Purnawirawan TNI/Polri Kritik Presiden Soal Kemiskinan

Posted by Admin on Tuesday, 15 May 2007 | Artikel

Jakarta (ANTARA News) – Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri, Selasa, bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan itu berbagai masalah dibicarakan, seperti soal penderitaan rakyat dan masalah kebangsaan, kata Ketua Forum Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI, Letjen Purn Syaiful Sulun.

Ia mengatakan dalam pertemuan sekitar empat jam sejak pukul 8.00 WIB itu dibahas antara lain masalah penderitaan rakyat.

"Penderitaan rakyat, yang dimaksud itu rakyat itu masih miskin, dan rakyat yang menganggur semakin banyak. Tadi kami sampaikan dan presiden menyadari, dan menyambut positif," katanya.

Menurut Sulun, Presiden dalam pertemuan itu menggambarkan programnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti untuk mengurangi angka pengangguran dari 10 juta sudah menjadi 9,7 juta orang.

Selain itu, dibicarakan juga soal kebangsaan yang menurut Sulun sudah mulai menurun. "Rasa kebangsaan, perlu ditingkatkan, bukan berarti sekarang tidak ada, tapi perlu ditingkatkan agar Indonesia bangga kepada dirinya," tambahnya.

Dalam acara yang dihadiri 14 purnawirawan itu, semua purnawirawan menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Yudhoyono, meski tetap bersifat kritis. "Kita masih kritis banget. Kami mendukung bapak Presiden, mendukung dengan kritis. Kami mengingatkan agar bapak selamat. Kalau kami tidak ingatkan nanti bapak masuk jurang. Kami tidak mau ABS (asal bapak senang)," katanya.

Sulun juga membantah bahwa undangan tersebut terkait dukungan terhadap Presiden Yudhoyono pada Pemilu 2009 mendatang.

"Saya tidak tanya itu, tidak ada bicara suksesi. Itu urusan rakyat, bukan urusan saya. Ini hanya kangen-kangenan sudah lama tidak jumpa. Ini pertemuan kita sudah berkali kali," katanya.

Mengenai ketidakhadiran sejumlah purnawirawan yang selama ini berseberangan dengan Presiden Yudhoyono, seperti Wiranto dan Tri Sutrisno, Sulun mengatakan keduanya sudah diundang, namun tidak bisa hadir.

"Saya kawannya Pak Tri, Wiranto dan SBY. Saya undang tapi tidak hadir," katanya.

Acara sarapan itu juga dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, Kaporli Jenderal Polisi Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Menko Polhukam Widodo AS, Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso, Kasal Laksamana TNI Slamet Subijanto, dan Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno.

Sejumlah purnawirawan yang hadir antara lain mantan Kasad Wismoyo Arismunandar, mantan Kasospol Bambang Triantoro, Sayidiman Suryahadiprojo, Sekjen KONI Ari Sudewo, Soekarno, Kahfi Suriadiredja, Mahmud Subarkah, Soegiatno, Marsekal Saleh Basrah, mantan Kasau Marsekal TNI Ashadi Cahyadi, FX Soejitno, dan mantan Kapolri Moch. Sanusi. (*)

Source :
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/15/purnawirawan-tni-polri-kritik-presiden-soal-kemiskinan

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post