NEGARAWAN PANCASILA

Posted by Admin on Friday, 14 December 2012 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

Beberapa hari lalu ada sahabat tanya saya bagaimana keinginan dan harapan saya mengenai Presiden yang akan kita pilih pada tahun 2014. Saya langsung menjawab : Saya harapkan Presiden kita yang akan datang seorang Negarawan yang berjiwa dan bersemangat Pancasila. Negarawan yang tidak hanya memandang Pancasila sebagai satu Ideal dan Filsafah saja, tetapi disertai tekad untuk menjadikan Pancasila satu kenyataan hidup, satu living reality, di Indonesia. Untuk itu kita perlukan seorang Presiden yang negarawan, bukan sekedar seorang pemimpin politik.

Pikiran saya ini didorong oleh kenyataan bahwa sekalipun semua orang Indonesia setuju Pancasila menjadi Dasar NKRI, namun dalam kenyataan amat sukar menemukan implementasinya dalam kehidupan bangsa. Dengan begitu kita mudah sekali dicap sebagai bangsa paling munafik, tidak hanya bangsa yang amat korup.

Makna Pancasila yang utama dan perlu segera terwujud adalah Kesejahteraan Lahir Batin yang tinggi dan merata untuk seluruh Rakyat Indonesia. Kenyataan baru itu akan amat membantu untuk menciptakan kondisi lain yang bersangkutan dengan nilai-nilai Pancasila. Tidak ada keberatan bahwa di Indonesia ada orang kaya milyarder, tetapi itu harus disertai rendahnya jumlah orang miskin dan sempitnya kesenjangan antara kaya-miskin. Itu menggambarkan Harmoni dalam masyarakat Indonesia sebagaimana dikehendaki Pancasila.

Untuk itu perlu diciptakan kesempatan kerja penuh bagi rakyat yang memberikan penghasilan makin baik bagi rakyat seluruhnya. Dengan begitu lambat laun bagian terbesar rakyat menjadi golongan menengah. Hal itu akan sangat mengurangi pengaruh radikalisme dan daya tarik menjadi teroris, juga kesediaan menjadi agen negara asing.

Yang maju dan sejahtera tidak hanya rakyat di kota-kota besar saja, melainkan juga desa-desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi Indonesia sebagai Negara Nusantara itu berarti bahwa baik pertanian maupun perikanan maju dan menghasilkan makanan bagi rakyat secara luas.

Akan tetapi juga pertambangan dan perindustrian maju, khususnya kegiatan industri yang menghasilkan nilai tambah bagi berbagai produk pertanian, perikanan dan pertambangan yang dihasilkan bangsa kita. Dan usaha itu selain dilakukan oleh perusahaan besar swasta dan BUMN juga oleh berbagai Usaha Mikro-Kecil-Menengah yang besar jumlahnya dan menjadi penyedia kesempatan kerja utama dalam masyarakat.

Negarawan Pancasila itu sadar bahwa kesejahteraan harus didukung oleh infrastruktur yang luas dan efektif. Hubungan darat, laut dan udara dapat dilaksanakan dengan makin luas dan efektif, seperti kemampuan untuk secara teratur dan sering menyinggahi setiap pulau yang dihuni orang Indonesia. Juga tersedianya listrik yang memadai, baik bagi sektor industri tetapi juga bagi rakyat yang tersebar di wilayah nasional yang luas.

Kesejahteraan lahir dan batin memerlukan pendidikan nasional yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Menjadikan manusia Indonesia makin cerdas, berkarakter kuat, berbudi pekerti luhur dan mampu berpartisipasi dalam produksi nasional secara efektif. Manusia demikian semoga makin jauh dari perbuatan korupsi dan kuat menolak narkoba.

Kesejahteraan juga mengharuskan adanya usaha Pemerintah untuk menyediakan Jaminan Kesehatan dan Jaminan Sosial lain bagi seluruh rakyat.

Negarawan Pancasila sebagai Presiden RI mempunyai kewibawaan untuk mengajak seluruh masyarakat ikut aktif merealisasikan hal ini, khususnya para pemimpin daerah dan organisasi yang ada dalam masyarakat. Ia cakap menginspirasi semangat dan elan bangsa untuk bersama-sama mewujudkan ini.

Makin tingginya kesejahteraan rakyat memungkinkan rakyat berpartisipasi secara aktif dan bermutu dalam kehidupan demokrasi bangsa. Tidak bisa lagi suara dan haknya dibeli dengan uang, dikelabui atau diintimidasi. Dengan begitu pengertian kedaulatan rakyat, yaitu rakyat berkuasa, makin menjadi kenyataan. Dan keterwakilan seluruh unsur bangsa dapat terjamin. Akan terwujud Demokrasi Pancasila yang menciptakan kepuasan hidup rakyat dan terbentuk percaya diri serta keteguhan hati untuk membelanya.

Hal ini semua menjadikan Kebangsaan Indonesia satu hal yang kongkrit-nyata bagi rakyat umumnya, termasuk mereka yang tinggal di perbatasan Negara yang sekarang lebih melihat kehidupan yang lebih maju-sejahtera di Negara tetangga . Demikian pula bagi rakyat Papua yang sekarang mungkin masih banyak yang bertanya untuk apa ia menjadi bangsa Indonesia. Makin sempit ruang gerak bagi subversi untuk merekrut calon teroris, untuk meracuni masyarakat dengan pikiran yang merugikan bangsa.

Akan tetapi Presiden yang Negarawan Pancasila juga bersikap tegas dalam menindak berbagai pelanggaran, khususnya yang dilakukan mereka yang mau meruntuhkan NKRI dan Pancasila, termasuk penggunaan kekerasan ketika berbeda pendapat dalam soal agama dan sosial lainnya, terhadap para koruptor dan penyebar serta pengguna narkoba.

Indonesia dalam wujud itu akan kuat posisinya dalam masyarakat internasional. Apalagi kalau tingginya kesejahteraan rakyat memungkinkan Pemerintah membentuk revenue makin besar dan dengan itu dapat membiayai perkembangan Tentara Nasional Indonesia sebagai kekuatan pertahanan yang andal harmonis di darat, laut dan udara.

Hasil dari kesejahteraan lahir dan batin yang makin tinggi menjadikan kehidupan bangsa Indonesia makin tinggi tingkat peradabannya. Budaya bangsa yang asli selalu dipelihara dan ditingkatkan mutunya, dan makin dapat dilengkapi dengan peradaban sebagai hasil peningkatan mutu pendidikan, penelitian pengembangan dan berbagai kegiatan masa kini. Masyarakat dunia akan mengenal Indonesia tidak hanya dari keseniannya yang tersohor, seperti tari Bali dan Jawa, musik angklung atau wayang kulit , tetapi juga dari makin banyaknya film dan novel Indonesia bermutu, makin banyaknya penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dari prestasi olahraganya. Tidak aneh kalau nanti ada orang Indonesia mendapat Hadiah Nobel, baik sebagai sastrawan atau ilmuwan, atau menjadi Juara Dunia dalam olahraga.

Namun dengan segala kemajuan itu manusia Indonesia selalu tahu diri, bahwa ini semua dimungkinkan karena perjuangan hidupnya diridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Sebab itu ia sadar bahwa tidak ada tempat bagi arogansi, apalagi kegemaran menggunakan tindakan kekerasan. Sebaliknya selalu diusahakan Harmoni dan Keselarasan, baik dalam hubungan antara berbagai suku dan etnik yang membentuk bangsa Indonesia, antara penganut macam-macam agama, maupun hubungan bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia.

Insya Allah Negarawan Pancasila akan memimpin rakyat Indonesia dalam perjuangan mencapai Tujuan Nasional, Perjuangan Bangsa Yang Tiada Akhir ! Semoga bangsa Indonesia paling lambat pada tahun 2014 memperoleh karunia Allah itu.

RSS feed | Trackback URI

4 Comments »

Comment by priahandoyo
2013-05-29 03:57:06


Aneh kita ini memang munafik . wong jelas kita menjalankan demokrasi kalah menang , demokrasi kuat-kuatan , demokrasi pertarungan , kok masih ngomong toleransi , Toleransi itu sudah pupus , ngak ada itu , Toleransi , gotong royong , teposeliro , berat sama dipikul ringan sama di jinjing , semua sudah terkubur oleh demokrasi pertarungan !!!!

 
Comment by prihandoyo
2013-05-21 05:19:19


jika Pancasila menjadi ideologi berbangsa dan bernegara maka tidak akan muncul Pancasila dijaduikan Pilar , kesesatan berfikir tentang Pancasila itu yang tidak akan melahirkan negarawan Pancasila . jika Pancasila menjadi pedoman semua negarawan maka Setiap pejabat yang disumpah jabatan dari Presiden sampai kepala desa maka detik itu juga loyalitas pada partai harus berhenti dan berganti loyalitas pada Negara , jika partai politik masih menguasai seperti sekarang ini tidak akan mungkin lahir negarawan , apalagi negarawan yang Pancasila

 
Comment by prihandoyo
2013-03-05 00:12:13


Jika Pancasila menjadi Ideologi Negara maka secara otomatis semua pemimpin , dan pejabat negara termasuk DPR beridiologi Pancasila ,jika tidak seperti saat ini sebetul nya telah terjadi pengkhianatan pada Pancasila , kita tidak lagi mengunakan demokrasi “Kerakyatan Ynag di pimpin oleh hikma kebijaksanaan dalam permusyawaran/perwakilan ”
Pemimpin yang mampu bermusyawarah itu adalah yang memahami 1.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap dalam melakukan musyawara selalu berdasarkan pada 2Persatuan Indonesia , Musyawarah harus mempunyai tujuan , 3.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesua dan 4, menyerahkan hasil musyawarah yang selanjut nya bertawakal kepada 4.Ke Tuhan an Yang Maha Esa , jika para pemimpin itu punya ilmu Pancasila tidak akan melakukan caci maki, fitna , korupsi,korupsi , intrik seperti sekarang sedang di prsktekan oleh para politisi sebagai pemimpin bangsa .

 
Comment by prihandoyo
2013-03-05 00:03:10


Jika kita mau memperbaiki negara ini maka harus di dorong oleh rakyat agar ada Undang-Undang yang mengatur pejabat dari Presiden sampai kepala Desa , Jika Pejabat sudah melakukan sumpah maka saat itu juga Loyalitas pada partai harus berhenti dan beralih pada loyalitas pada Negara Bangsa , sebab mereka di Gajih oleh Negara . Tidak perlu lagi ada Fraksi di DPR cukup Komisi , maka tugas partai hanya menyiapkan Kader . maka ketika menjadi Anggota DPR dia sudah menjadi Negarawan .

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post