Feb 22

Jakarta, 22 Februari 2010 Pemaksaan Kehendak Sejak ada manusia di dunia Pemaksaan Kehendak oleh orang terhadap orang lain merupakan fenomena yang sering terjadi. Manusia mempunyai instinct atau naluri dirinya diperhatikan dan diakui orang lain , hal mana pada orang satu lebih kuat dari pada orang lain. Pada taraf yang lebih kuat naluri minta diakui itu dapat menjadi Pemaksaan Kehendak. Malahan kemudian Pemaksaan Kehendak itu tidak berbatas pada keinginan diakui dan diperhatikan, tetapi juga agar pihak lain menuruti kehendak itu. Karena orang lain juga punya naluri serupa maka terjadi benturan kehendak. Benturan kehendak dalam tingkat Negara adalah perbedaan kepentingan karena tiap-tiap Negara mempunyai kepentingannya sendiri dan kepentingan dua atau lebih Negara bisa sama, bisa parallel tetapi juga bisa berbeda dan bahkan bertentangan. Untuk mengatasi keadaan di mana perbedaan atau pertentangan kepentingan itu menghambat atau memblokir Negara itu mewujudkan kepentingannya, maka Negara-negara yang berbeda kepentingan itu melakukan read more .....

Feb 19
Undang – Undang Yang Aneh
Admin | 02 19th, 2010 | Opini | 5 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 17 Februari 2010 Telah terbit Undang-Undang no. 20 Tahun 2009 pada tanggal 18 Juni 2009. Undang-Undang ini mengatur tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan di lingkungan Republik Indonesia. Dalam undang-undang ini ada ketentuan yang rasanya aneh tentang hak pemakaman, karena dapat ditafsirkan bahwa anggota TNI dan para Veteran RI, baik yang Pejuang Kemerdekaan maupun yang Pelopor, tidak dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sekalipun mereka telah dianugerahi Bintang Gerilya. Dalam Pasal 33 ayat (6) UU itu tercantum bahwa Hak pemakaman di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama hanya untuk penerima Gelar Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia, dan Bintang Mahaputera. Sedangkan di Penjelasan atas Undang-Undang itu dinyatakan mengenai ketentuan yang tertera di Pasal 33 ayat (6) itu bahwa : Yang dimaksud dengan “Taman Makam Pahlawan Nasional Utama” adalah Taman Makam Pahlawan Nasional yang terletak di ibukota negara. Sekarang adalah kenyataan atau fakta bahwa di Jakarta read more .....

Jan 5

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 5 Januari 2010 Tulisan tentang ekonomi Indonesia ini ditulis oleh seorang bukan ahli ekonomi. Meskipun demikian mudah-mudahan para pakar ekonomi ada yang mau membacanya. Sebab hakikatnya ekonomi sebagai salah satu kegiatan dan ekspresi masyarakat bukan hanya menyangkut kaum pakar ekonomi saja, melainkan menjadi kepentingan seluruh masyarakat. Masa pemerintahan Presiden Sukarno Ketika Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan kepada Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia bahwa bangsa Indonesia yang merdeka memerlukan satu Weltanschauung atau Pandangan Hidup, sebenarnya beliau juga menginginkan agar Pandangan Hidup itu menjadi Dasar bagi Negara yang merdeka itu. Maka ketika Bung Karno menguraikan tentang Pancasila yang beliau gali dari sejarah kehidupan bangsa Indonesia dan ingin menjadikannya Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, dan kemudian usul beliau diterima, maka Pancasila telah menjadi Dasar Negara Republik Indonesia yang merdeka sejak 17 Agustus 1945. Dilihat dari sudut ekonomi, read more .....

Dec 18
National Security Today
Admin | 12 18th, 2009 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, December 18th 2009 National Security is the situation of a nation related to its well-maintained and orderly life, its stability and normal functioning of its government, to achieve the nation’s objectives. Problems of National Security are developments threatening and endangering that situation. They can range from relatively simple criminal problems to the dangers of narcotics to public life, activities of organized crime, actions to subvert the nation with or without foreign participation, terrorist action, separatism among parts of the nation, and last but not least, open military attack by foreign forces. To safeguard itself from the negative result of all these possible actions, a nation should establish a National Security System. A National Security System is a system established by the government to develop the capability of the nation to safeguard its national life with all its various aspects against any threat and challenge coming from inside as well as from outside the nation. A well read more .....

Dec 8

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 7 Desember 2009   Pendahuluan Satu harian utama Ibu Kota memberitakan, bahwa pada tanggal 30 November 2009 organisasi Imparsial mengadakan pertemuan dengan tema Advokasi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan Indonesia. Dalam pertemuan itu antara lain bicara Dr. Ikrar Nusa Bakti (INB), seorang professor riset LIPI, dan Letjen Purn Agus Widjojo (AW), mantan Kaster TNI. Dua pembicara ini telah menyampaikan pandangan yang perlu menjadi perhatian kita yang cinta TNI dan terutama para Pembina TNI. Khususnya karena AW sebagai penasehat Presiden dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sedangkan INB sebagai pejabat penting di LIPI tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap kalangan intelektual. Antara lain INB dan AW mengatakan, sesuai berita harian itu, bahwa Reformasi TNI masih belum selesai. Kedua tokoh itu sependapat bahwa harus ada pemurnian TNI menjadi tentara professional untuk pertahanan. Untuk itu ada kendala berat berupa budaya yang hidup di lingkungan TNI serta pola pikir militer read more .....

Dec 1

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 22 November 2009 Tanpa harus menjadi seorang teknolog yang mahir adalah jelas sekali bagi siapa pun yang memahami kehidupan modern, bahwa tersedianya tenaga listrik sangat mempengaruhi kehidupan satu bangsa masa kini. Tenaga listrik mempengaruhi sekali usaha bangsa mengusahakan kemajuan dalam berbagai bidang, baik itu kemajuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemajuan dalam cara hidup bangsa. Listrik juga amat mempengaruhi usaha bangsa mencapai kesejahteraan yang makin tinggi dan menjamin keamanan nasional yang menegakkan kedaulatan bangsa. Sebab pengaruh dari tersedianya listrik amat mempengaruhi produksi bangsa dalam berbagai macam barang dan jasa yang berakibat pada tingkat kesejahteraan bangsa dan keamanan nasionalnya. Itu sebabnya sering kali tingkat kemajuan satu bangsa diindikasikan dengan menunjukkan jumlah tenaga listrik yang dapat dihasilkannya dan didistribusikan dalam masyarakatnya. Sekarang terbukti sekali bahwa Indonesia mengalami kegagalan dalam kebijaksanaan read more .....

Nov 17

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 17 November 2009 Di harian Ibu Kota pagi ini dapat kita baca pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menghadiri Sidang APEC di Singapura sebagai berikut : “Saya tidak ingin kita berlindung di bawah nasionalisme yang sempit. Saya ingin kita bangkit, lebih produktif, kompetitif, dan bersaing dengan yang lain”. Membaca pernyataan itu ( yang semoga secara tepat dan benar dikutip harian itu) saya jadi tersentak. Mengapa Presiden kita bicara seperti itu, seakan-akan kurang menyadari kondisi sebenarnya bangsanya. Termasuk juga kritiknya yang cukup keras terhadap BUMN yang kurang sehat. Dari pernyataan itu timbul kesan bahwa Presiden menilai bangsa Indonesia kurang produktif, kurang kompetitif dan kurang mampu bersaing dengan bangsa lain. Terutama BUMN mendapat penilaian demikian. Dan Presiden nampaknya amat mendukung liberalisasi perdagangan untuk para anggota APEC yang meliputi banyak bangsa di Asia dan wilayah Pacific. Buat kami pejuang kemerdekaan Angkatan 1945 terus timbul tanda tanya read more .....

Nov 12

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta , 12 November 2009 Berbagai kerawanan yang meliputi Indonesia. Ketika memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November yang lalu, pikiran dan perasaan tersentuh oleh keadaan Negara dan Bangsa kita dewasa ini yang amat kurang memuaskan. Setelah mengalami kemerdekaan selama lebih dari 64 tahun, keadaaan bangsa kita masih jauh dari apa yang kita inginkan, bahkan kita khawatir akan masa depan kita yang penuh tantangan yang cukup gawat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru saja mulai termin kepresidenannya yang kedua setelah dipilih oleh rakyat secara mantap, jauh mengungguli pesaing-pesaingnya. Dengan dasar itu sebenarnya kita patut yakin bahwa akan ada kepemimpinan bangsa yang kuat untuk lima tahun akan datang. Akan tetapi belum satu kepastian, memperhatikan kepemimpinannya selama lima tahun yang lalu yang secara umum dinilai masih kurang mantap dan tegas. Padahal pada tahun 2004 ia juga dipilih rakyat dengan keunggulan suara sampai 60 prosen lebih. Dan sekarang dihadapi berbagai persoalan bangsa read more .....

Oct 8
Indonesia Dan Masa Depan
Admin | 10 8th, 2009 | Opini | 2 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 8 Oktober 2009 Dalam salah satu harian Ibu Kota diberitakan, ada seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia menyatakan bahwa perbedaan antara Indonesia dan Malaysia adalah : Indonesia punya Masa Lampau tetapi tak punya Masa Depan, Malaysia tak punya Masa Lampau tetapi punya Masa Depan. Sebagai alasannya adalah bahwa kehidupan di Malaysia serba tertuju kepada tahun 2020 atau Visi 2020. Pembangunan gedung-gedung di Patra Jaya sebagai Ibu Kota Malaysia baru dibangun untuk tahun 300 tahun dan lainnya. Malaysia mengajak bangsanya untuk berpandangan jauh ke depan. Sebaliknya di Indonesia semua dan khususnya kebijakan Pemerintah Pusat hanya tertuju pada masa depan dekat saja. Tidak ada usaha menggairahkan bangsa agar membangun dan membentuk dirinya menjadi sesuatu yang jauh lebih hebat di Masa Depan yang jauh. Sebenarnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memberikan motivasi kepada bangsa untuk “membangun jiwa dan badannya untuk Indonesia Raya”, untuk Indonesia yang Besar. Tentu Besar tidak read more .....

Sep 7
Perang Masa Kini
Admin | 09 7th, 2009 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 7 September 2009   Pengertian Perang Perang sebagai fenomena kehidupan umat manusia biasa diartikan sebagai tindakan penggunaan kekerasan untuk memaksa pihak lain tunduk kepada kehendak kita. Pengertian ini kita warisi dari Von Clausewitz , seorang jenderal Prussia (Jerman) permulaan abad ke 19. Namun dalam perkembangan umat manusia, khususnya karena banyaknya kemajuan dalam cara berpikir dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pada akhir abad ke 20 telah terjadi perubahan yang penting dalam pengertian Perang. Perkembangan Iptek menghasilkan kemampuan untuk menimbulkan kehancuran dan pemusnahan yang amat besar. Setelah Perang Dunia 2 berkembang daya penghancur secara amat dramatis, terutama berupa senjata nuklir dan thermo-nuklir dengan daya hancur sama dengan jutaan ton (megaton, MT) TNT. Selain senjata nuklir, juga berkembang senjata biologi dan kimia. Perkembangan hebat dalam daya penghancur dan pemusnah ini telah berdampak pada pengertian Perang. Hal lain adalah kemajuan cara read more .....