Nov 12

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta , 12 November 2009 Berbagai kerawanan yang meliputi Indonesia. Ketika memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November yang lalu, pikiran dan perasaan tersentuh oleh keadaan Negara dan Bangsa kita dewasa ini yang amat kurang memuaskan. Setelah mengalami kemerdekaan selama lebih dari 64 tahun, keadaaan bangsa kita masih jauh dari apa yang kita inginkan, bahkan kita khawatir akan masa depan kita yang penuh tantangan yang cukup gawat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru saja mulai termin kepresidenannya yang kedua setelah dipilih oleh rakyat secara mantap, jauh mengungguli pesaing-pesaingnya. Dengan dasar itu sebenarnya kita patut yakin bahwa akan ada kepemimpinan bangsa yang kuat untuk lima tahun akan datang. Akan tetapi belum satu kepastian, memperhatikan kepemimpinannya selama lima tahun yang lalu yang secara umum dinilai masih kurang mantap dan tegas. Padahal pada tahun 2004 ia juga dipilih rakyat dengan keunggulan suara sampai 60 prosen lebih. Dan sekarang dihadapi berbagai persoalan bangsa read more .....

Oct 8
Indonesia Dan Masa Depan
Admin | 10 8th, 2009 | Opini | 2 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 8 Oktober 2009 Dalam salah satu harian Ibu Kota diberitakan, ada seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia menyatakan bahwa perbedaan antara Indonesia dan Malaysia adalah : Indonesia punya Masa Lampau tetapi tak punya Masa Depan, Malaysia tak punya Masa Lampau tetapi punya Masa Depan. Sebagai alasannya adalah bahwa kehidupan di Malaysia serba tertuju kepada tahun 2020 atau Visi 2020. Pembangunan gedung-gedung di Patra Jaya sebagai Ibu Kota Malaysia baru dibangun untuk tahun 300 tahun dan lainnya. Malaysia mengajak bangsanya untuk berpandangan jauh ke depan. Sebaliknya di Indonesia semua dan khususnya kebijakan Pemerintah Pusat hanya tertuju pada masa depan dekat saja. Tidak ada usaha menggairahkan bangsa agar membangun dan membentuk dirinya menjadi sesuatu yang jauh lebih hebat di Masa Depan yang jauh. Sebenarnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memberikan motivasi kepada bangsa untuk “membangun jiwa dan badannya untuk Indonesia Raya”, untuk Indonesia yang Besar. Tentu Besar tidak read more .....

Sep 7
Perang Masa Kini
Admin | 09 7th, 2009 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 7 September 2009   Pengertian Perang Perang sebagai fenomena kehidupan umat manusia biasa diartikan sebagai tindakan penggunaan kekerasan untuk memaksa pihak lain tunduk kepada kehendak kita. Pengertian ini kita warisi dari Von Clausewitz , seorang jenderal Prussia (Jerman) permulaan abad ke 19. Namun dalam perkembangan umat manusia, khususnya karena banyaknya kemajuan dalam cara berpikir dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pada akhir abad ke 20 telah terjadi perubahan yang penting dalam pengertian Perang. Perkembangan Iptek menghasilkan kemampuan untuk menimbulkan kehancuran dan pemusnahan yang amat besar. Setelah Perang Dunia 2 berkembang daya penghancur secara amat dramatis, terutama berupa senjata nuklir dan thermo-nuklir dengan daya hancur sama dengan jutaan ton (megaton, MT) TNT. Selain senjata nuklir, juga berkembang senjata biologi dan kimia. Perkembangan hebat dalam daya penghancur dan pemusnah ini telah berdampak pada pengertian Perang. Hal lain adalah kemajuan cara read more .....

Aug 17

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 17 Agustus 2009 Peledakan bom pada tanggal 17 Juli 2009 di hotel JW Marriott dan hotel Ritz-Carlton dengan korban tewas 9 orang sekali lagi menunjukkan bahwa ancaman teror di Indonesia masih terus terjadi, khususnya dari kaum radikal Islam. Setelah itu terjadi kembali timbul niat kuat di pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengakhiri ancaman itu secara tuntas. Akan tetapi menghadapi teror itu tetap dengan cara yang sekarang dilakukan, kecil kemungkinan akan mencapai tujuan. Tidak dapat disangkal bahwa Densus 88 Polri menjalankan tugas yang baik. Mereka dengan cepat melakukan tindakan untuk mengungkapkan pelaku serangan teror dan terus mengejar pelaku lainnya yang disangka keras tersangkut dalam serangan itu. Termasuk pengejaran Noordin M.Top, warga negara Malaysia yang sudah sekian tahun melampiaskan ambisi terornya di Indonesia dengan mengendalikan jaringan orang-orang radikal Islam. Namun kenyataan bahwa Noordin M.Top sudah sekian lama tidak tertangkap, sekalipun Densus 88 telah berusaha read more .....

Jul 28

Sayidiman Suryohadiprojo     Jakarta, 28 Juli 2009 Belakangan ini kita sering membaca dalam harian-harian terkemuka di Jakarta tentang masalah Sekolah Swasta dan kelangsungan hidupnya. Hari ini tanggal 28 Juli 2009 kembali ada tulisan-tulisan tentang masalah ini di harian Kompas, ditulis oleh tokoh-tokoh Perguruan Taman Siswa. Yang sering dikemukakan adalah bahwa Pemerintah RI kurang memberikan perhatian kepada Sekolah Swasta dan penyelenggaranya, termasuk guru-gurunya. Sering disampaikan bahwa Pemerintah menganaktirikan Sekolah Swasta dibanding dengan sikapnya terhadap Sekolah Negeri. Mereka menganggap bahwa sikap demikian tidak adil karena Sekolah Swasta sudah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Seperti peran Taman Siswa, Muhammadiyah, berbagai sekolah yang diselenggarakan kalangan Kristen-Protestan dan Katoloik serta lainnya. Dalam tulisan hari ini antara lain dikemukakan keluhan bahwa kebijakan Pemerintah untuk menyelenggarakan Sekolah Gratis akan mematikan Sekolah Swasta karena murid akan semua lari dan read more .....

Jul 20
Indonesia Kecolongan Lagi
Admin | 07 20th, 2009 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 19 Juli 2009 Pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2009 bangsa Indonesia mendapat pukulan berupa terjadinya kembali serangan teror di Jakarta. Pada jam 07.47 teroris meledakkan bom di hotel JW Marriott yang pada tahun 2003 sudah pernah diserang kaum teroris. Kemudian pada jam 07.57 bom juga meledak di hotel Ritz-Carlton tetangga hotel Marriott. Serangan ini menimbulkan kerugian pada bangsa Indonesia berupa jiwa manusia, benda, dana. Yang tidak kalah penting adalah jatuhnya reputasi bangsa dalam pergaulan internasional. Hingga tulisan ini dibuat dilaporkan ada 9 orang yang wafat dan 53 orang korban luka berat dan ringan, termasuk warga negara Asing dan Indonesia. Dengan sendirinya terjadi kerusakan berat pada dua hotel itu serta lingkungannya. Manchester United yang sebetulnya hari ini mendarat di Jakarta untuk dilawan main oleh Team Nasional pada hari Senin 20 Juli, membatalkan kedatangannya. Hal ini diperkirakan merugikan para sponsor sekitar 50 milyar rupiah. Australia dan beberapa negara lain langsung read more .....

Jun 24

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 24 Juni 2009 Pada tanggal 23 Juni 2009 di Markas Besar Legiun Veteran RI diselenggarakan ceramah tentang masalah Ambalat. Yang bertindak sebagai pembicara adalah Laksma (P) Ir. Adi Sumardiman SH. Pembicara adalah seorang yang sangat dapat diandalkan bicara tentang masalah yang menjengkelkan ini. Sebab ia seorang Insinyur Geodesi lulusan ITB yang tentu pakar dalam masalah geografi dan hidrografi. Ia juga seorang Sarjana dalam Hukum Internasional. Tentang SH ini ia menceritakan satu kejadian yang lucu. Ketika pada akhir tahun 1950-an Prof. Dr Mochtar Kusuma Atmadja menjadi ketua delegasi Indonesia untuk memperjuangkan pengakuan dan pengesahan PBB atas Deklarasi Djuanda yang terbit pada tahun 1957, Pak Adi Sumardiman (AS) juga menjadi anggota kelompok itu. Akan tetapi ketika Pak AS mau turut delegasi untuk perundingan ke New York, Prof Mochtar mengatakan bahwa hanya para Sarjana Hukum yang dapat ikut serta. Hal ini memotivasi Pak AS untuk merebut gelar SH dan dapat diraihnya dalam 3 tahun berikut, read more .....

Jun 8

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 8 Juni 2009 Dalam tulisan saya Desa Sebagai Inti Kekuatan Negara saya nyatakan bahwa kita sebagai bangsa harus amat memerhatikan hukum Ekologi yang menyatakan bahwa Eko-sistem yang lebih tertata menyedot segala sumberdaya yang ada pada Eko-sistem yang kalah tertata. Kita harus membangun Desa menjadi Eko-sistem yang tidak kalah tertata dari Kota, membuat NKRI dan bangsa Indonesia Eko-sistem yang tidak kalah tertata dan menjadi kuat, maju, produktif seperti negara maju. Sekarang penting bagi kita menentukan kunci bagi usaha kita itu sehingga benar-benar membawa bangsa Indonesia kepada Tujuan Perjuangannya. Dalam hubungan itu dapat kita baca di harian The New York Times tanggal 6 Juni 2009 tulisan Nicholas D. Kristof dengan judul Rising Above IQ. Dalam tulisan itu Kristof menunjukkan bahwa di masyarakat AS sekarang menonjol kehidupan tiga golongan yang melebihi dari yang lain, yaitu golongan WN AS berasal dari Asia (Asian Americans), golongan Yahudi, dan golongan WN AS orang hitam yang berasal dari read more .....

Jun 8

Oleh: KIKI SYAHNAKRI Tanggapan terhadap Opini Christianto Wibisono Secara pribadi Christianto Wibisono adalah sahabat saya, dan secara personal pula saya suka membaca tulisan-tulisan kritisnya dan mengapresiasi intelektualitas dan kecendekiawanannya. Namun kali ini saya tergerak untuk menanggap ulasan ‘hangat’nya di Suara Pembaruan (Senin, 1/6). Artikel yang amat mengagungkan liberalisme tersebut mengandung sejumlah poin yang perlu ditanggapi secara kritis pula, karena dalam pigura kebangsaan tampaknya memperlihatkan mispersepsi yang serius terhadap Pancasila sebagai platform kebangsaan dan kenegaraan kita. Saya tidak menanggapi kerisauan, keprihatinan bahkan ‘peringatan’ kritis penulis terhadap para Capres-Cawapres yang saat ini gencar menawarkan berbagai ide dan visi besar – yang oleh Christianto dinilai sloganistis belaka – karena memang begitulah salah satu ruang yang dibuka lebar oleh “demokrasi liberal” bagi semua orang untuk melontarkan visi dan impiannya, besar atau kecil. Namun yang menjadi fokus read more .....

Jun 6

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 6 Juni 2009 Baru saja ada kiriman tulisan yang antara lain menyebutkan pentingnya hal-hal yang termuat dalam buku Fundamentals of Ecology , tulisan Eugene P. Odum di tahun 1970-an. Yang diuraikan dalam buku itu, menurut tulisan itu, adalah semacam hukum ekologi yang menyatakan bahwa satu Eko-sistem yang lebih tertata akan mengambil keuntungan dari Eko-sistem di sekitarnya yang kurang tertata. Itu dibuktikan dengan menunjuk kepada kenyataan bahwa Kota yang lebih tertata dari pada Desa akan menyedot sumberdaya desa-desa sekitarnya. Demikian pula negara maju yang lebih tersusun kekuatannya menyedot potensi sumberdaya negara-negara miskin dan sedang berkembang. Itu semua berakibat bahwa bangsa yang kaya menjadi makin kaya, sedangkan bangsa miskin makin miskin. Hal itu bahkan terjadi di Amerika Serikat sebagai negara terkaya di dunia di mana dalam 25 tahun terakhir penghasilan kaum menengah ke bawah makin turun, sedangkan golongan kaya makin kaya. Paralel dengan itu saya teringat satu kuliah di read more .....