May 13

Sayidiman Suryohadiprojo Kelas Menengah di Indonesia menjadi golongan yang makin menonjol. Pada tahun 2015 diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 170 juta orang atau 70% penduduk Indonesia. Pasti golongan ini menjadi konsumen yang besar jumlahnya sehingga merupakan pasar penting di Asia setelah China dan India. Maka dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2016 amat menentukan apakah pasar itu mengkonsumsi produk buatan Indonesia atau buatan luar negeri, baik negara Asean lainnya, China atau negara lain dunia. Sebab itu perlu diusahakan agar Kelas Menengah itu tidak hanya berperan penting bagi Konsumsi tetapi juga dalam Produksi. Indonesia harus mampu menghasilkan produk-produk yang kuat bersaing dengan produk impor, agar Kelas Menengah membeli produk dalam negeri jauh lebih banyak dari pada produk impor. Juga harus mampu menghasilkan jasa (services) yang bermutu, khususnya kesehatan, agar orang-orang Indonesia tak merasa perlu berobat ke luar negeri dalam jumlah besar seperti sekarang ini terjadi. Untuk read more .....

May 3

Sayidiman Suryohadiprojo, Letnan Jenderal TNI (Purn)   Birokrasi Bermutu Untuk Kemajuan Negara dan Bangsa Yang dimaksudkan dengan Birokrasi dalam tulisan ini adalah Birokrasi Pemerintrah, yaitu organisasi yang menjadi aparat Pemerintah untuk menjalankan fungsi pemerintahannya. Sudah lama diserukan berbagai pihak agar Birokrasi ditingkatkan mutunya. Tanpa Birokrasi yang bermutu mustahil Pemerintah menjalankan fungsinya membawa NKRI mewujudkan Masyarakat Adil, Maju dan Sejahtera berdasar Pancasila. Namun hingga kini belum terwujud keinginan itu sehingga rakyat seringkali mengalami keadaan yang amat menyulitkannya. Tinggiya tingkat korupsi di Indonesia tidak lepas dari kondisi Birokrasi yang buruk. Selain itu Birokrasi yang kurang bermutu juga sangat menurunkan Daya Saing Negara, sebagaimana sekarang kita alami. Tidak mustahil bahwa keadaan demikian akibat dari kebijakan yang salah oleh Pemerintah yang dipimpin kaum politik.. Padahal dengan Birokrasi bermutu dapat dinetralisasi berbagai kelemahan Pemerintah secara efektif. read more .....

Apr 5

Sayidiman Suryohadiprojo PERADABAN INDONESIA Adalah wajar apabila satu bangsa berdasarkan kebudayaannya berusaha membangun peradaban bangsa itu. Yang dimaksudkan dengan peradaban ( Bhs Inggeris : civilization, Bhs Belanda beschaving) menurut Encyclopedia Americana adalah segala perkembangan manusia dalam penguasaan pengetahuan dan kecakapan yang mendorongnya untuk mencapai perilaku yang luhur. Dan peradaban bersumber pada kebudayaan yang menurut ilmu antropologi adalah seluruh perilaku manusia sebagai hasil pelajaran (learned behavior yang berbeda dari instinctive behavior). Hal ini meliputi keseluruhan pemikiran dan benda yang diciptakan manusia dalam perkembangan sejarahnya. Kebudayaan adalah pola berpikir dan berbuat yang terjadi dalam kehidupan satu bangsa dan yang membedakannya dari kelompok atau bangsa lain. Timbul pertanyaan : apakah kita berhak atau patut bicara tentang peradaban Indonesia ? Sebab sejak kemajuan menonjol dunia Barat yang terjadi setelah Renaissance yang membuat manusia Barat makin mampu menguasai ilmu read more .....

Feb 29
CARA PERANG NEOCORTEX
Admin | 02 29th, 2016 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Cara Perang Neocortex (Neocortical Warfare) adalah cara perang tanpa penggunaan kekerasan. Jadi menyimpang dari definisi perang yang diberikan Von Clausewitz, yaitu Perang adalah tindakan kekerasan untuk memaksa musuh tunduk kepada kehendak kita. Lebih sesuai dengan pernyataan Sun Tzu , yaitu panglima perang yang unggul adalah ia yang dapat menundukkan musuhnya tanpa menggunakan pertempuran. Berkembangnya pemikiran ini dipicu oleh kemajuan Iptek, khususnya dalam biologi dan psikologi. Orang berpikir bahwa inti Perang adalah menundukkan kehendak musuh sehingga mau mengikuti kehendak penyerang, tidak melawan atau mempersulit keinginannya. Untuk menundukkan kehendak musuh yang penting adalah menundukkan kehendak pemimpin musuh tanpa harus berperang secara nyata. Kalau pemimpin mau tunduk, ia tidak akan membawa pengikutnya untuk melawan penyerang. Bahkan ia akan mengikuti kehendak penyerang. Dan menundukkan kehendak pemimpin musuh tidak harus dengan tindakan kekerasan. Malahan penggunaan tindakan kekerasan read more .....

Jan 7

Sayidiman Suryohadiprojo MENJADIKAN PANCASILA KENYATAAN Sudah menjadi pengetahuan kita ketika mempersiapkan kemerdekaan bangsa, bahwa Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 harus mempunyai Dasar (Weltanschauung) untuk dapat berdiri sampai ke akhir zaman. Kemudian Bung Karno mengusulkan Pancasila sebagai Dasar Negara, yaitu nilai-nilai yang beliau gali dari akar kehidupan bangsa. Usul Bung Karno itu diterima dan sejak 18 Agustus 1945 dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Maka satu tujuan penting dalam kita bernegara Republik Indonesia adalah menjadikan Dasar Negara Pancasila kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Seperti dikatakan Bung Karno, Pancasila kalau diperes menjadi Trisila dan kalau terus diperes adalah Gotong Royong. Dan memang kehidupan asli bangsa Indonesia bersifat gotong royong; Gotong Royong adalah kepribadian bangsa Indonesia. Maka itu berarti bahwa untuk menjamin kelestarian Republik Indonesia sampai ke akhir read more .....

Dec 2

Sayidiman Suryohadiprojo Kesjahteraan Untuk Seluruh Rakyat Pancasila sebagai Dasar Negara mengharuskan terwujudnya Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dalam Keadilan Sosial itu faktor Kesejahteraan pegang peran utama; dengan kesejahteraan yang tinggi mutunya dan meluas ke seluruh mayarakat Rakyat akan hidup makmur dan tenteram. Oleh sebab itu adalah kewajiban penting bagi setiap pemerintah yang mengendalikan NKRI untuk selalu berusaha mewujudkan kesejahteraan yang tinggi dan adil merata. Keadaan masyarakat yang sejahtera turut menjamin Keamanan Nasional. Kesejahteraan bagi seluruh Rakyat dan Wilayah Indonesia menimbulkan kepuasan dalam hidup bangsa, bahkan menimbulkan kebanggaan bagi setiap orang menjadi bagian bangsa Indonesia. Makin sempit peluang bagi mereka yang mau ajak orang Indonesia untuk memisahkan diri dari NKRI dan melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan pemerintah RI. Gerakan seperti ISIS dengan sikapnya yang radikal Islam dan berusaha memperlebar pengaruhnya di Indonesia akan menghadapi penolakan dari read more .....

Oct 15

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn)[1] FUNGSI TERRITORIAL Yang dimaksudkan dengan Fungsi Teritorial TNI adalah fungsi TNI untuk memperoleh manfaat maksimal atau memobilisasi potensi dan kekuatan Wilayah guna dihadapkan kepada pihak-pihak yang mengancam atau mengganggu kedaulatan Negara Republik Indonesia dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Di antara berbagai potensi dan kekuatan yang terdapat di Wilayah, faktor Rakyat merupakan yang utama. Bahkan melalui faktor Rakyat dapat dimaksimalkan hasil memperoleh manfaat dari berbagai potensi dan kekuatan Wilayah lainnya. Oleh sebab itu pelaksanaan Fungsi Teritorial TNI sangat dipengaruhi, bahkan ditentukan, oleh sikap TNI terhadap Rakyat, baik Rakyat yang dihadapi unsur-unsur TNI dalam pelaksanaan tugasnya maupun Rakyat pada umumnya. Dengan Fungsi Teritorial yang dilaksanakan semestinya Rakyat menjadi kekuatan penting untuk menggagalkan semua maksud pihak-pihak yang hendak merugikan dan mengganggu kehidupan Bangsa dan Negara RI. Pelaksanaan tugas TNI, baik unsur-unsur TNI read more .....

Aug 22

Sayidiman Suryohadiprojo MENJADIKAN PANCASILA KENYATAAN Satu tujuan penting dalam kita bernegara Republik Indonesia adalah menjadikan Dasar Negara Pancasila kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bung Karno berkata, Pancasila kalau diperes adalah Gotong Royong. Maka menjadikan Pancasila kenyataan berarti membangun Masyarakat Gotong Royong . Namun pada waktu ini sifat gotong royong dalam masyarakat Indonesia sudah tidak ada, lenyap karena perbenturan dengan bangsa-bangsa lain dan khususnya karena penjajahan begitu lama oleh bangsa Barat. Maka bangsa Indonesia yang sudah 70 tahun merdeka perlu membangun kembali sifat gotong royong dalam kehidupannya. Harus ada perubahan mental yang membuat Manusia Indonesia bersifat gotong royong. Hakekat Pancasila adalah hidup dalam Kebersamaan. Kita sebagai manusia Indonesia beda satu sama lain, tetapi pada saat sama kita satu karena hidup dalam Kebersamaan. Maka Masyarakat Gotong Royong hidup dalam harmoni Perbedaan-Kesatuan, yaitu Kebersamaan dan Kekeluargaan. Maka Manusia Indonesia read more .....

Jun 10

Sayidiman Suryohadiprojo Penetapan Panglima TNI tahun ini membuat saya terkejut karena merupakan tanda kurang perhatian terhadap tradisi yang sudah dibangun dengan tidak mudah di masa lampau. Dengan begitu wewenang berupa hak prerogatif telah digunakan kurang arif. Pada tahun 1970 Presiden Soeharto yang merangkap Menteri Perrtahanan-Keamanan (Menhankam) memutuskan perlunya kebijaksanaan untuk mengakhiri kurangnya harmoni di antara TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan Kepolisian yang sejak tahun 1964 secara keseluruhan diberi sebutan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Meskipun disatukan dalam sebutan ABRI, Presiden Soekarno menetapkan empat angkatan itu dikelola oleh kementerian sendiri-sendiri yang Menterinya merangkap sebagai Panglima Angkatan. Jadi ada Kementerian TNI-AD yang dipimpin seorang Menteri Panglima TNI-AD, demikian pula Menteri Panglima TNI-AL, Menteri Panglima TNI-AU dan Menteri Panglima AK. Karena masing-masing bersifat kementerian, maka tiap Angkatan dapat menyusun organisasinya secara independen. Kementerian read more .....

Jun 2

Sayidiman Suryohadiprojo Bangsa Indonesia dihinggapi berbagai kelemahan mental yang dampak negatifnya sangat merugikan. perbuatan jahat malahan satu kebodohan. Salah satu kelemahan mental adalah sikap yang dinamakan Munafik atau Hipokrit. Sikap Munafik itu sedang merupakan ciri yang luas terdapat dalam masyarakat Indonesia. Pertama kita melihat sikap Munafik itu jelas sekali dalam menghadapi Pancasila sebagai Dasar Negara RI. Hampir tidak ada yang beda pendapat bahwa Dasar Negara RI adalah Pancasila. Maka sebenarnya bagian terbanyak bangsa Indonesia harus hidup berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Akan tetapi dalam kenyataan bagian terbanyak bangsa Indonesia tidak melakukan itu, bahkan dalam banyak hal hidup bertentangan dengan nilai-nilai itu. Termasuk para pemimpin-pemimpinnya, dan tidak hanya orang yang memang tidak setuju dengan Pancasila sebagai Dasar Negara yang tidak banyak jumlahnya. Sudah lama orang-orang yang memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia mengatakan bahwa bangsa ini mempunyai Dasar Negara yang luhur sekali. Akan read more .....