SIKAP TERRITORIAL TNI

Posted by Admin on Monday, 23 September 2013 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo

TNI Angkatan 1945 memberikan perhatian besar kepada Sikap Territorial. Hal itu tergambar dalam isi Sapta Marga yang dirumuskan pada permulaan 1950-an.Daftar Penilaian yang secara teratur dibuat untuk setiap anggota memberikan tempat penting untuk penilaian Sikap Territorial dari anggota yang dinilai, khususnya yang pangkat Perwira dan Bintara. Hal ini terutama dilakukan dalam TNI-AD, tetapi juga tidak diabaikan dalam TNI-AL dan TNI-AU.

Sikap Territorial dianggap penting sebagai hasil Perang Kemerdekaan dan menguat setelah berbagai pengalaman TNI setelah 1950 serta memperhatikan pengalaman bangsa lain.

Sikap Territorial adalah sikap yang berupa kedekatan tentara dengan Rakyat dan Masyarakat, terutama di daerah tentara itu berada. Kedekatan itu mengandung makna kedekatan fisik dan psikis serta berusaha memahami pikiran dan perasaan Rakyat.Seperti berbicara dengan Rakyat dalam bahasa daerahnya amat mendekatkan tentara kepada Rakyat. Lebih-lebih lagi sikap perbuatan yang mendekatkan kepada Rakyat. Dengan memahami dan menunjukkan perhatian kepada Rakyat, maka Rakyat pun merasa dekat dengan tentara dan cenderung mendukung apa yang dilakukan dan diperjuangkannya.

Pengalaman membuktikan bahwa hasil Sikap Territorial yang baik tidak kalah artinya bagi pencapaian tugas tentara dibandingkan dengan senjata serta peralatan yang dimiliki tentara. Bahkan kalau menghadapi kekuatan militer asing yang menyerang bangsa kita dan mempunyai keunggulan alutsista, Sikap Territorial dapat menetralisasi keunggulan musuh itu. Hal itu terbukti jelas dalam perjuangan kita melawan Belanda dalam Perang Kemerdekaan,juga dalam perlawanan bangsa Vietnam terhadap tentara AS dan belakangan ini dalam perlawanan orang Irak dan Afganistan terhadap AS dan sekutunya. Terbukti bahwa perlawanan non-fisik terhadap pihak yang memaksakan kehendaknya dengan kekerasan fisik dan senjata dapat berhasil efektif, sehingga pemaksaan kehendak dapat dipatahkan.

Sebab itu TNI Angkatan 1945 sangat memperhatikan perilaku anggotanya di mana pun berada. Dijaga agar tidak menyakiti perasaan Rakyat, sebaliknya malahan merebut hati Rakyat. Hal itu tampak sekali ketika ada pasukan Siliwangi ditugaskan di Kongo dan menimbulkan keheranan panglima Pasukan PBB. Panglima itu melihat betapa rakyat Kongo tempat pasukan Siliwangi itu bertugas, menunjukkan kesukaannya dan kesediaan mendukung pelaksanaan tugas pasukan itu. Satu hal yang tidak ditemukan panglima itu pada pasukan-pasukan dari negara lain yang ada dalam komandonya.

Dalam perkembangan waktu dan perkembangan teknologi yang makin hebat serta pengaruhnya terhadap sikap dan cara berpikir manusia, tampak adanya perubahan dalam TNI mengenai pentingnya Sikap Territorial.Mungkin para perwira TNI secara intelektual mengerti makna Sikap Territorial dan manfaatnya, tapi karena pengaruh berbagai perkembangan masyarakat sangat kurang Sikap Territorial itu dilaksanakan secara kongkrit. Perhatian utama telah pindah ke aspek fisik seperti alutsista, apalagi terganggu oleh kondisi kekuatan militer tetangga seperti Singapore dan Malaysia yang memiliki alutsista yang lebih banyak dan maju. Sudah barang tentu adanya alutsista yang memadai bagi TNI, baik darat, laut maupun udara, adalah satu keharusan yang menjadi kewajiban setiap pemerintah yang memimpin bangsa Indonesia. Akan tetapi itu tidak perlu dan tidak boleh mengabaikan aspek yang sama penting berupa Sikap Territorial yang membuat TNI dicintai Rakyat dan masyarakat Indonesia. Terutama di daerah-daerah yang menunjukkan adanya keinginan golongan tertentu daerah itu untuk memisahkan diri dari NKRI, peran Sikap Territorial TNI amat penting dan bahkan mungkin di daerah tertentu lebih penting dari senjata. Sebab itu perlu sekali TNI tetap memperhatikan adanya Harmoni antara kekuatan fisik dan non-fisik untuk dapat mencapai keberhasilan tugas. Tidak hanya dibicarakan sebagai teori dan konsep yang bagus, tetapi terutama penting untuk dilaksanakan, diperbuat. TNI dengan alutsista yang makin maju dan cukup banyak disertai pelaksanaan Sikap Territorial yang tepat akan membuatnya kekuatan pertahanan yang efektif dan dapat dibanggakan.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post