SYARAT UTAMA INDONESIA INCORPORATED

Posted by Admin on Friday, 29 June 2012 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

Presiden SBY beberapa hari lalu mengajak untuk melaksanakan Indonesia Incorporated. Ini bukan gagasan baru. Pada akhir tahun 1970-an ketika penulis menjadi duta besar di Jepang hal ini telah diusulkan kepada almarhum Radius Prawiro yang waktu itu menjabat menteri perdagangan. Sumber gagasan itu adalah istilah Japan Incorporated yang waktu itu dilontarkan beberapa orang AS, antara lain E. Vogel dalam bukunya Japan As Number One. Orang-orang AS melihat Jepang waktu itu berperilaku layak satu perusahaan besar dan amat sukar bagi AS untuk menghadapi persaingan Jepang dalam berbagai bisnis, termasuk bisnis otomotif yang tadinya didominasi produsen AS. Orang AS anggap Jepang kuat daya saingnya karena berperilaku seperti perusahaan besar sedangkan di AS pemerintah dan dunia bisnis dua hal terpisah. Orang-orang AS itu menganjurkan pemerintahnya untuk mengambil perilaku sama.

Di Jepang sendiri tidak ada pengertian Japan Inc, tetapi memang ada hubungan erat antara pemerintah dan dunia bisnis. Namun berlaku apa yang dinamakan dalam bahasa Inggeris administrative guidance , yaitu pedoman atau petunjuk yang diberikan pemerintah kepada geraknya dunia bisnis.

Kalau Indonesia atau Presiden SBY mau melaksanakan Indonesia Inc harus dipenuhi syarat-syarat agar dapat konsep itu mencapai tujuannya. Di Jepang administrative guidance dari pemerintahnya berjalan karena ada hal-hal yang mendasari itu.

Pertama, di masyarakat Jepang berlaku sikap hidup atas dasar solidaritas kelompok. Menjadi sifat individu untuk tunduk kepada kelompok, individu melihat harga dirinya tergantung pada nilai kelompoknya dalam masyarakat. Sebab itu individu selalu berusaha agar kelompoknya menempati ranking tinggi dalam masyarakat.

Kelompok bersaing dengan kelompok lain tapi pada saat sama bergabung menjadi kelompok lebih besar. Dalam dunia usaha Mitsui bersaing hebat dengan Mitsubishi, Sumitomo, dan lainnya untuk dinilai sebagai Ichiban atau Number One, tetapi ketika menghadapi dunia bisnis negara lain mereka menyatu dalam Kelompok Jepang yang harus menjadi Number One di dunia internasional. Hal ini berlaku untuk semua aspek masyarakat, tidak hanya di bisnis. Itu sebabnya manusia dan organisasi Jepang secara alamiah kuat sifat patriotiknya, dan dengan begitu juga daya saingnya.

Penulis pernah bertanya kepada seorang pimpinan perusahaan Mitsubishi mengapa dunia bisnis Jepang yang begitu kuat dan maju mau mengikuti administrative guidance yang dikeluarkan birokrasi pemerintah. Jawabnya, kami tahu bahwa para pejabat pemerintah, khususnya yang di kementerian MITI (perdagangan internasional dan industri) dan kementerian keuangan, orang-orang yang cakap-cerdas-patriot. Ketika sekolah kami bersama mereka dan kami tahu mutu mereka yang tinggi. Kami yakin bahwa mereka mengusahakan yang terbaik bagi Jepang dan perekonomian serta bisnisnya. Karena itu kami yakin bahwa mengikuti pedoman mereka juga hal terbaik bagi perusahaan kami.

Jelas di sini bahwa mutu birokrasi amat menentukan di samping mutu perusahaan. Dan mereka secara naluri alamiah bersatu memperjuangkan terbaik bagi Jepang. Memang orang yang lulus sekolah dan masuk jadi anggota birokrasi pemerintah dan perusahaan diseleksi sangat ketat. Bahkan masuk pemerintah lebih selektif dari pada masuk dunia bisnis.

Maka kalau Indonesia Inc mau terlaksana dan berhasil dua syarat utama itu mutlak perlu : mutu birokrasi dan mutu perusahaan dengan personilnya yang telah diseleksi ketat dan sifat patriotik setiap unsur masyarakat yang memperjuangkan yang terbaik bagi Indonesia, khususnya anggota birokrasi pemerintah.

Kita semua tahu bahwa dua hal itu sekarang sukar dicari di Indonesia. Kepemimpinan ekonomi yang sejak 1968 berorientasi ekonomi klassik dan neo-liberal membuat sifat dan perilaku manusia Indonesia amat individualis, bahkan egois, yang memperlakukan patriotisme dan nasionalisme hanya sebagai hal yang enak dibicarakan tanpa perlu menjadi kenyataan. Yang menjadi kenyataan adalah masing-masing mengejar kekayaan materi dan uang terbanyak, tak peduli apa itu merugikan negara dan bangsa.

Selain itu mutu kerja birokrasi pemerintah juga kurang dapat diandalkan. Mungkin saja pejabat-pejabat itu pandai dan cerdas di sekolah, tapi karena kondisi masyarakat individualis maka kurang ada minat terhadap faktor karakter . Sehingga kurang ada usaha untuk prestasi kerja tinggi. Kondisi personil di dunia bisnis juga serupa. Tentu ada perkecualian, ada pejabat patriotik dan bermutu kerjanya. Akan tetapi perkecualian itu selalu minoritas sehingga sukar berdampak pada usaha keseluruhan.

Sebab itu kalau mau laksanakan Indonesia Incorp perlu syarat utama ini ditimbulkan dulu. Kalau tidak maka kembali ini hanya satu academic exercise yang ramai dalam wacana tanpa ada kenyataannya. Dan justru keadaan demikian makin melemahkan Indonesia dalam daya saingnya, bertentangan dengan Indonesia Incorp yang dinamis dan penuh vitalitas.

RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by reza rahadian
2012-12-21 09:04:55


sepertinya kita bisa meniru konsep yang telah dilakukan Amerika yakni konsep Military Industry complex dimana dalam suatu peperangan yang dideklarasikan Amerika dengan negara lain ,ataupun tindakan diplomatik atas negara lain yang dilakukan oleh korps diplomatik AS , disponsori bahkan dibantu pelaksanaannya dilapangan oleh perusahaan swasta AS , sehingga terjadinya sinergi yang baik antara perusahaan AS dan Pemerintah AS dalam Hubungan LN AS dengan lain , baik diplomasi maupun Perang yang juga merupakan wujud lain dan perpanjangan tangan dari diplomasi LN Amerika serikat.Dimana dalam hal ini Perusahaan Amerika mendapat akses untuk perluasan pasarnya sebagai imbalan atas “tugas Patriotiknya , sedangkan Pemerintah AS mendapat bantuan dalam melancarkan tugasnya sebagai Polisi Dunia (Globocop)

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post