By Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 1 May 2006 The significance of East Asia in international security First must be clarified what is here meant by East Asia. In this article East Asia is considered to be that part of the world which includes the following nations. In North East Asia are Japan, Russia, China, North and South Korea, Mongolia, while South East Asia includes Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Myanmar, Cambodia, Laos, Vietnam, Brunai Darussalam and the Philippines. Since the early 20th century East Asia had played a significant role in international security. Although during the First World War (1914-1918) East Asia was only slightly touched by war events, but the Japan-Russian War (1904-1905) brought important changes in international politics. Japan’s victory became a cause for the rise of nationalism in colonized nations and their struggle for liberation and independence. East Asia became an important zone of war in the Second World War (1939-1945). Japan’s early successes after it entered the read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 12 Maret 2006 Pendahuluan Dalam perkembangan umat manusia tampak dan terasa sekali bahwa hubungan antara bagian dunia satu sama lain makin dekat. Meskipun pengertian Negara-bangsa (nation state) mengalami perubahan sebagai akibat dari hubungan yang makin dekat itu, namun ia tetap menjadi aktor utama dalam hubungan internasional [1]. Memang Negara-bangsa tidak dapat lepas dari makin besarnya pengaruh yang timbul dari segala perkembangan yang terjadi di dunia. Hal ini mempengaruhi hubungan internasional (foreign relations) yang dilakukan setiap Negara-bangsa. Meskipun pengertian globalisasi (globalization) memperoleh konotasi tertentu yang kurang baik[2] , namun dalam kenyataan memang terjadi satu proses globalisasi, yaitu merapatnya kehidupan umat manusia. Komunikasi yang makin canggih dan maju, dipicu oleh perkembangan teknologi elektronika dan teknologi informasi yang makin cepat dan luas, memungkinkan orang di bagian dunia yang satu berhubungan secara efektif dengan orang lain di bagian read more .....
Sayidiman Suryohadiprojo Setiap musim hujan ada laporan berita tentang kerusakan jalan-jalan darat serta banyaknya tanah longsor yang dapat menutupi atau menghilangkan jalan yang tertimpa. Kalau hal demikian terjadi pada jalan-jalan utama di Jawa, Sumatera dan Sulawesi, maka hal itu menimbulkan halangan dan hambatan transportasi yang mempengaruhi kehidupan banyak orang dan ekonomi daerah tersebut. Pada tahun 1950-an ketika pemerintah menganggap perlu membangun infrastruktur transportasi di pulau-pulau utama, termasuk Jawa, Sumatera dan Sulawesi, ada perdebatan apakah yang akan dibangun di Sumatera satu Sumatera Highway atau Sumatera Railway. Tentu yang paling baik adalah membangun dua-duanya, tetapi itu makan biaya yang besar sekali. Karena itu untuk langkah pertama harus memilih satu di antara dua. Pimpinan TNI-AD melihat bahwa untuk kepentingan strategis, kereta api atau railway lebih penting. Teori mengenai transportasi mengatakan bahwa untuk jarak jauh transportasi air paling ekonomis, diikuti oleh transportasi kereta api dan read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Jakarta, 6 Maret 2006 Pendahuluan Negara mana pun memerlukan angkatan bersenjata yang kuat dan efektif untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatannya. Hal itu pun berlaku dalam era globalisasi yang mendekatkan negara satu dan lainnya. Untuk itu pemerintah dan rakyat negara itu menyusun angkatan bersenjata yang diperlukan. Angkatan bersenjata terwujud dari kombinasi yang tepat dan harmonis dari unsur manusia atau personil dengan peralatan serta persenjataan atau materiil. Baik unsur personil maupun unsur materiil perlu dalam kondisi yang baik agar dapat menghasilkan kemampuan pertahanan yang diperlukan. Namun demikian, unsur personil masih lebih penting dijamin mutunya karena ialah yang menggunakan dan mengendalikan unsur materiil. Ada yang mengatakan bahwa satu saat tidak diperlukan unsur personil ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian maju sehingga segala gerak dan jalan unsur materiil dapat dilakukan dengan peran robot. Akan tetapi hal itu masih akan jauh read more .....
Sayidiman Suryohadiprojo Bahwa masa depan Indonesia sangat tergantung pada perkembangan ekonominya bukanlah hal baru. Namun yang selalu dipertanyakan adalah bagaimana perkembangan ekonomi itu berjalan sehingga benar-benar membuat rakyat secara keseluruhan sejahtera dan bangsa menjadi kuat. Inilah tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dan khususnya kaum ekonomnya yang menjadi aktor utama dalam perkembangan itu. Sebagai bangsa yang menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara perkembangan ekonomi itu harus berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang dikandungnya. Sebab itu dirumuskan dalam UUD 1945 fasal 33 bahwa harus dibangun kehidupan yang mewujudkan kesejahteraan rakyat banyak, bukan kesejahteraan bagi segolongan kecil bangsa. Perwujudan fasal 33 itu merupakan tantangan bangsa yang tidak ringan. Masalahnya adalah bahwa dunia sekarang sedang diliputi keadaan yang didominasi paham neoliberalisme. Yang dimaksudkan dengan neoliberalisme adalah satu teori tentang politik ekonomi yang mengemukakan bahwa kehidupan akan berjalan paling baik read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Mantan Gubernur Lemhannas MANUSIA Indonesia yang hidup dan tumbuh di alam Indonesia tidak lepas dari pengaruh lingkungannya. Alam Indonesia memungkinkan kehidupan relatif mudah dan ringan dibandingkan dengan kehidupan di alam dengan empat musim. Di alam Indonesia, matahari bersinar sepanjang tahun dengan derajat panas yang tidak banyak beda dari musim satu ke musim lain, yaitu 30 hingga 37 derajat celsius. Berbeda dengan alam empat musim yang terbagi dalam musim panas, musim rontok, musim dingin dan musim semi. Di musim panas dapat dialami cuaca yang panasnya di atas 40 derajat celsius. Sedangkan di musim dingin, cuaca dingin sekali dengan tingkat panas sekitar atau di bawah nol derajat celsius dengan banyak salju. Musim dingin amat membatasi kehidupan manusia. Selain cuaca dingin menimbulkan rasa kurang enak bagi tubuh manusia, jatuhnya salju mengakibatkan hambatan untuk bergerak dan hidup normal. Tanaman tidak dapat tumbuh lagi sehingga me ngurangi bahan makanan manusia. Maka, alam empat musim read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Pendidikan di luar negeri merupakan bagian yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan satu bangsa. Hal itu juga berlaku untuk Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang. Banyaknya pemuda Indonesia sekolah di luar negeri ada dampak positif dan negatifnya, baik untuk bangsa secara keseluruhan maupun untuk pribadi masing-masing. Dampak positif adalah bahwa bangsa akan memperoleh tenaga terdidik di sekolah yang baik dan membawa pulang berbagai kemampuan yang bermanfaat bagi bangsa. Kalau yang mengirimkan orangtua atas biaya sendiri, bangsa memperoleh manfaat itu tanpa negara kehilangan dana yang berharga. Kemampuan yang terbentuk di luar negeri, apabila dipilih sekolah yang tepat, akan meningkatkan kemampuan bangsa. Apalagi kalau itu menyangkut disiplin ilmu atau kecakapan teknologi yang belum ada pendidikannya di Indonesia atau sudah ada tetapi belum cukup bermutu. Dampak positif bagi pribadi adalah bahwa ia dibiasakan untuk berada di lingkungan bangsa lain. Apalagi kalau di sekolahnya ia juga read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn), mantan Gubernur Lemhanas Ada beberapa faktor yang menjadi sumber masalah berkaitan dengan persoalan Ambalat akhir-akhir ini: Faktor psikologis. Keberhasilan Malaysia dalam membangun negaranya, termasuk ekonominya, menimbulkan rasa percaya diri yang berlebihan sampai dapat dikategorikan sikap arrogant. Akibatnya adalah menyepelekan pihak lain yang dianggapnya kurang berhasil dan sedang menghadapi banyak persoalan, seperti Indonesia. Hal ini dapat dilihat ketika Malaysia tidak pernah membicarakan masalah ini secara serieus kepada Indonesia, padahal dua-duanya anggota ASEAN. Juga pembuatan peta tentang wilayah perbatasan secara unilateral adalah bukti arrogansi itu. Faktor ekonomi. Perusahaan minyak Shell berkepentingan mendapatkan konsesi di Ambalat yang dapat mempengaruhi perusahaan Petronas bertindak sepihak. Ini juga kepentingan Malaysia untuk peningkatan ekonominya. Faktor militer. Malaysia mengira bahwa kekuatan militernya, khususnya kekuatan angkatan laut dan angkatan udara, read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Mantan Gubernur Lemhannas DAPAT diperkirakan, tiap orang yang ingin Indonesia aman, maju, dan sejahtera, menyadari pentingnya faktor saling percaya dalam masyarakat. Juga diinginkan agar rasa saling percaya dalam masyarakat Indonesia itu cukup kuat. Saling percaya antara warga masyarakat tidak hanya penting untuk kohesi sosial, tetapi juga amat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas. Dalam kenyataannya, faktor saling percaya amat sulit ditemukan dalam kehidupan bangsa. Bahkan pandangan obyektif harus mengatakan, kehidupan masyarakat dipenuhi kecurigaan. Hal ini sudah lama meliputi kehidupan bangsa. PADA era Presiden Soekarno tahun 1950-an, faktor saling percaya dalam masyarakat amat terganggu oleh perkembangan politik. Warga masyarakat yang setia kepada Pancasila amat prihatin melihat komunis berkiprah lagi di arena politik, meski telah berkhianat dengan pemberontakan Madiun tahun 1948. Sebaliknya, mereka yang berpihak kepada komunis mengatakan, makin banyak orang Indonesia dipengaruhi AS read more .....
Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Seorang dapat dinamakan “pemimpin” kalau ia menunjukkan kemampuan menjalankan kepemimpinan, yaitu kemampuan memotivasi dan mengajak orang-orang lain menjalankan sesuatu yang menjadi kepentingan bersama. Tidak semua atasan atau komandan dalam lingkungan militer adalah pemimpin. Hanya mereka yang memenuhi kriteria ini yang dapat dinamakan pemimpin. Disiplin erat hubungannya dengan kepemimpinan. Tidak mungkin seorang memotivasi orang lain, kalau ia tidak dapat menimbulkan kepercayaan dan respek. Sedangkan hal ini banyak ditentukan oleh cara berpikir, perilaku dan berbuat yang berdisiplin. Mutu kepemimpinan banyak ditentukan oleh disiplin, terutama disiplin pribadi (self-discipline) atau pengendalian diri yang dapat ditumbuhkan seorang dalam dirinya. Seorang pemimpin perlu menegakkan disiplin dalam organisasi yang dipimpinnya. Organisasi tanpa disiplin adalah satu gerombolan orang yang tidak jelas arah tujuannya. Biarpun anggota organisasi itu sudah tergerak motivasinya dan bersedia untuk bersama-sama read more .....