Apr 2

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo NASIONALISME MASIH RELEVAN Dewasa ini ada sementara kalangan yang menganggap bahwa nasionalisme tidak relevan lagi. Mereka mengatakan bahwa sebagai akibat kemajuan teknologi, khususnya dalam komunikasi dan angkutan, dunia dan umat manusia sudah menjadi satu. Karena itu, kata mereka, batas antara negara sudah tidak penting dan pengertian negarabangsa (nationstate) sudah kabur. Itu sebabnya, menurut mereka nasionalisme tidak relevan lagi. Memang merupakan kenyataan bahwa dewasa ini interrelasi antara bagian-bagian dunia makin erat. Satu kejadian di tempat tertentu di dunia yang tadinya hanya berpengaruih kepada lingkungannya yang langsung, sekarang menimbulkan dampak ke seluruh dunia. Informasi yang dibawa oleh gelombang listrik bergerak dengan kecepatan 300.000km per detik melintasi ruang angkasa. Dengan perantaraan radio, televisi dan alat komunikasi listrik lainnya informasi itu masuk ke setiap rumah tangga tanpa dapat dibendung. Telah terjadi globalisasi. Kenyataan ini mengharuskan semua pihak, baik read more .....

Apr 1

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ringkasan 1. Keamanan Nasional adalah satu kondisi yang meliputi seluruh aspek keamanan negara dalam hal mana pertahanan dan keamanan dalam negeri dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Masalah utama yang kita hadapi belum tentu berupa serangan fisik militer yang harus dihadapi oleh TNI sebagai masalah pertahanan. Membatasi peran TNI pada kewajiban menghadapi serangan fisik militer dari luar berakibat kurang memanfaatkan kemampuan TNI untuk menghadapi masalah keamanan nasional lainnya. Boleh saja fungsi pertahanan ditetapkan sebagai fungsi utama TNI, tetapi TNI juga harus sanggup dan mampu memberikan perannya untuk menghadapi masalah keamanan nasional lainnya. 2. Subversi adalah usaha yang paling murah, paling mudah dan paling kurang risikonya untuk menundukkan negara lain. Namun keberhasilannya sangat tergantung pada kondisi masyarakat negara yang diserang. Dapat disamakan dengan dampak kuman terhadap tubuh manusia. Manusia yang kondisi tubuhnya sehat, terkendali read more .....

Apr 1

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo,  Anggota BPPN-Depdiknas PENDAHULUAN Makalah ini disajikan dalam Seminar Pendidikan yang mengambil tema “Peningkatan Mutu dan Efisiensi Pendidikan Dasar dalam rangka Standar Pelayanan Dasar”. Oleh para pembicara terdahulu telah dikemukakan pentingnya Pendidikan Dasar bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu makalah ini tidak akan lagi membicarakan hal itu dan secara langsung mengemukakan berbagai faktor yang mempengaruhi terwujudnya Pendidikan Dasar yang Bermutu dan Efisien. Meskipun demikian masih terasa perlu untuk menegaskan bahwa tanpa Pendidikan Dasar yang meluas dan bermutu, satu bangsa sukar mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan yang memuaskan. Sebaliknya di semua negara maju ada Pendidikan Dasar yang menjangkau semua anak didik serta mutunya tinggi. Sebab itu pembuatan Undang-Undang Wajib Belajar 9 tahun di Indonesia adalah tepat sekali. Akan tetapi sayang sekali pelaksanaannya kurang memadai sehingga menjadi kurang berguna bagi bangsa kita. Di masa depan perbaikan Pendidikan Dasar, read more .....

May 22

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Pandangan Umum Makalah ini merupakan satu pembahasan atas makalah Prof Suhartono yang berjudul Hubungan Sipil – Militer : Tinjauan Historiografis 1945 – 1998, Pola , Arah dan Perspektif yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional tentang Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Indonesia. Hubungan Sipil-Militer adalah satu perkara yang amat penting bagi satu bangsa karena berpengaruh besar kepada ketahanan nasionalnya. Hal itu juga berlaku bagi bangsa Indonesia. Pengeritian Hubungan Sipil-Militer semula tidak dikenal di Indonesia dan baru dipergunakan setelah pengaruh dunia Barat, khususnya yang berpandangan liberal, makin kuat. Mula-mula itupun terbatas pada kalangan terpelajar yang banyak berhubungan dengan ilmu sosial yang berasal dari dunia barat. Akan tetapi lambat laun pengertian itu menyebar di semua kalangan dan sekarang sudah menjadi pengertian yang diakui dan read more .....

Mar 15

Sayidiman Suryohadiprojo PENDAHULUAN Sudah menjadi pandangan umum di seluruh dunia bahwa kehidupan umat manusia diliputi oleh ketidakpastian yang amat tinggi. Dalam keadaan demikian timbul pertanyaan apakah perencanaan masih ada gunanya. Sebab merencanakan sesuatu adalah satu usaha untuk mengatur sesuatu di masa depan yang sesuai dengan keinginan kita. Oleh sebab itu tidak dapat dilepaskan dari membuat pandangan ke masa depan. Berdasarkan pandangan itu ditentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kalau ketidakpastian demikian kuatnya, masih mungkinkah dibuat pandangan ke masa depan yang cukup realistik dan obyektif. Kalau tidak demikian, maka tentu akan sukar menentukan langkah-langkah yang dapat direncanakan guna mencapai tujuan. Memang ketidakpastian merupakan faktor yang amat kuat dalam kehidupan manusia dewasa ini. Perubahan dalam segala bidang kehidupan dapat terjadi dengan amat cepat dan sukar diperkirakan sebelumnya. Namun demikian perencanaan tetap merupakan satu keperluan yang read more .....

Dec 23

PENDAHULUAN Dalam kehidupan di Indonesia terasa sekali betapa ada sekat-sekat antara berbagai sektor atau bidang kehidupan. Seakan-akan setiap sektor atau bidang kehidupan tidak hanya merupakan satu keutuhan tersendiri, tetapi juga tidak mempunyai relasi dengan sektor atau bidang kehidupan lain. Hal itu terdapat dalam setiap kegiatan bangsa, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Lingkungan pendidikan pun tidak berbeda dari yang lain. Makin terasa bahwa keadaan demikian tidak realistis sama sekali dan amat merugikan usaha untuk mencapai kehidupan yang bermutu. Hal demikian telah terbawa oleh pemikiran yang tidak sesuai dengan perkembangan bangsa dan umat manusia. Sebab dalam kenyataan kehidupan manusia merupakan satu keutuhan yang lengkap, meskipun terdiri dari aneka macam sektor yang terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi ketika umat manusia akan memasuki Abad ke 21 yang sekali gus merupakan permulaan dari satu millenium baru. Kalau kita bersedia untuk mempelajari kehidupan read more .....

Nov 6

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Jakarta, 6 November 1998 Membangun Negara dan Bangsa yang merdeka Beberapa hari lagi, yaitu pada tanggal 10 November 1998, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November telah kita tetapkan sebagai Hari Pahlawan. Itu adalah untuk memperingati perjuangan yang heroik rakyat Indonesia melawan penjajah yang setelah Perang Dunia Kedua hendak menancapkan kembali kekuasaannya di bumi Ibu Pertiwi dan hendak meniadakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamasikan. Pada tanggal 10 November 1945 para pemuda Surabaya mengadakan perlawanan terhadap pasukan Sekutu yang hendak menguasai kota Surabaya untuk diserahkan kepada Belanda yang telah datang kembali ke Indonesia dengan mendompleng pasukan Sekutu. Pemuda dan rakyat Surabaya tidak mau dijajah kembali dan dihilangkan kemerdekaannya yang baru saja direbut. Perlawanan gigih diberikan dengan disertai pengorbanan jiwa, raga, harta dan benda. Baru setelah Presiden Soekarno mencapai read more .....

May 2
Sasaran Reformasi
Admin | 05 2nd, 1998 | Opini | No Comments »

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Mantan Gubernur Lemhannas REFORMASI dalam arti perubahan bersifat gradual, konstitusional, dan tepat sasaran mendapat dukungan luas masyarakat Indonesia. Hampir semua orang mengakui bahwa masih banyak hal yang kurang sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Jadi, kurang sesuai dengan kepentingan rakyat banyak. Salah satu reformasi yang harus kita lakukan adalah reformasi ekonomi. Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengatakan, reformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah lewat kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) merupakan reformasi besar-besaran yang menjawab tuntutan reformasi masyarakat (Republika, 21 April). Timbul pertanyaan, apakah pelaksanaan yang konsisten persetujuan IMF sudah cukup mencerminkan reformasi ekonomi yang gradual, konstitusional, dan tepat sasaran? Memang perubahan yang timbul dalam masyarakat dan khususnya dalam kehidupan ekonomi cukup banyak, mengingat berbagai kelemahan dan kerawanan yang ada. Disiplin dalam melakukan segala program akan lebih terwujud. Korupsi dan kolusi read more .....

Feb 24

By Sayidiman Suryohadiprojo IT is difficult for ordinary Indonesian people to understand concern shown among foreign circles over the choice of Indonesia’s next vice president, to be elected during the General Session of the People’s Consultative Assembly (MPR) in March. The interest began about one month ago, when a large part of the Western media suggested that Indonesia should refrain from electing Dr B.J. Habibie as the next vice president. He is viewed as a big spender and a danger for foreign investment. Even parochial local newspapers in the US, which rarely print news on Indonesia, took part in the character assassination. Then came a statement made by former Singapore prime minister Lee Kuan Yew, who suggested the same without mentioning Habibie by name. A former US ambassador to Indonesia, Paul Wolfawitz, also jumped on the bandwagon, airing criticisms in an interview with The Jakarta Post. It is difficult to believe that all these statements are made independent of some political agenda. They are allied to a read more .....

Mar 16
ABRI dan Hukum
Admin | 03 16th, 1996 | Opini | No Comments »

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo SUDAH lama kita mendengar seruan dari banyak kalangan di Indonesia agar ABRI tak saja menjadi dinamisator dan stabilisator masyarakat, melainkan juga demokratisator. Mereka yang mendambakan terwujudnya masyarakat Indonesia yang demokratis berpendapat bahwa ABRI dapat memberikan sumbangan penting untuk itu, sekaligus menjamin bahwa yang terbentuk adalah masyarakat berdasarkan demokrasi Pancasila dan bukan demokrasi lain. Seruan demikian menunjukkan adanya kepercayaan bahwa peran ABRI masih besar dalam pembentukan bangsa. Ada juga kalangan yang sama sekali tak percaya kepada peran ABRI selain sebagai kekuatan pertahanan keamanan (hankam). Akan tetapi, tampaknya masih lebih banyak yang cukup realistis dalam menilai keadaan di Indonesia dan karena itu tak menutup mata terhadap pengaruh ABRI dalam masyarakat. Salah satu prasyarat bagi masyarakat demokratis adalah berlakunya kekuasaan hukum, juga dalam sistem demokrasi Pancasila. Tanpa kekuasaan hukum, semua pihak yang kuat yang berkuasa, seperti yangkuat read more .....