January, 2011 | Sayidiman Suryohadiprojo
Jan 22

Sayidiman Suryohadiprojo Masyarakat AS, khususnya kaum pendidik dan terutama para ibu, digegerkan oleh buku Battle Hymn of the Tiger Mother yang baru terbit. Buku yang ditulis Amy Chua seorang professor hukum di Universitas Yale menuturkan pendapat penulisnya tentang bagaimana seorang ibu harus mendidik anaknya. Pendidikan itu harus keras, kuat menanamkan disiplin dan tanpa ampun dalam menumbuhkan kemampuan. Ia gambarkan bagaimana ia mengharuskan puteri-puterinya belajar main piano berjam-jam lamanya. Juga keras dalam membentuk sikap dan kepribadian, seperti melarang pergi malam, lama menonton TV, dan banyak lagi hal yang biasa diidzinkan ibu Amerika. Anaknya harus mendapat nilai-nilai tertinggi dalam pelajaran apa saja dan selalu mengusahakan mencapai peringkat terbaik di sekolah. Buku itu mengundang reaksi ramai yang menilai Amy Chua seorang ibu tanpa cinta kasih kepada anaknya, bahkan menyebutnya monster. Akan tetapi di pihak lain timbul rasa khawatir bahwa cara mendidik ini atau cara mendidik ibu China akan menjadikan China read more .....

Jan 20

Sayidiman Suryohadiprojo Kurang perhatian terhadap KA. Selama menjadi bangsa merdeka Indonesia tidak pernah melakukan usaha serieus dalam pembangunan kereta api (KA). Jaringan KA tidak banyak berubah dari yang warisan penjajahan Belanda, bahkan berkurang karena banyak hubungan yang dulu ada sekarang ditiadakan. Dulu ada hubungan KA antara Semarang dengan Blora dan Rembang, antara Banjar (Ciamis) dengan Pengandaran, antara Bandung dengan kota-kota di Bandung Selatan, antara Yogya dengan Magelang, antara kota-kota di pulau Madura, di luar Jawa ada hubungan Makassar dengan Pare-pare, dan masih banyak lagi. Itu semua sekarang tidak ada. Sebaliknya belum pernah ada penambahan jaringan KA selama Indonesia merdeka. Juga kualitas KA tidak meningkat sebanding dengan perkembangan teknologi perkeretaapian. Bahkan tidak lebih baik dari kualitas masa pepnjajahan. Dulu ada KA Eendaagsche yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya tidak lebih dari 12 jam, dengan melalui Purwokerto-Yogya-Solo-Madiun pada siang hari; berangkat masing-masing dari read more .....

Jan 7

Sayidiman Suryohadiprojo Pada tutup tahun 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa pemerintahnya akan membangun ekonomi Indonesia sehingga dalam 4-5 tahun mendatang Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 1 trilyun atau sekitar Rp 9.000 trilyun, dibandingkan PDB sekarang yang Rp 7.000 trilyun. Kemajuan itu akan dicapai melalui penggunaan sistem Ekonomi Terbuka yang diuraikan sebagai satu sistem ekonomi yang mengutamakan peran pasar, sekalipun peran Pemerintah tetap besar. Pernyataan Presiden SBY ditambah oleh Menko Perekonomian Ir. Hatta Rajasa yang mengatakan bahwa pada tahun 2025 PDB Indonesia akan mencapai USD 3,7 – 4,7 trilyun dengan penghasilan per capita USD 12 – 16 ribu. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi mencapai 7 – 8 prosen dan PDB menjadi USD 1 – 1,2 trilyun pada tahun 2014. Semua pernyataan para pemimpin Negara ini sangat menyenangkan dan menambah harapan terhadap masa depan bangsa. Namun agak aneh bahwa tidak dijelaskan hubungan Ekonomi Terbuka dengan sistem ekonomi yang ditetapkan UUD read more .....