Meningkatkan Mutu Amal Perbuatan Ummat

Posted by Admin on Saturday, 9 December 2000 | Opini

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo

Dalam kehidupan ummat manusia sekarang faktor mutu sangat besar perannya. Meskipun faktor jumlah juga penting, namun terbukti bahwa faktor mutu menjadi lebih dominan . Perkembangan ini berpengaruh kepada eksistensi ummat Islam Indonesia yang sekarang dikenal sebagai golongan yang terbanyak dalam keseluruhan penduduk Indonesia. Karena jumlah ummat Islamnya, maka Indonesia menjadi negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia. Karena dua hal itu maka kondisi ummat Islam Indonesia berpengaruh besar kepada bangsa Indonesia secara keseluruhan dan sekali gus juga kepada kondisi dan perkembangan ummat Islam pada umumnya.

Namun dengan jumlah yang banyak itu ummat Islam Indonesia tidak dengan sendirinya memberikan dampak positif. Diperlukan mutu yang cukup berbobot agar jumlah yang banyak itu berdampak demikian. Sebaliknya, apabila mutu ummat Islam Indonesia kurang berbobot jumlah yang besar itu belum tentu dapat menyamai, apalagi mengungguli, perkembangan dan kondisi pihak lain yang jauh lebih kecil jumlahnya. Bahkan kalau mutu itu sangat rendah justru merugikan perkembangan bangsa Indonesia dan ummat Islam dunia. Oleh sebab itu kita wajib mengusahakan agar mutu ummat Islam Indonesia terus meningkat dan makin berbobot.

Apakah kita menyangsikan mutu ummat Islam Indonesia ? Kalau kita memperhatikan kondisi bangsa Indonesia dewasa ini patut kita berpikiran begitu. Sebab bangsa kita menunjukkan sikap dan perbuatan yang kurang mendukung terwujudnya kehidupan yang maju dan sejahtera. Karena ummat Islam merupakan jumlah terbesar dalam keseluruhan bangsa maka dengan sendirinya sikap dan perbuatan yang kurang mendukung itu adalah juga sikap dan perbuatan ummat Islam.

Yang dimaksudkan dengan sikap dan perbuatan yang kurang mendukung adalah antara lain rendahnya mutu disiplin dan pengendalian diri. Kita saksikan kekurangan ini di mana-mana, terutama di jalan raya yang lalu lintasnya serba semau gue. Padahal disiplin adalah syarat mutlak bagi setiap usaha yang hendak mencapai prestasi tinggi. Tanpa disiplin tidak mungkin ada prestasi belajar yang tinggi. Setiap usaha untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara efektif harus didukung disiplin kuat dan tidak cukup hanya karena ada kecerdasan berpikir yang tajam. Disiplin dan kendali diri juga diperlukan untuk meraih prestasi olahraga yang tinggi, demikian pula untuk menghasilkan berbagai macam seni yang bermutu.

Di samping itu sekarang rasanya begitu sukar untuk dapat mempercayai orang lain. Bahkan kawan dekat tega menipu. Itu disebabkan karena bersikap jujur tidak lagi menjadi tata nilai yang dianggap penting. Yang lebih dianggap penting nampaknya asal dirinya mendapat keuntungan terbesar. Dalam masyarakat yang saling kepercayaan rendah tingkatnya tidak mungkin dibentuk Modal Sosial. Padahal Indonesia dulu selalu mendengungkan Sikap Gotong Royong. Bangsa Indonesia dan ummat Islam juga sukar untuk bersatu, malahan cenderung lebih suka bertikai satu sama lain. Inipun tanda rendahnya modal sosial. Tanpa modal sosial yang memadai sukar terwujud kesejahteraan.

Juga kesungguh-sungguhan dalam menjalankan kehidupan sukar ditemukan. Ada kecenderungan untuk bersikap Asal Jadi. Tidak ada cukup keuletan dan dedikasi untuk mengejar hal yang terbaik. Akibatnya adalah bahwa banyak hal di Indonesia bersifat semu atau bahkan kropos. Itu sebabnya kita begitu sukar keluar dari Krisis Ekonomi. Juga hal itu merupakan salah satu sebab Reformasi lebih banyak bersifat semboyan dari pada kenyataan. Manusia Indonesia suka dan pandai berteori dan membuat konsep. Akan tetapi amat lemah dalam melaksanakan dan mengimplementasikan teori dan konsepnya sendiri yang bagus itu. Kemudian kalau tidak berhasil seperti yang dikehendaki, mudah sekali mencari kambing hitam atau alasan.

Tidak cukup ruang untuk mengutarakan berbagai sikap dan perbuatan yang kurang mendukung dan bahkan merugikan diri sendiri itu. Anehnya adalah bahwa sejak tahun 1980-an nampak satu kemajuan besar dalam pelaksanaan ritual Islam di Indonesia. Makin banyak ummat yang melaksanakan ibadah haji serta setiap hari Jumat mesjid di mana-mana penuh. Bahkan ruangan kantor dipakai sebagai tempat sholat Jumat. Dalam bulan Ramadhan tidak mudah menemukan ummat yang tidak berpuasa. Selain itu terjadi peningkatan kesadaran menjadi Muslim dan tumbuhnya kebanggaan akan hal itu. Jadi dilihat dari sudut ritual ummat Islam Indonesia mengalami kemajuan yang penting. Kalau begitu mengapa sikap dan perbuatan begitu banyak yang kurang mendukung dan boleh dikatakan bertentangan dengan sikap dan perbuatan seorang Muslim yang iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal ini menunjukkan kenyataan bahwa kita baru pada tahap pengejaran jumlah dan belum pada faktor mutu. Selama hal ini tidak kita perbaiki tentu kita selalu kurang mampu menghasilan posisi yang setara dengan pihak dan bangsa lain; kita tidak mempunyai daya saing dalam banyak bidang terhadap bangsa lain.

Inilah tantangan yang dihadapi ummat Islam Indonesia dan terutama para pemimpinnya. Sebab adalah terutama faktor kepemimpinan yang dapat memperbaiki kekurangan ini, sebagaimana dulu juga ditunjukkan oleh kepemimpinan Nabi Besar kita Mohammad S.A.W. Nampaknya sekarang banyak pemimpin kurang tertarik atau bergiat dalam usaha peningkatan mutu amal perbuatan ummat. Padahal dalam jangka panjang justru hal ini yang akan menentukan posisi ummat Islam Indonesia khususnya dan ummat Islam dunia pada umumnya.

Kepemimpinan perlu memberikan tauladan dan pendidikan yang secara terus menerus mengajak ummat untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan ajaran agama kita yang benar. Melaksanakan ritual agama tetap penting, tetapi juga penting untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan yang diucapkan dan dipikirkan dalam ritual itu. Tidak hanya taat menjalankan sholat lima waktu dalam sehari, tetapi juga selalu patuh dan disiplin terhadap segenap ketentuan dan peraturan yang berlaku bagi kepentingan masyarakat. Dan adanya kesediaan serta kemampuan mengendalikan diri, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Tidak hanya menjalankan ibadah puasa secara sabar dan sungguh-sungguh, tetapi juga bersikap sabar, ulet, tekun dan sungguh-sungguh dalam menjalankan setiap pekerjaan. Dengan selalu bersemboyan untuk senantiasa menghasilkan yang terbaik.

Sebab itu kita menyerukan kepada para pemimpin ummat untuk lebih banyak memberikan perhatian kepada peningkatan mutu amal perbuatan tanpa mengurangi pemikiran yang bermutu pula. Dakwah Islam hendaknya difokuskan kepada hal itu. Semoga dengan begitu ummat Islam Indonesia tidak saja berjumlah besar, tetapi juga bermutu tinggi.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post