Kerja Keras Dan Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa

Posted by Admin on Monday, 8 June 2009 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

Jakarta, 8 Juni 2009

Dalam tulisan saya Desa Sebagai Inti Kekuatan Negara saya nyatakan bahwa kita sebagai bangsa harus amat memerhatikan hukum Ekologi yang menyatakan bahwa Eko-sistem yang lebih tertata menyedot segala sumberdaya yang ada pada Eko-sistem yang kalah tertata.

Kita harus membangun Desa menjadi Eko-sistem yang tidak kalah tertata dari Kota, membuat NKRI dan bangsa Indonesia Eko-sistem yang tidak kalah tertata dan menjadi kuat, maju, produktif seperti negara maju.

Sekarang penting bagi kita menentukan kunci bagi usaha kita itu sehingga benar-benar membawa bangsa Indonesia kepada Tujuan Perjuangannya. Dalam hubungan itu dapat kita baca di harian The New York Times tanggal 6 Juni 2009 tulisan Nicholas D. Kristof dengan judul Rising Above IQ. Dalam tulisan itu Kristof menunjukkan bahwa di masyarakat AS sekarang menonjol kehidupan tiga golongan yang melebihi dari yang lain, yaitu golongan WN AS berasal dari Asia (Asian Americans), golongan Yahudi, dan golongan WN AS orang hitam yang berasal dari Hindia Barat (West Indian Blacks like General Collin Powell).

Sebenarnya tiga golongan ini bukan golongan orang yang lebih baik atau sempurna dilihat dari sudut keturunan. Malahan dulu selalu dikatakan bahwa golongan Orang Putih adalah superior dalam berbagai hal, termasuk dalam IQ dan prestasi kerja. Akan tetapi sekarang terbukti hal demikian tidak benar lagi. Seperti kenyataan bahwa sekitar 20 % mahasiswa Universitas Harvard yang tersohor adalah WN Asia-Amerika, khususnya keturunan Tionghoa. Juga golongan Hitam asal Hindia Barat jauh lebih baik prestasinya dari WN Afrika-Amerika. Dalam hal pendidikan mereka unggul dan penghasilan rumah tangga mereka sekitar 30% lebih tinggi dari WN Afrika-Amerika. Sedangkan golongan Yahudi memang sudah menonjol lama : sekitar 30% Peraih Hadiah Nobel AS adalah orang Yahudi.

Hasil studi menemukan bahwa itu semua menunjukkan bahwa Pembinaan lebih penting dari Keturunan (Nurture is far more important than Nature). Sebab ternyata hasil yang diperoleh tiga golongan berkat sikap hidup mereka yang rajin dan gigih (Drive) dan perhatian mereka terhadap Pendidikan.

Sikap rajin dan gigih itu selain sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang baik di lingkungan keluarga juga distimulir oleh status mereka sebagai Pendatang atau Imigran. Sebagai Pendatang tidak mungkin mereka survive kalau sikap hidupnya malas dan belum mengungguli penduduk asli. Akan tetapi Pendidikan dan merupakan pengaruh yang paling utama untuk menjadikan orang-orang bersemangat hidup gigih dan rajin. Sedangkan itu semua memerlukan Kepemimpinan yang mengajak dan memotivasi orang untuk bersemangat gigih serta memandang tinggi pada Pendidikan.

Maka kalau kita hendak menjadikan Desa satu Eko-sistem yang maju dan tertata sehingga tidak tersedot sumberdayanya oleh Kota yang lebih tertata, usaha kita harus berfokus pada dua faktor itu, yaitu rakyat di Desa harus mempunyai Semangat Daya Hidup (Struggle for Life) yang kuat dan mereka harus melakukan Pendidikan lebih intensif dan banyak.

Demikian pula kalau kita bangsa Indonesia tidak mau tersedot potensi kekayaan kita oleh bangsa lain, khususnya negara maju, maka bangsa kita harus juga mempunyai Semangat Juang (Drive) yang tidak kalah kuat, sebaliknya malahan lebih kuat, dari semangat hidup bangsa lain. Dan bangsa Indonesia harus amat meningkatkan usaha serta mutu pendidikannya, baik pendidikan di lingkungan Keluarga, pendidikan di Sekolah dan pendidikan di Masyarakat.

Jadi di lingkungan domestik Desa harus jauh lebih kuat dan dapat mengimbangi Kota. Dengan begitu bangsa Indonesia yang bagian terbesar rakyatnya masih tinggal di Desa mempunyai kekuatan dan kemajuan yang lebih merata.

Sedangkan di lingkungan antar-negara bangsa Indonesia harus menonjol Semangat Juang dan Tekad Pendidikannya. Hal itu juga dibuktikan oleh Korea yang juga kembali menjadi bangsa merdeka setelah Perang Dunia 2.

Untuk itu harus makin dihilangkan sifat manja yang menghinggapi banyak orang Indonesia sebagai Manusia Dua Musim sehingga menjadikannya tidak kalah daya hidupnya dari Manusia Empat Musim. Peningkatan kegiatan Olah Raga dapat menjadi sarana baik untuk keperluan itu. Sedangkan untuk peningkatan Pendidikan telah saya tulis dalam banyak makalah yang juga ada dalam blog ini.

Penting sekali peran Kepemimpinan dalam mencapai berbagai tujuan ini. Dimulai dari Kepemimpinan Nasional yang harus mempunyai komitmen tinggi meningkatkan kekuatan Indonesia sebagai Eko-sistem yang tidak kalah dari negara lain, khususnya negara tetangga kita. Kepemimpinan Nasional harus dapat mengajak seluruh Kepemimpinan yang ada di Daerah dan di berbagai Lembaga Negara dan Dunia Swasta, di semua lapisan dan tingkatan organisasi. Melalui sikap, komitmen dan tauladan yang tegas dan jelas Kepemimpinan Bangsa mulai tingkat nasional hingga tingkat terbawah mengajak dan memotivasi seluruh Bangsa untuk menunjukkan Semangat Juang dan Tekad Pendidikan yang tinggi.

Kepemimpinan Nasional harus diukur efektivitasnya dari bukti prestasi yang ditunjukkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI . Demikian pula kepemimpinan di semua tingkatan diukur kemampuannya melalui bukti prestasi yang kongkrit. Tidak menjadi soal apakah seorang Calon Presiden atau Calon Gubernur banyak bicara dan banyak janji, tetapi yang menjadi ukuran adalah apa yang dilakukan setelah bicara dan memberi janji itu.

Hal ini menjadi masalah urgen ketika Malaysia belakangan ini kembali menunjukkan sikapnya yang agresif, arrogan dan menjengkelkan. Sebab sikap Malaysia demikian itu hanya dapat diakhiri kalau Indonesia menjadi Eko-sistem yang lebih kuat dan maju dalam pandangan dan persepsi orang Malaysia. Selama orang Malaysia memandang rendah terhadap kemampuan Manusia dan Negara Indonesia, maka ia akan terus mengganggu untuk menyedot keunggulan kita guna memperkuat dirinya sendiri. Apakah itu dalam masalah kedaulatan wilayah seperti sekarang dengan Ambalat atau mengaku sebagai miliknya berbagai hasil budaya kita seperti batik, senitari dan lainnya.

Maka jelas sekali bahwa yang mendapat tantangan adalah bangsa Indonesia dan khususnya orang-orang yang memegang kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi kenegaraan NKRI. Marilah kita jawab tantangan itu dengan serieus dan efektif serta sukses. Hal ini menjadi amat urgen ketika kita sebentar lagi akan memilih Presiden dan Wakil Presiden RI untuk masa 2009 – 2014.

Semoga hasil pilihan kita membawa bangsa Indonesia pada kondisi yang makin mendekatkan kita pada Tujuan Nasional, yaitu Mewujudkan Masyarakat Adil Makmur berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

RSS feed | Trackback URI

3 Comments »

Comment by reza rahadian
2012-12-17 12:53:29


Terima kasih pada Pak Sayidiman.Tulisan ini menggugah saya untuk terus belajar untuk memperkuat brainpower saya sebagai manusia indonesia .terutama dalam hal ilmu sains dan Matematika .Sebagai pelaut , saya telah menjelajahi banyak negara, terutama Amerika serikat.Saat ini Pemerintah AS menggalakkan minat penduduk AS untuk belajar Ilmu pasti alam (science)terutama Matematika bukan hanya kepada kaum Mahasiswa, tapi juga untuk seluruh penduduk AS dari segala usia.Sepertinya kemampuan Masyarakat AS dalam Sains akan berguna bagi Petahanan AS kelak, sebab program ini didukung sekali secara Finansial oleh DOD ( Department of Defence ) dengan pemberian Beasiswa bagi Mahasiswa dan masyarakat umum yang menggeluti dunia sains dan Keteknikan ( Engineering ).Identik dengan Upaya Pemerintah AS ketika memperbanyak pelatihan penerbang sipil mereka sebelum PD II yang akhirnya membawa akhirnya negara itu pada Kemenangan pada perang dunia ke dua. Terima kasih pak Sayidiman.

 
Comment by PRIHANDOYO KUSWANTO
2009-08-11 06:57:32


Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi bangsa ini ,tetapi hari-hari ini pendidikann menjadi sangat menyesakan bagi kaum miskin dan tidak mampu di negeri ini, karena dengan diberlakukanya BHMN maka genta Neoliberalisme telah kasat mata di jalan kan, lgika berfikir kita di jungkir balikan ,bagaimana tida di satu sisi anggaran APBN diperbesar sampai 20% tetapi rakyat tidak mampu meneruskan pendidikan diperguruan tinggi akibat mahal nya biaya masuk ,puluhan juta bahkan untuk fakultas kedokteran sampai ratusan juta.Bukan nya Negara ini merdeka salah satu tugas nya mencerdaskan bangsa nya??????????

2009-08-12 09:46:31


Sdr. Prihandoyo Kuswanto,
Terima kasih atas komentar. Pendapat Anda ada segi benarnya, tetapi juga kurang benarnya. Memang kita harus terus melawan neo-lib agar tidak menguasai Indonesia. Benar bahwa Negara harus mengutamakan pendidikan. Akan tetapi hal itu tidak lepas dari kemampuan Negara dalam keuangan. Dan mencerdaskan bangsa bukan hanya dengan Pend. Tinggi. Justru yag penting adalah Pend. Dasar & Menengah dan Pend. Keluarga. Peran dari Pend.Kejuruan amat penting, seperti SMK. Syukur bahwa di Indonesia sekarang minat terhadap SMK meningkat. Salam,
Sayidiman S.

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post