KEBANGSAAN HARUS DIPERJUANGKAN

Posted by Admin on Monday, 6 January 2014 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

Terbukti bahwa Globalisasi dan segala macam Internasionalisme tidak dapat meniadakan eksistensi Bangsa dalam kehidupan umat manusia. Sebab itu Bangsa Indonesia yang lahir dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 dan dinyatakan kemerdekaan dan kedaulatannya pada 17 Agustus 1945 harus selalu kita bina eksistensinya melalui perjuangan kebangsaan yang penuh semangat.

Kebangsaan Indonesia tidak dapat lepas dari Dasar Negara Pancasila yang juga Jati Diri bangsa. Menurut Bung Karno yang menggali Pancasila dari akar kehidupan bangsa, kebangsaan Indonesia harus hidup dan berkembang dalam taman sari Internasionalisme. Itu berarti bahwa kebangsaan Indonesia selalu mengusahakan harmoni dengan bangsa-bangsa lain untuk mewujudkan umat manusia yang aman damai dan sejahtera lahir batin. Kebangsaan Indonesia bukan hendak mendominasi bangsa lain seperti yang dilakukan terutama bangsa-bangsa Barat hingga kini.

Namun untuk dapat mewujudkan harmoni dengan bangsa lain bangsa Indonesia harus kuat, maju dan sejahtera. Bangsa yang lemah, miskin dan tertinggal akan merangsang bangsa lain untuk menguasainya dan menjajahnya, sebagaimana dialami bangsa Indonesia di masa lalu. Karena itu harus selalu diusahakan agar bangsa Indonesia maju, kuat dan sejahtera lahir batin.

Hal itu dapat terwujud kalau bangsa Indonesia sadar akan karunia Allah yang telah dterimanya secara berlimpah. Sumber daya alam (SDA) yang aneka ragam dan tinggi nilainya, negara kepulauan antara dua benua dan samudera dengan kelautan luas penuh kekayaan di dalamnya serta daratan yang subur, dan sumber daya manusia (SDM) yang berpotensi tinggi serta besar jumlahnya. Karunia Allah ini bukan main pentingnya untuk menjadikan bangsa Indonesia maju, kuat dan sejahtera. Hingga kini hal ini justru lebih dimanfaatkan bangsa lain yang menjadi kaya karenanya, sedangkan bangsa Indonesia tetap miskin, lemah dan tertinggal.

Untuk dapat memanfaatkan karunia Allah itu dengan sebaik-baiknya bangsa Indonesia harus menumbuhkan kemampuan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang makin maju . Ada sementara orang berpendapat bahwa untuk dapat menguasai Iptek bangsa kita harus bersikap dan berpikir seperti manusia Barat. Namun itu berarti meninggalkan Jati Diri bangsa;

Memang dunia Barat yang telah mengembangkan Iptek itu sejak mereka melakukan Renaissance. Renaissance memberikan tempat penting bagi Pikiran. Hal itu memungkinkan mereka mengembangkan Iptek secara dinamis dan menghasilkan kemampuan produksi makin maju dalam segala aspek kehidupan. Tercipta berbagai barang kebutuhan hidup, seperti benda, alat serta senjata yang makin membuat masyarakat Barat sejahtera dan kuat. Akan tetapi Renaissance juga mengutamakan tempat dan peran Individu dengan Kebebasan penuh untuk mencapai apa saja yang dikehendaki. Termasuk menjalankan dominasi atas manusia lain serta menjajah bangsa lain. Individualisme dan Liberalisme sebagai sikap hidup Barat tidak mengenal Harmoni antara Individu dengan Masyarakat. Kebersamaan hanya dianggap perlu kalau ada manfaatnya bagi kepentingan Individu. Sikap itu serta alat dan senjata makin maju menjadikan bangsa-bangsa Barat mendominasi dan menjajah bangsa-bangsa lain di dunia. Namun ketika bangsa lain sudah didominasi semua, sedangkan nafsu berkuasa dan sikap agressif makin menguasai mentalitas Barat, bangsa Barat terpaksa mencari sasarannya di sesama bangsa Barat. Maka berkobar Perang Dunia 1 antara mereka yang mengakibatkan kematian dan kehancuran besar pada Barat sendiri. Setelah perang selesai para pemimpin Barat mau mencegah berulangnya perang, tetapi nafsu berkuasa tak dapat dikendalikan dan hanya 20 tahun setelah Perang Dunia 1 berakhir telah pecah Perang Dunia 2. Kematian dan kehancuran lebih besar dan banyak karena teknologi militer makin berkembang dan puncaknya adalah senjata nuklir berupa bom atom.

Sudah sejak awal abad ke 20 sebetulnya ada pemimpin-pemimpin di Barat yang mengatakan bahwa sikap hidup masyarakatnya akan menghancurkan dirinya sendiri. Dengan kenyataan itu kita simpulkan bahwa masa depan yang maju dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia tak mungkin dicapai dengan bersikap Barat. Mungkin segolongan kecil bangsa akan maju dan kaya, tetapi mayoritas rakyat Indonesia akan tetap miskin dan tertinggal. Dan itulah gambar masyarakat Indonesia sekarang yang gandrung Liberalisme dan mengabaikan Pancasila sebagai Jati Dirinya.

Padahal penguasaan Iptek tidak hanya bisa dicapai dengan bersikap Barat. Bangsa Jepang telah membuktikan itu ketika melakukan Restorasi Meiji untuk menolak usaha Barat menguasai Jepang. Yang dilakukan Jepang adalah mengembangkan kemampuan berpikir bangsanya untuk “merebut” kemampuan Iptek yang dikuasai Barat. Serta membangun kemampuan produksi di segala bidang untuk menjadikan bangsa Jepang makin mampu menyamai kesejahteraan dan kekuatan Barat. Ini semua dilakukan tanpa meninggalkan jiwa dan semangat Jepang hidup dengan dasar harmoni antara manusia Jepang dengan masyarakatnya. Solidaritas kelompok tetap kuat dan membuat Jepang bangsa yang maju dan sejahtera sampai ia membuat kelalaian, mengikuti Barat melakukan penguasaan dan penjajahan bangsa lain.

Maka bangsa Indonesia pun dengan dasar Pancasila dapat menguasai Iptek dan membangun kemampuan produksi dan jasa di segala aspek kehidupan. Untuk itu harus diberikan tempat penting kepada Pikiran untuk menguasai Iptek yang makin berkembang maju. Bersamaan dengan itu Kepemimpinan Nasional mengajak seluruh bangsa untuk menguatkan Niat, Tekad dan Semangat untuk makin mampu memanfaatkan karunia Allah kepada Indonesia. Dan menyadarkan seluruh bangsa, terutama kaum elite, pentingnya Pancasila dan Kebangsaan. Hal itu akan menimbulkan perkembangan dinamis bangsa Indonesia untuk menjadi maju, sejahtera dan kuat.

Sasaran pertama perjuangan itu adalah menciptakan kesejahteraan yang tinggi bagi penduduk Indonesia yang 250 juta rakyat jumlahnya dan masih bertambah banyak. Bukan hanya kekayaan tinggi bagi 10 % penduduknya sedang yang 90 % miskin, tetapi kesejahteraan yang adil merata bagi seluruh bangsa sesuai dasar Pancasila. Hal itu menjadi landasan kuat untuk membangun kemajuan di seluruh aspek kehidupan sehingga tercipta Peradaban Indonesia berdasar Pancasila.

Dengan begitu terwujud Ketahanan Nasional, yaitu kondisi dinamis bangsa Indonesia berupa keuletan dan ketangguhan yang memungkinkan bangsa menjamin survivalnya menghadapi segala macam ancaman, tantangan dan gangguan serta mewujudkan Tujuan Nasionalnya.

Indonesia akan makin mampu menjadi kontributor yang kuat bagi perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya akan menjadi Kenyataan !

 

Jakarta, 1 Januari 2014

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post