May 21

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 21 Mei 2007 Mengapa Prestasi Penting Pencapaian prestasi tinggi makin penting dalam kehidupan bangsa masa kini dan masa datang. Umat manusia makin berkembang maju dan bangsa yang tidak mampu mengikuti irama kemajuan itu sukar menjamin kelangsungan hidupnya; kalau tidak sirna paling tidak akan berada dalam kondisi setengah mati setengah hidup. Sekarang bangsa Indonesia diajak untuk mewujudkan Visi Indonesia 2030 yang menggambarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa nomer lima di dunia dalam tingkat ekonomi dan kesejahteraan. Dilihat dari sudut potensi yang ada pada Indonesia Visi itu bukan fantasi, karena Indonesia dikaruniai potensi Alam yang kaya dan besar variasinya, potensi Manusia yang cerdas dan fleksibel serta besar jumlahnya, dan kondisi geografis yang amat menguntungkan. Masalahnya adalah bahwa Manusia Indonesia kurang sekali terdorong untuk mengeluarkan energi yang memadai guna memroses potensi itu menjadi kekuatan nyata. Akibatnya adalah bahwa sepanjang sejarah Indonesia sejak sirnanya read more .....

Apr 7

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 7 April 2007 Pendahuluan Dalam tahun 2007 ini terasa memuncaknya ketegangan di Asia Timur. Hal itu dipicu banyak hal yang timbul karena kepentingan masing-masing negara di kawasan ini. Mengingat pentingnya negara-negara itu di dalam percaturan internasional, maka ketegangan yang dapat memuncak ke kondisi yang membahayakan perdamaian, tentu amat mempengaruhi umat manusia. China, Jepang, Russia, Korea Selatan dan Utara, negara anggota ASEAN, semua tanpa kecuali sedang mengembangkan kepentingannya masing-masing yang mengakibatkan ketegangan itu. Sekarang Australia juga menjadi bagian Asia Timur, sekurang-kurangnya dalam politik dan ekonomi internasional, sekalipun PM John Howard menolak usaha pendahulunya yang ingin menjadikan bangsa Australia bagian dari Asia Timur. Selain itu juga perilaku Amerika Serikat (AS) yang bukan negara Asia Timur banyak berpengaruh terhadap keadaan kawasan. Dalam globalisasi sekarang perkembangan luar kawasan juga turut berpengaruh terhadap Asia Timur. Yang besar read more .....

Feb 27

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 27 Februari 2007 Pendahuluan Negara kita Republik Indonesia sedang dalam keadaan terpuruk sekarang ini. Jauh sekali dari keadaan yang kita kehendaki ketika memproklamasikan kemerdekaan. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 tidak kurang dari 17,75% penduduk atau 39,1 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan, yaitu penghasilan kurang dari AS $ 1,55 sehari. Malahan Bank Dunia mengatakan bahwa 49% penduduk Indonesia atau 108,78 juta orang mempunyai penghasilan yang kurang dari AS $ 2 sehari. Sedangkan sebanyak 10,93 juta orang menurut BPS menjadi penganggur. Kondisi rakyat yang miskin itu diperberat dengan berbagai kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka, karena tidak ada pendidikan yang bebas biaya dan malahan menjadi makin mahal bagi rakyat. Ketentuan Wajib Belajar seharusnya mengandung makna bahwa pendidikan yang diberikan dalam rangka Wajib Belajar itu gratis, tetapi dalam kenyataan tidak demikian. Padahal pendidikan begitu penting bagi bangsa. . Keadaan yang sudah berat itu read more .....

Jan 1

By Sayidiman Suryohadiprojo A Land of Potentials We have just left the Year 2006 and are now entering 2007. Many things have happened in the previous year, both in Indonesia as well as in the world at large. Some have brought happiness to many people, but many have caused misery and tragedies. However, whatever has happened humanity is moving forward with all its positive and negative consequences to the life of individuals and nations. One specific phenomena is that almost every body, individuals-communities-nations, want to have a better life for him and herself. But the pursuit for betterment has not always been going along peaceful and easy roads. The differences in mind and interests have caused problems in Men’s pursuit of more happiness and progress, some even serious. It is therefore important for every body that they are capable to tackle and solve their problems wisely and effectively. It has proved that some nations, even with their relatively advanced material capability and financial wealth, have not been very read more .....

Sep 21

Pemantapan Nilai Kejuangan TNI penting bagi masa depan Indonesia. Pemantapan Nilai Kejuangan TNI akan membuat TNI lebih mampu dan efektif dalam menjaga Kedaulatan Negara dengan menjalankan Pertahanan Negara dan Bangsa. Meskipun serangan dari negara lain terhadap wilayah Indonesia pada waktu ini mungkin bukan hal yang akut, tetapi TNI harus selalu menjaga Daya Tangkal bangsa. Mutunya sebagai tentara professional, tentara rakyat dan tentara nasional harus ditingkatkan dengan melakukan Pemantapan Nilai Kejuangan TNI. Efektivitas Daya Tangkal itu akan makin mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan dari luar, seperti Masalah Ambalat beberapa waktu yang lalu. Juga akan mengurangi hasrat untuk mengganggu Negara dari dalam. Jaminan terhadap keamanan nasional itu memperkuat kondisi bangsa untuk membangun kesejahteraan yang lebih tinggi bagi rakyat seleruhnya. Di samping itu menyediakan posisi tawar (leverage) yang bernilai bagi diplomasi Indonesia dan hubungan internasionalnya. Pemantapan Nilai Kejuangan TNI juga penting untuk menghadapi read more .....

Sep 21

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Pendahuluan Makalah ini disajikan sesuai permintaan ASTER Panglima TNI dalam rangka penyelenggaraan Silaturahmi Panglima TNI dengan para Sesepuh dan Generasi Penerus TNI pada tanggal 21 September 2006 di Markas Besar TNI-AL Cilangkap, Jakarta. Mengapa Pemantapan Nilai-Nilai Kejuangan TNI perlu dilakukan Negara Republik Indonesia sedang dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan. Meskipun sejak tahun 1998 dilakukan Reformasi, namun keadaan setelah Reformasi tidak bertambah baik dibandingkan sebelumnya. Selain negara ditimpa berbagai bencana alam yang dahsyat akibatnya serta amat merugikan kehidupan rakyat, juga berbagai perkembangan sebagai akibat olah manusia telah menimbulkan keadaan yang justru menyengsarakan rakyat. Salah satu perkembangan bangsa yang amat mengkhawatirkan adalah usaha golongan tertentu yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Keadaan nasional yang kurang menguntungkan diperberat oleh perkembangan internasional yang juga banyak menimbulkan dampak negatif bagi read more .....

May 1

By Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 1 May 2006 The significance of East Asia in international security First must be clarified what is here meant by East Asia. In this article East Asia is considered to be that part of the world which includes the following nations. In North East Asia are Japan, Russia, China, North and South Korea, Mongolia, while South East Asia includes Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Myanmar, Cambodia, Laos, Vietnam, Brunai Darussalam and the Philippines. Since the early 20th century East Asia had played a significant role in international security. Although during the First World War (1914-1918) East Asia was only slightly touched by war events, but the Japan-Russian War (1904-1905) brought important changes in international politics. Japan’s victory became a cause for the rise of nationalism in colonized nations and their struggle for liberation and independence. East Asia became an important zone of war in the Second World War (1939-1945). Japan’s early successes after it entered the read more .....

Mar 12

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 12 Maret 2006 Pendahuluan Dalam perkembangan umat manusia tampak dan terasa sekali bahwa hubungan antara bagian dunia satu sama lain makin dekat. Meskipun pengertian Negara-bangsa (nation state) mengalami perubahan sebagai akibat dari hubungan yang makin dekat itu, namun ia tetap menjadi aktor utama dalam hubungan internasional [1]. Memang Negara-bangsa tidak dapat lepas dari makin besarnya pengaruh yang timbul dari segala perkembangan yang terjadi di dunia. Hal ini mempengaruhi hubungan internasional (foreign relations) yang dilakukan setiap Negara-bangsa. Meskipun pengertian globalisasi (globalization) memperoleh konotasi tertentu yang kurang baik[2] , namun dalam kenyataan memang terjadi satu proses globalisasi, yaitu merapatnya kehidupan umat manusia. Komunikasi yang makin canggih dan maju, dipicu oleh perkembangan teknologi elektronika dan teknologi informasi yang makin cepat dan luas, memungkinkan orang di bagian dunia yang satu berhubungan secara efektif dengan orang lain di bagian read more .....

Mar 6

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Jakarta, 6 Maret 2006 Pendahuluan Negara mana pun memerlukan angkatan bersenjata yang kuat dan efektif untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatannya. Hal itu pun berlaku dalam era globalisasi yang mendekatkan negara satu dan lainnya. Untuk itu pemerintah dan rakyat negara itu menyusun angkatan bersenjata yang diperlukan. Angkatan bersenjata terwujud dari kombinasi yang tepat dan harmonis dari unsur manusia atau personil dengan peralatan serta persenjataan atau materiil. Baik unsur personil maupun unsur materiil perlu dalam kondisi yang baik agar dapat menghasilkan kemampuan pertahanan yang diperlukan. Namun demikian, unsur personil masih lebih penting dijamin mutunya karena ialah yang menggunakan dan mengendalikan unsur materiil. Ada yang mengatakan bahwa satu saat tidak diperlukan unsur personil ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian maju sehingga segala gerak dan jalan unsur materiil dapat dilakukan dengan peran robot. Akan tetapi hal itu masih akan jauh read more .....

Feb 2

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Mantan Gubernur Lemhannas DAPAT diperkirakan, tiap orang yang ingin Indonesia aman, maju, dan sejahtera, menyadari pentingnya faktor saling percaya dalam masyarakat. Juga diinginkan agar rasa saling percaya dalam masyarakat Indonesia itu cukup kuat. Saling percaya antara warga masyarakat tidak hanya penting untuk kohesi sosial, tetapi juga amat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas. Dalam kenyataannya, faktor saling percaya amat sulit ditemukan dalam kehidupan bangsa. Bahkan pandangan obyektif harus mengatakan, kehidupan masyarakat dipenuhi kecurigaan. Hal ini sudah lama meliputi kehidupan bangsa. PADA era Presiden Soekarno tahun 1950-an, faktor saling percaya dalam masyarakat amat terganggu oleh perkembangan politik. Warga masyarakat yang setia kepada Pancasila amat prihatin melihat komunis berkiprah lagi di arena politik, meski telah berkhianat dengan pemberontakan Madiun tahun 1948. Sebaliknya, mereka yang berpihak kepada komunis mengatakan, makin banyak orang Indonesia dipengaruhi AS read more .....