October, 2002 | Sayidiman Suryohadiprojo
Oct 30
What We Need Is Leadership
Admin | 10 30th, 2002 | Opini | No Comments »

By Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, October 2002 Drs. Kwik Kian Gie, minister for National Development Planning and chairman of Bappenas, has surprised many people when he strongly suggested that Indonesia should terminate its relationship with IMF at the end of 2002. In fact, this is not the first time that Kwik has expressed his dissatisfaction of IMF. But that he would do it as a member of President Megawati’s cabinet, is something that causes surprise. Because it is public knowledge that Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, the coordinating minister for economic, financial and industrial affairs, is a staunch defender of Indonesia’s relations with IMF. In Indonesia Kwik is not alone in his negative opinion of IMF. Dr. Rizal Ramli, economic coordinating minister and minister of finance in the former Abdurrahman Wahid’s cabinet, shares this view. And so are other economists, many of them having important positions in Indonesian public life. But on the other side Dorodjatun has also friends who share his views. Some read more .....

Oct 25

The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 10/25/2002 12:00 AM Sayidiman Suryohadiprojo, Former Governor, National Resilience Institute (Lemhanas), Jakarta It is clear that Indonesia as a nation state is the biggest loser in the Bali tragedy. It all happened because of the ineffectiveness of the security services who were not able to detect or prevent the tragedy. Thereafter, the security services have been slow to come up with credible proof and evidence of the initiators and the actors in the bombing, leading to a lot of speculation over the whole affair. Many in the West, in particular in the U.S. and Australia, have expressed their astonishment about these speculations and wonder why Indonesia does not just accuse ""Arab terrorism"" or al Qaeda operatives. For Indonesians, it has not been easy to accept such accusations. In recent years, trouble has not only come from Muslim radicals. There has also been the bad experience of western intervention for a long time, as documented by the late Indonesianist George M. read more .....

Oct 5

Bahan Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR-RI Sayidiman Suryohadiprojo, Let.Jen.TNI (Purn) PENDAHULUAN Dalam evolusi umat manusia ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperoleh tempat yang penting. Khususnya perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan angkutan telah memberikan dampak yang besar sekali kepada kehidupan umat manusia. Dampak itu telah menjadikan dunia semakin kecil dan mendatangkan apa yang dinamakan Era Globalisasi. Globalisasi memaksa semua bangsa di dunia untuk bekerja sama lebih banyak dan lebih erat satu sama lain. Bangsa yang mengabaikan itu harus membayar mahal untuk kecerobohannya. Akan tetapi pada saat sama globalisasi mengharuskan setiap bangsa sanggup bersaing lebih kuat terhadap bangsa lain untuk menciptakan kemitraan yang seimbang. Kalau daya saing satu bangsa kurang, maka akibatnya adalah bahwa hubungannya dengan bangsa lain menjadi kurang seimbang. Dipengaruhi oleh kemajuan umat manusia itu, maka semua bangsa menginginkan kesejahteraan yang lebih tinggi. Karena itu semuanya mengusahakan read more .....

Oct 5

Sayidiman Suryohadiprojo Hubungan Indonesia dengan Singapore mengalami gangguan serius akibat ucapan Menteri Senior Lee Kuan Yew secara terbuka bahwa di Indonesia para dalang terrorisme masih berkeliaran secara bebas, sehingga menimbulkan ancaman latent bagi keamanan Singapore. Reaksi yang timbul di pihak Indonesia terhadap ucapan terbuka itu tidak hanya diberikan oleh Pemerintah, tetapi juga kalangan masyarakat mengeluarkan tanggapan yang keras terhadap pernyataan itu. Bahkan terjadi demonstrasi di depan kedutaan besar Singapore di Jakarta, disertai pembakaran bendera Singapore dan boneka yang menggambarkan pribadi Lee Kuan Yew. Reaksi balasan dari pihak Singapore telah dinyatakan oleh menteri luar negerinya yang tidak mengerti mengapa ada reaksi demikian pada pemerintah Indonesia. Katanya, bukti telah cukup untuk mengambil tindakan terhadap Abu Bakar Basyir dan Hambali, tetapi itu tidak dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Reaksi tanggapan itu menimbulkan kembali jawaban pihak Indonesia bahwa sejak terjadi Reformasi pemerintah read more .....