PENJAGA NEGARA SEBAGAI GURU KEHIDUPAN

Posted by Admin on Thursday, 13 December 2012 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

Letjen TNI Purn

 

PERWIRA TNI SEBAGAI PENJAGA NEGARA

Semua Warga Negara RI sebaiknya menjadi Penjaga Negara karena mereka sangat berkepentingan bahwa Republik Indonesia aman sentosa. Hanya dalam negara yang berdiri tegak berdaulat para warga negara dapat hidup sejahtera lahir dan batin, aman sentosa.

Namun bagi seorang Perwira TNI menjaga negara bukan hanya anjuran belaka melainkan merupakan kewajiban yang senantiasa harus dilakukannya dengan sepenuh jiwa raganya.

Sebab Perwira TNI sejak pelantikannya telah mengucapkan Sumpah Prajurit yang antara lain berisi kesetiaannya kepada NKRI. Selain itu Perwira TNI terikat kepada Sapta Marga yang menegaskan bahwa Perwira TNI adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia. Maka menjadi Penjaga Negara adalah satu hal yang selalu harus dilakukan Perwira TNI.

Sebab itu tulisan ini adalah tentang Perwira TNI sebagai Guru Kehidupan.

 

MEMBELA PANCASILA SEBAGAI DASAR DAN IDEOLOGI NEGARA

Perwira TNI tidak sembarang Penjaga Negara. Sapta Marga memberikan petunjuk bahwa Perwira TNI adalah Patriot dan Pembela Pancasila Ideologi dan Dasar Negara, dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan tanpa mengenal menyerah (Marga kedua Sapta Marga).

Sebagai Patriot Perwira TNI kuat semangat dan jiwa kebangsaannya, yang siap berbuat terbaik dan siap berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa Indonesia.

Pembelaannya atas Pancasila tidak hanya bersifat fisik saja. Akan tetapi juga siap untuk membela Pancasila secara teori kalau ada yang berusaha membawa ideologi lain untuk mempengaruhi bangsa Indonesia meninggalkan Pancasila. Dan tidak kalah pentingnya adalah menjadikan Pancasila hal nyata dan kongkrit dalam kehidupan.

Sebab itu Perwira TNI selalu siap melakukan tiga hal itu. Pertama, menghadapi pihak-pihak yang dengan kekuatan fisik memaksakan ideologi lain pada bangsa Indonesia. Untuk itu Perwira TNI menjadikan TNI satu organisasi yang anggotanya yakin kepada kebenaran Pancasila sebagai Dasar Negara RI serta Jatidiri Bangsa Indonesia. Keyakinan itu menghasilkan kekuatan moral dan memperteguh kekuatan fisik untuk menghadapi pihak-pihak yang hendak memaksakan kehendaknya menjadikan ideologi lain mengganti Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Kedua, Perwira TNI siap dan sanggup membela Pancasila secara teori dan argumentasi yang kuat terhadap serangan ideologi lain secara teori dan intelektual.

Ketiga, Perwira TNI mengusahakan agar Pancasila menjadi kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia dan tidak hanya merupakan semboyan dan wacana belaka.

 

MENJADIKAN PANCASILA KENYATAAN DI BUMI INDONESIA

Di dalam pembelaan Pancasila, perjuangan menjadikan Pancasila kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia adalah paling utama. Dengan begitu Pancasila bukan sekedar semboyan atau teori, melainkan langsung dirasakan dan dialami rakyat Indonesia. Dalam strategi perwujudan Pancasila secara nyata, Kesejahteraan Rakyat merupakan Centre of Gravity. Artinya, dengan terwujudnya Kesejahteraan Rakyat realisasi aspek-aspek lain Pancasila akan mudah tercapai.

Selain itu Kesejahteraan Rakyat atau Kesejahteraan Nasional adalah aspek utama Ketahanan Nasional, yaitu kekuatan untuk menghadapi dan mengatasi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, yang secara langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan pencapaian tujuan nasionalnya.

Dengan dua alasan itu Perwira TNI perlu menjadikan pembangunan Kesejahteraan Rakyat agenda penting dalam perjuangannya.

Perwira TNI mengembangkan konsep untuk mewujudkan Kesejahteraan Rakyat dan selalu mengusahakan agar Pemerintah bersama Rakyat mengusahakan realisasi konsep itu. Realisasi Kesejahteraan Rakyat yang tinggi memerlukan pertumbuhan ekonomi kontinu di atas 6% setiap tahun. Bersamaan dengan itu secara sungguh-sungguh dikurangi jumlah orang miskin secara drastis, sehingga terwujud peningkatan kekayaan bangsa tanpa ada kesenjangan lebar antara orang yang kaya dan miskin.

Untuk mengatasi kemiskinan disediakan kesempatan kerja penuh (full employment) bagi Rakyat dengan mengembangkan secara luas bidang pertanian, kelautan, pertambangan, industri manufaktur dan jasa. Dengan begitu akan berkembang usaha yang luas, dilakukan BUMN dan Koperasi maupun swasta, dalam bentuk perusahaan besar maupun UMK . Hal ini menimbulkan kesempatan kerja banyak bagi Rakyat, baik yang petani, nelayan maupun buruh. Keberhasilan yang dicapai perusahaan-perusahaan itu memungkinkan Rakyat yang menjadi karyawannya memperoleh penghasilan makin baik. Diharapkan melalui proses ini satu saat Rakyat Indonesia tidak ada lagi yang miskin, sebaliknya lebih dari 90% menjadi golongan menengah..

Usaha kesejahteraan memerlukan pembangunan infrastruktur yang makin tinggi kuantitas dan kualitasnya. Dibangun jalan darat dan kereta api makin banyak dan bermutu di seluruh daratan Indonesia, hubungan laut tersedia untuk setiap pulau secara teratur, demikan pula hubungan udara makin berkembang. Komunikasi telpon dan internet memungkinkan setiap warga berkomunikasi secara baik dengan pihak lain di dalam dan luar negeri. Tenaga listrik pun makin meningkat sehingga amat mendukung usaha kesejahteraan dan memungkinkan semua warga di seluruh pelosok Indonesia menggunakan listrik. Pembangunan dan pengoperasian berbagai infrastruktur akan menambah kesempatan kerja. Penerapan prinsip cabotage secara konsisten oleh Pemerintah akan menambah lagi kesempatan kerja bagi orang Indonesia.

Agar Rakyat dapat melakukan pekerjaannya secara efektif dalam semua usaha menuju Kesejahteraan, mereka harus ditingkatkan mutunya sebagai Sumber Daya Manusia. Sebab waktu ini hal tersebut menjadi kelemahan utama bangsa Indonesia.

Rakyat harus memperoleh Pendidikan dengan jenis, kuantitas dan kualitas yang diperlukan dan memadai. Selain Pendidikan Sekolah juga penting Pendidikan di lingkungan Keluarga dan Pendidikan Dalam Masyarakat untuk membentuk Manusia Indonesia yang bermutu dalam karakter, kemampuan intelektual dan teknis, kekuatan jasmani, serta spiritual. Pemerintah mengusahakan Pendidikan Sekolah yang bebas biaya, dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Pendidikan Menengah dan kemudian seiring peningkatan keuangan Negara meliputi seluruh Pendidikan Sekolah. Dengan begitu setiap warga bangsa, baik kaya maupun miskin, memperoleh pendidikan yang paling baik sehingga potensinya berkembang menjadi kemampuan nyata dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.. Manusia Indonesia bermutu yang terbentuk sebagai hasil proses Pendidikan itu akan mampu bersaing dengan tenaga asing dalam merebut dan memanfaatkan kesempatan kerja yang terbentuk luas. Pendidikan juga diharapkan dapat meningkatkan mutu Birokrasi Pemerintah yang sekarang masih sering menjadi hambatan bagi pembangunan Kesejahteraan Rakyat.

Penyelenggaraan kesempatan kerja luas selalu memperhatikan bahwa Indonesia sejak sekarang hingga tahun 2030-an mengalami demographic dividend, jumlah penduduk usia produktif jauh melampaui penduduk non-produktif. Hal ini dapat menguntungkan kalau dimanfaatkan secara nyata dengan pemberian kesempatan kerja bagi semua penduduk produktif disertai pemberian pendidikan yang sesuai secara kwantitatif dan kualitatif. Akan tetapi kalau dua hal itu tidak dipenuhi kondisi itu justru menimbulkan ancaman bagi bangsa.

Pendidikan Sekolah yang bermutu, terutama Pendidikan Tinggi, juga memungkinkan dilaksanakan kegiatan Riset yang bermutu dan produktif di berbagai bidang. Hal ini akan menjamin masa depan bangsa. Seluruh usaha bangsa yang produktif ini membangun Daya Tahan serta Daya Saing bangsa yang makin kuat.

Sellain itu Pemerintah perlu mengadakan sistem Jaminan Sosial, khususnya Jaminan Kesehatan, sehingga dapat diusahakan kondisi sosial dan khususnnya tingkat kesehatan masyarakat yang maksimal.

 

DAMPAK PADA SELURUH KEHIDUPAN

Kesejahteraan lahir dan batin yang tinggi amat mmudahkan perwujudan Pancasila secara nyata dan kongkrit. Tidak hanya Keadilan Sosial dirasakan seluruh masyarakat, Manusia Indonesia juga akan hidup lebih manusiawi dan beradab. Tidak lagi kita jumpai pengemis di setiap perempatan kota besar, juga makin hilang kampung-kampung kumuh di pinggir sungai. Dengan kehidupan sejahtera lahir-batin orang Indonesia makin sadar akan kebangsaannya, terutama mereka yang tinggal di daerah perbatasan dan sekarang lebih suka menyeberang ke negara tetangga yang lebih maju dan sejahtera. Manusia dan Masyarakat Indonesia makin sadar akan nilai Persatuan Indonesia dan kesediaannya membela Tanah Airnya. Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat juga menjadi lebih kongkrit, karena rakyat yang sejahtera dan cerdas tidak mudah dibeli atau ditipu dengan janji-janji kosong. Dan dalam kondisi yang sejahtera Manusia Indonesia makin dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dampak nyata lain juga akan terwujud pada Keamanan Nasional. Kehidupan sejahtera untuk seluruh rakyat sangat membatasi peluang pihak-pihak yang hendak mempengaruhi anggota masyarakat untuk bersikap dan bertindak merugikan bangsa Indonesia. Usaha membawa ideologi lain oleh agen-agen asing kehilangan tanah subur yang didapatnya ketika rakyat Indonesia miskin. Mengadakan rekrutmen untuk pelaku teror, baik untuk kaum Islam radikal maupun organisasi teror lainnya, menghadapi pintu tertutup.

Kesejahteraan rakyat yang tinggi akan memungkinkan Pemerintah RI meningkatkan penerimaan revenue nya. Kekayaan Negara yang makin tinggi amat berguna untuk memperkuat TNI dan Polri, baik untuk mempertinggi mutu personilnya maupun peralatan dan senjatanya. Seperti pada permulaan tahun 1960-an TNI dapat menjadi organisasi militer terkuat di Asia Tenggara. Bangsa Indonesia makin mampu membuat Daya Tangkal terhadap setiap usaha yang bermaksud mengancam kedaulatan NKRI dan kemerdekaan bangsa.

Dengan begitu Indonesia makin mampu melakukan peran internasionalnya sesuai dengan kehendak Pembukaan UUD Dasar 1945, khususnya di lingkungan ASEAN dan Asia Timur. Akan ada kemampuan dan kekuatan nyata berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pasar Tunggal ASEAN serta berbagai usaha ASEAN lainnya. Peran Indonesia yang aktif dalam ASEAN mendukung posisi organisasi regional itu dalam berbagai perkembangan internasional, termasuk hubungannya dengan China yang makin agressif.

 

PERAN PERWIRA TNI DALAM PEMBNGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Dalam usaha Pemerintah dan Rakyat Inonesia membangun Kesejahteraan Rakyat yang tinggi, Perwira TNI turut memberikan perannya. Ketika ia masih sebagai anggota TNI aktif, peran Perwira TNI adalah menjadikan organisasi TNI tentara profesional yang menjalankan setiap fungsinya dengan mutu tinggi, tentara rakyat yang selalu dekat dengan Rakyat dalam pikiran dan perasaan, dan tentara nasional yang selalu mengutamakan kepentingan NKRI . Dengan begitu TNI menjadi kekuatan pertahanan yang andal dan menimbulkan kondisi nasional yang amat kondusif bagi realisasi Kesejahteraan Rakyat. Disiplin TNI yang tinggi mutunya akan berdampak secara tidak langsung pada masyarakat yang sekarang umumnya masih lemah disiplinnya. Apalagi kalau Pemerintah bersedia dan mampu meyakinkan Rakyat tentang pentingya Wajib Militer, paling tidak Wajib Latih, dampak itu akan bersifat langsung. Hal itu amat mendukung cara kerja Rakyat yang jauh lebih efektif dan produktif.

Ketika Perwira TNI sudah menjadi purnawirawan ia dapat secara aktif membangun kegiatan dan pekerjaan yang secara langsung dan tidak langsung meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Pertama, kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepemimpinan dan manajemen dalam masyarakat. Hal itu sangat penting untuk mempengaruhi Pemerintah dan Masyarakat untuk melaksanakan pembangunan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana diutarakan sebelumnya. Selain itu kepemimpinan dan manajemen perlu ditingkatkan untuk mencapai produktivitas nasional yang jauh lebih tinggi . Hal itu hingga kini merupakan hambatan dan tantangan bangsa Indonesia yang belum dapat diatasi secara memuaskan, baik di lingkungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah maupun di dunia swasta.

Kedua, ia sendiri dapat membentuk usaha yang memberikan sumbangan positif dan kongkrit kepada Kesejahteraan Rakyat, baik berupa usaha bisnis, sosial, kebudayaan maupun politik. Ketiga, ia dapat dan wajib memelihara semangat masyarakat yang kuat untuk menjadikan Pancasila kenyataan di Indonesia, khususnya semangat juang yang mewujudkan Daya Saing Nasional yang kuat dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa lain.

Baik dalam partisipasinya ketika masih aktif maupun sebagai purnawirawan, Perwira TNI selalu menunjukkan kepribadian yang kuat secara mental dan moral, teguh karakternya dan orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Sudah jelas ia bebas dari korupsi dan narkoba serta perbuatan yang sekarang amat merendahkan dan melemahkan negara dan masyarakat .

Kalau dalam dinamika politik bangsa ada Perwira TNI terpilih sebagai Kepala Daerah atau Pejabat Negara, apalagi dipercaya Rakyat menjadi Presiden RI, maka ia harus menunjukkan sikap Kenegarawanan yang benar-benar memperjuangkan kepentingan nasional bangsa Indonesia dan memancarkan nilai-nilai Pancasila . Ia tidak saja menjadi Tauladan bagi seluruh bangsa, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi yang menggelorakan semangat perjuangan untuk mencapai keberhasilan maksimal dalam apapun yang dilakukan.

Jumlah Perwira TNI yang purnawirawan cukup besar untuk berdampak positif dalam partisipasinya. Peran yang dilakukan organisasi purnawirawan seperti Pepabri, PPAD, PPAL, dan PPAU, menjadi amat penting. Organisasi purnawirawan itu harus dikembangkan sebagai pusat-pusat pemikiran, penelitian dan pemberi arah bagi para anggotanya, sehingga sebanyak mungkin di antara mereka dapat ikutserta dalam perjuangan membangun Kesejahteraan Rakyat dalam rangka realisasi Pancasila dan penegakan Ketahanan Nasional.

Dengan begitu Perwira TNI menjadi Penjaga Bangsa yang benar-benar efektif dan produktif mendukung kehidupan bangsa di masa kini dan masa depan, serta perjuangannya mencapai Tujuan Nasional, yaitu Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila di dalam NKRI yang merdeka dan beraulat. Peran yang bermutu dan konsisten dapat menjadikan Perwira TNI Guru Bangsa yang sangat berguna bagi Negara dan Bangsa.

Semoga dapat menjadi kenyataan I

 

Jakarta, 13 Desember 2012.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post