatakan keterikatan, hubungan emosional dengan bangsa dan negaranya, disertai harapan serta usaha agar bangsa dan negaranya mempunyai tempat terhormat dan menonjol di antara negara dan bangsa lainnya. Harga diri orang-orang itu sangat dipengaruhi oleh keadaan negara dan bangsanya yang menimbulkan kebanggaan. Merupakan satu kenyataan bahwa nasionalisme masih tetap kuat di seluruh umat manusia. Dengan terjadinya globalisasi banyak orang berpikir bahwa nasionalisme akan lenyap dari kehidupan manusia. Bahkan ada yang menyerukan bahwa pada akhir abad ke 20 dan sesudahnya negara tidak lagi ada batasnya dan tidak memerlukannya ( nations without frontiers). Menurut mereka pengertian Negara-Bangsa (Nation States) akan hilang dari kehidupan umat manusia. Akan tetapi pandangan itu dalam perkembangan umat manusia tidak terbukti. Memang makin banyak terbentuk asosiasi read more .....

Jun 14

Sayidiman Suryohadiprojo Sekarang ramai dibicarakan tentang Calon Presiden tahun 2014. Banyak yang menganggap bahwa calon-calon yang dimunculkan parpol terlalu tua, mereka menginginkan calon-calon muda berumur maksimal 50 tahun. Sebenarnya yang menjadi persoalan adalah Kepemimpinan, yaitu kemampuan orang menimbulkan kepercayaan bahwa ia dapat membawa organisasinya maju dan mencapai tujuannya dengan mengajak dan memotivasi anggota organisasi itu bergerak bersama-sama. Seorang Presiden untuk bangsa Indonesia yang begitu besar jumlahnya dan aneka ragam sifatnya, hidup di Negara Republik Indonesia yang begitu luas wilayahnya, jelas sekali harus mempunyai kemampuan Kepemimpinan yang mumpuni. Kepemimpinan menimbulkan kepercayaan karena ada bukti nyata, bukan hanya karena orang menyampaikan hal-hal yang bagus dan menarik. Berarti bahwa orang harus berprestasi nyata yang dapat dilihat serta dirasakan orang banyak. Prestasi itu hasil niat dan tekad orang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih dari biasa. Bukan karena orang itu dibimbing read more .....

Jun 8

Sayidiman Suryohadiprojo Pancasila sebagai Realitas di Indonesia Ketika Ir. Soekarno (Bung Karno) pada 1 Juni 1945 mengusulkan kepada Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) untuk mengadakan satu Pandangan Hidup (Weltanschauung) bagi Negara Indonesia Merdeka dan kemudian mengusulkan apa yang beliau namakan Pancasila sebagai Pandangan Hidup itu, bangsa Indonesia telah menerima usul itu. Kemudian Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan beberapa perubahan redaksional menetapkan Pancasila juga sebagai Dasar Negara dengan mencantumkannya dalam UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Republik Indonesia yang pada 17 Agustus 1945 diproklamasikan kemerdekaannya oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Kecuali segolongan kecil orang, tidak ada orang Indonesia yang menyanggah ketepatan Pancasila sebagai Dasar Negara, sebagai Pandangan Hidup Bangsa dan sebagai Jati Diri Diri Bangsa yang oleh Bung Karno digali dari akar-akar kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan orang-orang yang menganut ideologi berbeda mengakui read more .....

Jun 1

Sayidiman Suryohadiprojo Hubungan saya dengan Jenderal Anumerta Achmad Yani bermula dengan perkenalan saya dengan beliau pada tahun 1956. Waktu itu Pak Yani yang baru selesai mengikuti pendidikan di Command & General Staff College di Fort Leavonworth (AS) ditetapkan sebagai Assisten 2 Operasi di Staf Umum AD (SUAD) di Jakarta. Jenderal A.H. Nasution yang waktu itu menjadi Kepapa Staf AD (KASAD) telah menarik Pak Yani dari komando Tentara & Territorium III (TT 3) Jawa Tengah untuk dikirimkan ke pendidikan di AS itu. Pak Nas melihat kwalitas Pak Yani yang tinggi sebagai Perwira yang ketika itu dibuktikan oleh Pak Yani sebagai Komandan Resimen. Sebagai Dan Men Pak Yani telah berhasil mengatasi masalah Darul Islam (DI/TII) yang terjadi di Jawa Tengah bagian barat. Pak Yani membentuk pasukan yang diberi nama Banteng Raiders, satu pasukan yang diberi latihan khusus seperti yang kemudian ada pada Pasukan Komando. Dengan pasukan itu diselesaikan masalah DI/TII tersebut dengan sukses. Maka setelah Pak Yani kembali dari pendidikan read more .....

May 20

Sayidiman Suryohadiprojo Permulaan Hubungan Yang Dingin Hubungan saya dengan almarhum Jenderal Besar Soeharto belum termasuk dalam Otobiografi yang saya terbitkan pada tahun 1997 dengan judul Mengabdi Negara sebagai Prajurit TNI. Sekarang pada tahun 2012 ingin saya hal itu diketahui anak cucu saya. Demikian pula akan saya lengkapi otobiografi itu dengan tulisan tentang Hubungan saya dengan almarhum Pak Yani, Jenderal Anumerta Achmad Yani. Hubungan saya dengan Pak Harto (PH) saya sebut sebagai jauh-jauh dekat. Saya tidak pernah masuk inner circle PH, tetapi sebagai anggota TNI saya pernah menduduki jabatan yang membuat saya cukup dekat dengan beliau. Dan hubungan saya dengan Presiden RI ke-2 itu jauh lebih banyak dari pada hubungan saya dengan Presiden RI ke-1. Hubungan saya dengan Presiden Sukarno terbatas pada pemberian latihan gymnastik kepada beliau waktu saya masih Taruna Akademi Militer Yogya pada tahun 1946. Waktu itu mungkin Bung Karno mendengar bahwa ada Taruna AM baru selesai menjalani pendidikan di Sekolah Olah Raga read more .....

May 20

Sayidiman Suryohadiprojo Kebangkitan Nasional tahun 1908 Gerak para mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau Sekolah Dokter Pribumi) membentuk perkumpulan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 merupakan langkah penting dalam perkembangan gerakan kebangsaan atau Nasionalisme di Indonesia. Adalah Dr. Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeradji yang merupakan pendiri Boedi Oetomo, disertai peran Dr. Wahidin Soediro Hoesodo yang tidak kalah pentingnya. Sebenarnya Boedi Oetomo tidak bergerak di bidang politik, melainkan lebih bersifat ekonomi, sosial dan kebudayaan. Juga lebih banyak meliputi orang suku Jawa. Meskipun demikian, karena sebelum itu tidak pernah ada pembentukan organisasi orang-orang Indonesia yang dihalangi penjajahan Belanda, dampak dan pengaruh berdirinya Boedi Oetomo sangat besar sebagai inspirasi kepada orang Indonesia untuk bangkit memperbaiki nasibnya. Itu sebabnya saat berdirinya Boedi Oetomo kemudian dinamakan Hari Kebangkitan Nasional. Perlu kita sadari bahwa pada permulaan abad ke 20 tidak read more .....