Apr 27

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Let.Jen. Purn. PENGERTIAN UMUM Yang dimaksudkan dengan Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain ikutserta mencapai satu tujuan tertentu atau menjalankan kegiatan tertentu. Kesediaan orang lain untuk ikutserta itu disebabkan oleh kepercayaan dan respek mereka kepada yang mengajak, sehingga mereka berpikir bahwa akan terwujud sesuatu yang lebih baik atau bermanfaat bagi mereka kalau mereka ikutserta. Kemampuan mengajak itu, juga terwujud karena kecakapan mem-persuasi pihak yang mengajak. Makin kuat kepercayaan dan respek serta kemampuan persuasi pihak pengajak , makin kuat pula motivasi yang timbul pada pihak yang diajak. Dan makin besar pula kesediaan untuk melibatkan dirinya dalam usaha yang akan ditempuh. Bahkan tidak mustahil bahwa ada yang sampai bersedia mengorbankan jiwanya untuk pencapaian tujuan itu. Pengertian kepemimpinan tersebut juga berlaku untuk lingkungan aparatur Negara. Namun karena aparatur Negara merupakan organisasi yang anggotanya mempunyai read more .....

Oct 10

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 10 Oktober 2003 PENDAHULUAN Adalah amat penting untuk membuka wacana tentang industri pertahanan dewasa ini. Perlu membicarakan dan kemudian mengambil keputusan tentang perkembangan industri pertahanan di Indonesia. Sebenarnya yang perlu dibicarakan adalah seluruh industri strategi. Akan tetapi karena belum ada definisi dan bahkan belum ada kesepakatan tentang makna dan pengertian industri strategi, maka tulisan ini membatasi diri pada industri pertahanan. Melihat namanya maka industri pertahanan meliputi seluruh industri yang bersangkutan dengan pertahanan negara. Itu meliputi produksi yang menyangkut amat banyak komoditi karena luasnya kebutuhan pertahanan negara. Namun karena banyak kebutuhan itu tidak beda dengan kebutuhan masyarakat, maka tidak lazim mengkategorikan produksi komoditi demikian sebagai bagian dari industri pertahanan . Seperti banyaknya kertas yang diperlukan yang sekalipun dengan makin meningkatnya peran komputer dapat sangat dibatasi, namun tetap kegiatan pertahanan read more .....

Aug 13

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 13 Agustus 2003 PEMIKIRAN DASAR Pendidikan sejak dahulu kala adalah kegiatan dan usaha untuk mengalihkan tata nilai dan kemampuan kepada pihak lain. Biasanya disertai maksud untuk menjadikan pihak penerima dapat hidup lebih sempurna dan lebih bermakna dari pada sebelumnya. Dalam UUD no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pendidikan berlangsung dalam keluarga, dalam lembaga pendidikan dan terutama di sekolah, dan dalam masyarakat. read more .....

May 1

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Jakarta, 1 Mei 2003 PENDAHULUAN Dengan terjadinya agressi AS ke Irak makin nyata bahwa dunia dan umat manusia masih jauh dari keadaan yang penuh kedamaian, keadilan dan kesejahteraan yang merata. Nyata sekali bahwa prinsip The Survival of the Fittest tetap berlaku. AS yang kuat secara militer dan ekonomi tanpa segan-segan melanggar hukum internasional bila ia anggap perlu untuk mengejar kepentingan nasionalnya. Termasuk melakukan agressi ke bangsa lain yang dianggapnya lebih lemah kekuatannya. Karena kekuatannya pula AS tidak terpengaruh dan sama sekali tidak menghiraukan opini rakyat sedunia yang mengecam tindakan agressinya. Juga karena kekuatan itu tidak ada pihak lain, termasuk PBB sebagai lembaga internasional tertinggi, yang sanggup mengkoreksi apalagi menghukum AS. Pendapat sementara orang bahwa negara-bangsa (nation-state) tidak ada artinya lagi karena globalisasi, ternyata kurang benar. Mereka katakan bahwa akibat globalisasi dunia tidak lagi dibelah-belah dalam read more .....

Mar 19

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 19 Maret 2003 Sekarang belum juga selesai debat tentang boleh atau perlu tidaknya TNI tetap mempunyai organisasi territorial ( org.terr.). Kalangan sipil tertentu menghendaki orgterr ditiadakan oleh karena menjadi sarana bagi peran politik TNI yang merugikan masyarakat. Tidak ada yang menyangkal bahwa dalam 20 tahun terakhir Orde Baru orgterr telah disalahgunakan oleh yang berkuasa dan lebih menjadi sarana untuk menekan rakyat dari pada menjalankan fungsinya yang sebenarnya. Penyalahgunaan itu, disadari atau tidak, justru amat bertentangan dengan hakikat orgterr. Sebab fungsi terr TNI adalah terutama untuk merebut kepercayaan rakyat sehingga rakyat bersedia untuk bersama TNI menghadapi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Namun penyalahgunaan sesuatu hal belum tentu menjadikan hal itu tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan keperluan manusia. Berapa banyak contoh tentang penyalahgunaan agama sehingga amat merugikan kehidupan manusia dan malahan bertentangan dengan hakikat agama itu read more .....

Jan 22

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI Purn. Jakarta, 22 Januari 2003 KONDISI NEGARA DAN BANGSA YANG PARAH Dalam tulisan ini yang saya persembahkan kepada Legiun Veteran RI, saya tidak akan banyak berbicara tentang masa lampau. Tidak saja saya tidak mau masuk golongan orang yang hanya pandai membanggakan masa lampau ketika ia yang menjadi aktor sejarah, lebih-lebih lagi saya menganggap bahwa jauh lebih penting untuk memikirkan masa kini dan masa depan bangsa Indonesia yang sedang dalam keadaan yang amat memprihatinkan. Memang bangsa dan negara Republik Indonesia yang kita cintai sedang dalam keadaan yang parah, berbeda sekali dengan apa yang kita idam-idamkan ketika kita mulai perjuangan menjadikan bangsa kita merdeka dan berdaulat. Mungkin dalam ukuran materie kondisi rakyat kita antara tahun 1945 dan 1950 masih lebih buruk dari pada sekarang. Akan tetapi pada waktu itu kesengsaraan bersifat umum dan selain itu diimbangi dengan semangat perjuangan yang menggelora di antara bagian terbesar bangsa. Mungkin pada waktu itu juga read more .....

Nov 28

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo DEMOKRASI DI INDONESIA Demokrasi adalah sistem kehidupan yang berkembang sejajar dengan pertumbuhan umat manusia. Pengertian demokrasi secara harfiah adalah pemerintahan yang dikuasai oleh rakyat atau kedaulatan rakyat. Makin maju perkembangan rakyat, makin dikehendaki agar rakyat menjadi penentu nasibnya sendiri. Maka dalam perkembangan umat manusia tumbuhnya demokrasi tidak dapat dicegah dan disangkal. Oleh sebab itu juga dalam kehidupan bangsa Indonesia demokrasi mempunyai peran yang penting sekali. Sejak pergerakan kebangsaan dimulai untuk mencapai kemerdekaan Indonesia telah ada pedoman pada kebanyakan pemimpin pergerakan bahwa dalam negara Indonesia merdeka nanti demokrasi harus berjalan sebagai sistem politiknya. Sebab itu tidak mengherankan bahwa Pancasila yang oleh Bung Karno diajukan sebagai Weltanschauung bangsa Indonesia juga memuat demokrasi sebagai salah satu Sila. Kemudian setelah Indonesia Merdeka demokrasi selalu menjadi subyek yang erat hubungannya dengan kehidupan bangsa dan read more .....

Oct 5

Bahan Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR-RI Sayidiman Suryohadiprojo, Let.Jen.TNI (Purn) PENDAHULUAN Dalam evolusi umat manusia ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperoleh tempat yang penting. Khususnya perkembangan teknologi di bidang komunikasi dan angkutan telah memberikan dampak yang besar sekali kepada kehidupan umat manusia. Dampak itu telah menjadikan dunia semakin kecil dan mendatangkan apa yang dinamakan Era Globalisasi. Globalisasi memaksa semua bangsa di dunia untuk bekerja sama lebih banyak dan lebih erat satu sama lain. Bangsa yang mengabaikan itu harus membayar mahal untuk kecerobohannya. Akan tetapi pada saat sama globalisasi mengharuskan setiap bangsa sanggup bersaing lebih kuat terhadap bangsa lain untuk menciptakan kemitraan yang seimbang. Kalau daya saing satu bangsa kurang, maka akibatnya adalah bahwa hubungannya dengan bangsa lain menjadi kurang seimbang. Dipengaruhi oleh kemajuan umat manusia itu, maka semua bangsa menginginkan kesejahteraan yang lebih tinggi. Karena itu semuanya mengusahakan read more .....

Feb 21

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (purn) Jakarta, 21 Februari 2002 PENDAHULUAN Tidak dapat dicegah bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang di dunia. Hal itu juga mendorong perkembangan teknologi militer, khususnya teknologi senjata, dengan peningkatan daya hancur, jarak tembakan dan ketepatan perkenaannya. Perkembangan demikian makin mengancam kelangsungan hidup atau sekurang-kurangnya kemerdekaan bertindak bangsa-bangsa yang kurang mampu mengikuti kecenderungan itu. Bangsa yang memiliki kemampuan teknologi militer tinggi memperoleh peluang untuk memanfaatkannya guna memperoleh keuntungan politik, ekonomi dan budaya. Sehingga bangsa yang kurang mampu dan mendapat tekanan dari bangsa maju terpaksa harus mengorbankan kemandiriannya untuk dapat hidup langsung. Kita menghadapi keadaan di mana umat manusia cenderung didominasi oleh bangsa-bangsa yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi, khususnya teknologi militer. Akan tetapi perkembangan umat manusia juga memungkinkan bangsa yang kurang read more .....

Feb 20

Lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang kita inginkan Lembaga Pendidikan Tinggi Islam harus dapat memainkan perannya yang tepat dalam usaha pencapaian serta peningkatan kemajuan dan kesejahteraan umat Islam. Buat uamt Islam di Indonesia hal itu juga berarti pencapaian dan peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Keberhasilan peran itu diindikasikan oleh kemampuan lulusannya dalam menjalankan pekerjaannya dalam masyarakat sehingga membawa kemajuan dalam lingkungan pekerjaannya khususnya dan kemajuan masyarakat pada pumumnya. Dengan begitu ia menjadi kader bangsa atau umat yang berharga. Lembaga pendidikan tinggi ada yang Universitas dan Sekolah Tinggi yang tujuan utamanya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum dan luas. Dalam universitas dikembangkan penguasaan Iptek berbagai disiplin ilmu yang dilakukan melalui berbagai fakultas atau departemen, sedangkan Sekolah Tinggi hanya mengembangkan satu disiplin ilmu. Selain itu ada Sekolah Tinggi Kejuruan dan Politeknik yang terutama mendidik mahasiswa read more .....