July, 2002 | Sayidiman Suryohadiprojo
Jul 25

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Bangsa Indonesia sedang dalam keadaan yang serba tak keruan. Orang mengatakan bahwa bangsa kita sedang menghadapi aneka macam krisis, mulai krisis ekonomi sampai krisis moral dan krisis kepemimpinan. Namun demikian, seharusnya kita tidak hanya bicara saja tentang krisis dan macam-macam ketidakberesan. Keadaan tidak akan berubah hanya dengan membicarakannya. Yang lebih penting adalah berbuat untuk mengatasi berbagai krisis itu. Untuk itu ada baiknya kita tidak hanya melihat masa lampau kita sendiri, melainkan juga belajar dari keberhasilan bangsa lain. Terutama bangsa yang telah mengalami keadaan yang serupa dengan kita, seperti China. China mengalami keadaan yang kalut sekali ketika terjadi Revolusi Kebudayaan pada tahun 1965-1976. Kondisi kalut itu baru berakhir setelah Mao Zedong wafat pada tahun 1976 dan tampilnya Deng Xiaoping sebagai pemimpin China yang baru. Kepemimpinan Deng-lah yang kemudian mengangkat China dari kekalutan untuk menjadi negara yang normal dan mencapai keberhasilan ekonomi read more .....

Jul 23

Oleh Sayidiman suryohadiprojo Jakarta, 23 Juli 2002 Bangsa Indonesia sedang dalam keadaan yang serba tak keruan. Orang mengatakan bahwa bangsa kita sedang menghadapi aneka macam krisis, mulai krisis ekonomi sampai krisis moral dan kepemimpinan. Namun demikian, seharusnya kita tidak hanya bicara saja tentang krisis dan macam-macam ketidakberesan. Keadaan tidak akan berubah hanya dengan membicarakannya. Yang lebih penting adalah berbuat untuk mengatasi berbagai krisis itu. Untuk itu ada baiknya kita tidak hanya melihat masa lampau kita sendiri, melainkan juga belajar dari keberhasilan bangsa lain. Terutama bangsa yang telah mengalami keadaan yang serupa dengan kita. Salah satu bangsa yang patut kita pelajari pengalamannya adalah China. Apalagi bangsa itu sekarang sedang maju keadaannya. China mengalami keadaan yang kalut sekali ketika terjadi Revolusi Kebudayaan pada tahun 1965-1976. Pada waktu itu Pengawal Merah yang mengaku sebagai pengikut Mao Zedong yang setia menghantam segala hal yang dinilai tidak sesuai dengan pendapatnya. read more .....

Jul 23

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, September 2002 Perjalanan ke China memberikan kepada saya bahan perbandingan penting untuk perkembangan ekonomi Indonesia. Khususnya ketika elit bangsa kita, terutama para pakar ekonomi, terjirat dalam debat yang tidak produktif tentang hubungan Indonesia dengan IMF. Adalah jelas bahwa Cina tidak termasuk negara yang menjadi korban berat Krisis Ekonomi 1997. Berbeda dari Thailand, Malaysia, Indonesia dan bahkan Korea Selatan. Itu terutama disebabkan oleh sikap China dalam menjalankan ekonominya sejak Deng Xiaoping pada tahun 1979 membawa bangsanya menempuh reformasi sesuai dengan perkembangan dunia tanpa melepaskan kondisi dan sifat bangsanya sendiri. Tanpa ikatan dengan Bank Dunia dan IMF China berhasil membangun ekonomi yang maju pesat sekali. Meskipun sekarang ada tulisan Bank Dunia dan beberapa penulis Barat yang memprediksi bahwa ekonomi China akan berantakan beberapa dekade mendatang, namun kenyataan menunjukkan bahwa ekonomi China sekarang makin kuat dan tumbuh lebih dari 8 persen read more .....