2015 | Sayidiman Suryohadiprojo
Dec 2

Sayidiman Suryohadiprojo Kesjahteraan Untuk Seluruh Rakyat Pancasila sebagai Dasar Negara mengharuskan terwujudnya Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dalam Keadilan Sosial itu faktor Kesejahteraan pegang peran utama; dengan kesejahteraan yang tinggi mutunya dan meluas ke seluruh mayarakat Rakyat akan hidup makmur dan tenteram. Oleh sebab itu adalah kewajiban penting bagi setiap pemerintah yang mengendalikan NKRI untuk selalu berusaha mewujudkan kesejahteraan yang tinggi dan adil merata. Keadaan masyarakat yang sejahtera turut menjamin Keamanan Nasional. Kesejahteraan bagi seluruh Rakyat dan Wilayah Indonesia menimbulkan kepuasan dalam hidup bangsa, bahkan menimbulkan kebanggaan bagi setiap orang menjadi bagian bangsa Indonesia. Makin sempit peluang bagi mereka yang mau ajak orang Indonesia untuk memisahkan diri dari NKRI dan melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan pemerintah RI. Gerakan seperti ISIS dengan sikapnya yang radikal Islam dan berusaha memperlebar pengaruhnya di Indonesia akan menghadapi penolakan dari read more .....

Oct 15

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn)[1] FUNGSI TERRITORIAL Yang dimaksudkan dengan Fungsi Teritorial TNI adalah fungsi TNI untuk memperoleh manfaat maksimal atau memobilisasi potensi dan kekuatan Wilayah guna dihadapkan kepada pihak-pihak yang mengancam atau mengganggu kedaulatan Negara Republik Indonesia dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Di antara berbagai potensi dan kekuatan yang terdapat di Wilayah, faktor Rakyat merupakan yang utama. Bahkan melalui faktor Rakyat dapat dimaksimalkan hasil memperoleh manfaat dari berbagai potensi dan kekuatan Wilayah lainnya. Oleh sebab itu pelaksanaan Fungsi Teritorial TNI sangat dipengaruhi, bahkan ditentukan, oleh sikap TNI terhadap Rakyat, baik Rakyat yang dihadapi unsur-unsur TNI dalam pelaksanaan tugasnya maupun Rakyat pada umumnya. Dengan Fungsi Teritorial yang dilaksanakan semestinya Rakyat menjadi kekuatan penting untuk menggagalkan semua maksud pihak-pihak yang hendak merugikan dan mengganggu kehidupan Bangsa dan Negara RI. Pelaksanaan tugas TNI, baik unsur-unsur TNI read more .....

Aug 22

Sayidiman Suryohadiprojo MENJADIKAN PANCASILA KENYATAAN Satu tujuan penting dalam kita bernegara Republik Indonesia adalah menjadikan Dasar Negara Pancasila kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bung Karno berkata, Pancasila kalau diperes adalah Gotong Royong. Maka menjadikan Pancasila kenyataan berarti membangun Masyarakat Gotong Royong . Namun pada waktu ini sifat gotong royong dalam masyarakat Indonesia sudah tidak ada, lenyap karena perbenturan dengan bangsa-bangsa lain dan khususnya karena penjajahan begitu lama oleh bangsa Barat. Maka bangsa Indonesia yang sudah 70 tahun merdeka perlu membangun kembali sifat gotong royong dalam kehidupannya. Harus ada perubahan mental yang membuat Manusia Indonesia bersifat gotong royong. Hakekat Pancasila adalah hidup dalam Kebersamaan. Kita sebagai manusia Indonesia beda satu sama lain, tetapi pada saat sama kita satu karena hidup dalam Kebersamaan. Maka Masyarakat Gotong Royong hidup dalam harmoni Perbedaan-Kesatuan, yaitu Kebersamaan dan Kekeluargaan. Maka Manusia Indonesia read more .....

Jun 10

Sayidiman Suryohadiprojo Penetapan Panglima TNI tahun ini membuat saya terkejut karena merupakan tanda kurang perhatian terhadap tradisi yang sudah dibangun dengan tidak mudah di masa lampau. Dengan begitu wewenang berupa hak prerogatif telah digunakan kurang arif. Pada tahun 1970 Presiden Soeharto yang merangkap Menteri Perrtahanan-Keamanan (Menhankam) memutuskan perlunya kebijaksanaan untuk mengakhiri kurangnya harmoni di antara TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan Kepolisian yang sejak tahun 1964 secara keseluruhan diberi sebutan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Meskipun disatukan dalam sebutan ABRI, Presiden Soekarno menetapkan empat angkatan itu dikelola oleh kementerian sendiri-sendiri yang Menterinya merangkap sebagai Panglima Angkatan. Jadi ada Kementerian TNI-AD yang dipimpin seorang Menteri Panglima TNI-AD, demikian pula Menteri Panglima TNI-AL, Menteri Panglima TNI-AU dan Menteri Panglima AK. Karena masing-masing bersifat kementerian, maka tiap Angkatan dapat menyusun organisasinya secara independen. Kementerian read more .....

Jun 2

Sayidiman Suryohadiprojo Bangsa Indonesia dihinggapi berbagai kelemahan mental yang dampak negatifnya sangat merugikan. perbuatan jahat malahan satu kebodohan. Salah satu kelemahan mental adalah sikap yang dinamakan Munafik atau Hipokrit. Sikap Munafik itu sedang merupakan ciri yang luas terdapat dalam masyarakat Indonesia. Pertama kita melihat sikap Munafik itu jelas sekali dalam menghadapi Pancasila sebagai Dasar Negara RI. Hampir tidak ada yang beda pendapat bahwa Dasar Negara RI adalah Pancasila. Maka sebenarnya bagian terbanyak bangsa Indonesia harus hidup berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Akan tetapi dalam kenyataan bagian terbanyak bangsa Indonesia tidak melakukan itu, bahkan dalam banyak hal hidup bertentangan dengan nilai-nilai itu. Termasuk para pemimpin-pemimpinnya, dan tidak hanya orang yang memang tidak setuju dengan Pancasila sebagai Dasar Negara yang tidak banyak jumlahnya. Sudah lama orang-orang yang memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia mengatakan bahwa bangsa ini mempunyai Dasar Negara yang luhur sekali. Akan read more .....

Feb 10

Sayidiman Suryohadiprojo Yang dimaksudkan dengan Restorasi Pancasila adalah seluruh usaha yang dilakukan untuk mengembalikan Pancasila berperan sebagai Dasar Negara RI yang mempengaruhi seluruh kehidupan bangsa dan menjadi Kebudayaan bangsa Indonesia. Mengapa perlu Restorasi Pancasila ? Ada kalangan yang memilih kata Revitalisasi Pancasila; mereka berpendapat bahwa Pancasila tidak perlu di-restorasi, karena tidak mengandung kesalahan. Hanya perlu dihidupkan kembali karena lama dilupakan. Akan tetapi keadaan yang kita hadapi tidak sesederhana itu. Pancasila harus mengalami Restorasi karena dalam kondisi sekarang Pancasila tidak dihiraukan dan bahkan dilecehkan oleh bagian luas masyarakat dan para pemimpinnya, meskipun mayoritas bangsa Indonesia tetap mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara RI. Dalam keadaan demikian Pancasila tak akan mungkin menghasilkan Kebudayaan bangsa. Selain perlu dihidupkan kembali pemahaman makna Pancasila yang jauh lebih mendalam dan intensif, Pancasila harus memegang peran penting, atau bahkan utama, read more .....