December, 2007 | Sayidiman Suryohadiprojo
Dec 4

Sikap Indonesia dalam dinamika internasional Dalam gambaran dinamika internasional yang telah diuraikan, sikap Indonesia dalam hubungannya dengan AS merupakan hal yang paling utama. Itu terutama disebabkan oleh kenyataan bahwa AS adalah satu-satunya adikuasa di dunia dengan kekuatan ekonomi, militer, sains dan teknologi yang belum ditandingi pihak lain. Apalagi AS sangat berkepentingan memperoleh kontrol atas Asia Tenggara dan Indonesia sebagai posisi silang yang amat strategis bagi perebutan hegemoni dunia. Hubungan Indonesia – AS adalah hal yang amat sulit dan penuh persoalan. Sudah pada permulaan berdirinya Negara Republik Indonesia nampak bahwa AS mempunyai kepentingan berbeda dengan Indonesia. [1] Itu antara lain nampak sekali dalam sikap AS ketika dilakukan Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949 di Den Haag, Belanda, untuk menentukan pengakuan dan penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia. Mungkin itu dipengaruhi faktor politik, karena Indonesia yang di bawah kekuasaan Belanda akan lebih mudah dikontrol AS. read more .....

Dec 4

Negara Tetangga Indonesia . Tetangga Indonesia meliputi negara yang tergabung dalam ASEAN dan yang berada dalam kesatuan Pasifik Barat Daya. ASEAN menunjukkan perkembangan positif, sekalipun masih jauh dari yabg diinginkan. Rencana untuk membentuk ASEAN Econimic Community dan ASEAN Security Community menunjukkan ambisi kuat untuk menjadikan ASEAN satu keutuhan politik yang makin nyata. Di setujuinya Piagam ASEAN yang menunjukkan sikap negara anggota ASEAN dalam HAM dan demokrasi juga hendak memberikan arahan keutuhan politik. Sekalipun begitu, dalam kenyataan Negara tetangga ini menimbulkan persoalan yang tidak kecil bagi Indonesia, di samping memungkinkan hubungan yang positifnya. Sebab itu perilaku mereka boleh digolongkan sumber dinamika regional bagi Indonesia. Nampaknya hubungan Indonesia dengan ASEAN adalah mudah karena sama-sama orang Asia Tenggara. Akan tetapi dalam kenyataan tidak dalam segala hal demikian. Sebab Asia Tenggara yang mempunyai potensi geografi dan sumber daya alam yang tinggi sejak dahulu kala selalu menjadi read more .....

Dec 4

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Kondisi Dunia Amat Dinamis Kondisi dunia dalam abad ke 21 amat dinamis dan makin sukar diprediksi perkembangannya. Hal itu disebabkan oleh perilaku manusia yang makin dipengaruhi oleh materialisme dan perkembangan teknologi. Orang dimana-mana ingin membuat kehidupan yang paling baik bagi dirinya, keluarganya dan kelompoknya, khususnya dalam kesejahteraan lahirnya. Untuk itu ia sanggup melakukan banyak hal; makin kuat orang itu dalam karakternya, mentalnya, kondisi intelektualnya, fisiknya, makin banyak hal yang ia dapat perbuat. Dalam hal ini ia makin dibantu oleh keadaan lingkungannya; makin berkembang lingkungannya dan makin mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, makin banyak bantuan yang ia dapat peroleh untuk melakukan kehendaknya. Ini dapat bersifat hal yang oleh moralitas dinilai baik, tetapi juga dapat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan moralitas yang berlaku. Dalam perkembangan umat manusia tampak dan terasa sekali bahwa hubungan antara bagian dunia satu sama lain makin read more .....