Oct 9

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 9 Oktober 2008 Bagi yang belum mengetahui siapa Ravi Batra perlu ada penjelasan lebih dulu. Ia adalah seorang doctor dalam ilmu ekonomi AS keturunan India dan sekarang menjadi professor di Southern Methodist University di Dallas (Texas, AS). Ia menjadi terkenal karena di masa lampau secara tepat memprediksi bubarnya Uni Soviet pada tahun 1978 dalam bukunya The Downfall of Capitalism and Communism : A New Study of History. Prediksi lain yang menonjol dan terbukti benar adalah tentang jatuhnya nilai saham (the crash of Wallstreet) tahun 2000 yang ia tulis dalam bukunya The Crash of the Millenium. Juga yang menonjol adalah tumbuhnya Islam Radikal dan bahayanya bagi AS yang kemudian terbukti dengan terjadinya Serangan 11 September 2001 yang meruntuhkan menara World Trade Center di New York. Umumnya semua prediksi Ravi Batra tidak dipercaya masyarakat AS ketika ia publikasikan. Akan tetapi kemudian mereka harus mengalami bahwa prediksi itu menjadi kenyataan yang tak dapat dibantah. Sekarang Ravi Batra read more .....

Oct 5
TNI Berumur 63 Tahun
Admin | 10 5th, 2008 | Catatan | 2 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Pur) Pada hari ini 5 Oktober 2008 TNI berumur 63 tahun. Setelah pada 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh pemerintah Republik Indonesia ditetapkan menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), maka Negara Republik Indonesia mempunyai tentara resmi. Kemudian melalui perubahan nama, yaitu Tentara Keselamatan Rakyat dan Tentara Republik Indonesia, tentara itu bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak semula TNI terdiri dari unsur Darat (TNI-AD), Laut (TNI-AL) dan Udara (TNI-AU) yang semua berdiri sendiri dan seluruhnya dipimpin oleh Panglima Besar TNI (Jenderal Sudirman) dibantu oleh Markas Besar TNI (MBT) dipimpin Kepala Staf TNI Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo. Setelah Reorganisasi dan Rasionalisasi TNI (RE & RA) pada tahun 1947 MBT berubah nama menjadi Staf Angkatan Perang (SAP) dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Perang. Setelah Panglima Besar Sudirman wafat pada tahun 1950 jabatan Panglima Besar TNI ditiadakan, kemudian setelah 1953 juga jabatan Kepala Staf AP ditiadakan. read more .....

Sep 23

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 23 September 2008 Tahun lalu pernah saya tulis bahwa masalah utama yang dihadapi AS dengan Iran bukan soal nuklir. Memang soal nuklir ditonjolkan AS untuk memperoleh dukungan pendapat umum di negaranya sendiri dan di dunia. Dikemukakan AS bahwa presiden Iran, Ahmadinejad, sangat agressif ketika ia mengatakan akan menghancurkan Israel. AS tidak mungkin membiarkan Israel sebagai sekutu utamanya dihancurkan oleh siapa pun juga. Kemudian ditonjolkan AS bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir yang tentu akan digunakan untuk memperkuat ambisinya mendominasi Timur Tengah. Sebab itu Iran tidak boleh dibiarkan terus mengembangkan maksudnya, kata AS. Dan ia menghimpun kekuatan dunia untuk menghukum Iran kalau tidak menghentikan pengembangan nuklirnya. Akan tetapi itu sebenarnya bukan alasan yang utama mengapa AS begitu kuat kehendaknya menghukum Iran, kalau perlu dengan menyerangnya secara militer. Alasan utama adalah bersangkutan dengan minyak dan dollar AS (USD). Tahun lalu seorang ekonom Russia read more .....

Sep 20

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn) Makalah dipresentasikan dalam Seminar TNI di SESKOAD pada tanggal 20 September 2008 Pendahuluan Bangsa Indonesia yang hidup dalam NKRI dengan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa, tidak akan mulai berperang dan menyerang bangsa lain. Akan tetapi kalau diserang, bangsa Indonesia akan membela kemerdekaan dan kedaulatan negara dan bangsanya sampai akhir dengan semboyan Kita Cinta Damai tetapi lebih Cinta Kemerdekaan. Bangsa Indonesia akan selalu memelihara hubungan yang bersahabat dengan seluruh bangsa di dunia sambil mengusahakan kepentingan nasionalnya. Sesuai dengan UUD 1945 bangsa Indonesia selalu berpihak kepada perjuangan untuk menjamin dan memelihara perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia. Tidak mustahil sikap dan perjuangan bangsa Indonesia kurang disukai bangsa lain. Maka kepentingan bangsa Indonesia dapat berbeda dan mungkin bertentangan dengan kepentingan bangsa itu. Bahkan tidak mustahil bangsa lain itu sesuai dengan kepentingannya, berniat read more .....

Sep 11
Cold War Again?
Admin | 09 11th, 2008 | Opini | No Comments »

By Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, September 11th, 2008 The problem in Georgia which erupted in August can become a serious start of confrontations between Russia and the United States. Since the oil and gas factor is playing an important part of the Georgian problem, we must consider the possibility of an increasing confrontation between the US and Russia, not impossible to become another Cold War. The US strong interest to secure its energy needs is still a very strong factor in its international security policies. Although always denied by US leaders, the attack on Afghanistan and Iraq had also a very significant oil and gas element. It has been very often stated by US leaders themselves that the US will not develop its own energy sources in a big way; so long it can guarantee its needs from foreign sources. Consequently the US will always pursue a strategic policy to secure this interest abroad. Georgia has for the US a significant strategic importance. Although not producing oil and gas in large quantities Georgia has a read more .....

Sep 8

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bangsa Indonesia banyak orangnya yang pintar dan cerdas, tetapi lemah dalam implementasi. Selama hal ini belum berubah Indonesia mengalami banyak kerugian. Tidak sedikit teori dan konsep bagus ditelurkan warga negara Indonesia, tetapi kemudian tidak pernah diimplementasikan secara baik. Malahan teori dan konsep bagus itu justru diimplementasikan bangsa lain dengan manfaat yang tidak sedikit baginya. Namun dalam segala hal selalu ada perkecualian dan ada orang-orang Indonesia yang berhasil mengimplementasikan konsepnya yang bagus secara bagus pula . Dan itu nyata memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia. Salah satu contoh adalah keberhasilan Ki Hadjar Dewantara membentuk Perguruan Nasional Taman Siswa pada tahun 1922 sebagai usaha menjalankan perjuangan nasional bangsa untuk kemerdekaan yang dilakukan melalui jalan budaya dan khususnya pendidikan. Sayang sekali keberhasilan demikian merupakan perkecualian yang sedikit jumlahnya. Kelemahan dalam implementasi ini read more .....

Sep 7

By Sayidiman Suryohadiprojo On November 4 this year the American people are going to elect their new President and Vice President. The US Presidential election this year will be a very interesting event with various consequences which are not easy to predict. It will be an interesting event because it is the first time in history that there is a black Presidential candidate. This fact in itself indicates that things are changing in America. Another significant fact is that also for the first time a female person becomes a Vice Presidential Candidate. Although in many other countries, including those in Asia and nations with a Moslem majority, it is not longer strange that a woman achieves the leading position, for the US it is still not a normal event. Also this fact is another indication of change in America. There are significant differences between the candidates of the Democratic and Republican Party for this election. The Democrats have nominated Barack Obama as their presidential candidate. A relatively young black man of 47 read more .....

Aug 27

Sinar Harapan, Rabu, 27 Agustus 2008 Artikel ditulis oleh Tutut Herlina Jakarta-Sejumlah kekuatan asing yang ingin menguasai dunia telah menyebabkan Indonesia kehilangan jati diri bangsa. Keberadaan mereka akan terus mengancam dan tidak ingin Indonesia memiliki keuntungan. Demikian mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Sayidiman Suryohadiprodjo. Namun, hal itu tidak pernah disadari dan sebaliknya banyak pemimpin negeri ini yang bangga hanya dengan ujian “manipulatif” asing. Menurutnya, pengetahuan teknis saja tidaklah cukup tanpa semangat kebangsaan yang kuat. Perbedaan etnis, agama dan hubungan pusat dan daerah harus dijaga sehingga tetap harmonis dalam bingkai NKRI. Jika semua ini ditinggalkan, negeri nusantara yang proses kemerdekaanya mengorbankan banyak nyawa hanya melahirkan sebuah bangsa yang menjadi pion kekuatan asing. Sayidiman mengatakan itu, dalam diskusi yang digelar Partai Keadilan Sejahtera dengan tema “Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan” di Jakarta, Selasa (26/8). Acara read more .....

Aug 26

Sayidiman Suryohadiprojo Semangat Kebangsaan menciptakan Negara Merdeka dan Berdaulat Adalah karena Semangat Kebangsaan rakyat yang Indonesia berhasil keluar dari penjajahan bangsa lain dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Merdeka dan Berdaulat. Sejarah membuktikan bahwa mereka yang tidak ber-Semangat Kebangsaan tetap berada dalam penjajahan sekalipun seakan-akan mereka hidup dalam satu negara mereka sendiri. Semangat Kebangsaan itu timbul di dada rakyat dan khususnya para pemuda karena mengalami kehidupan yang hina dan sengsara dibandingkan rakyat yang hidup di satu negara merdeka. Lebih-lebih lagi merasakan perbedaan yang amat mencolok dalam kehidupan pihak yang dijajah dan yang menjajah, baik penjajah itu Belanda, Inggeris maupun Jepang. Perasaan itu memuncak dan menggelora menjadi semangat yang tidak sudi lagi dijajah oleh siapa pun juga. Terwujudlah Semangat Kebangsaan yang mendorong perjuangan merebut kemerdekaan didahului dengan Proklamasi Kemerdekaan oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia pada 17 read more .....

Aug 15

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Pendahuluan Sejak bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 selalu menjadi pertanyaan bagaimana sistem pemerintahan yang tepat dan paling bermanfaat baginya. Dengan kemudian dirumuskannya Pancasila sebagai Filsafah dan Pandangan Hidup Bangsa serta Dasar Negara Republik Indonesia, mulai jelas apa yang menjadi Tujuan Bangsa. Hal ini makin tegas setelah dirumuskan dan disetujui Undang-Undang Dasar 1945 pada 18 Agustus 1945. Dengan begitu juga jelas sistem pemerintahan apa yang tepat dan bermanfaat bagi bangsa kita. Secara umum dapat dikatakan bahwa Demokrasi adalah sistem politik yang memungkinkan semua warga bangsa mempunyai kesempatan mewujudkan aspirasinya. Dalam sejarah umat manusia tampak bahwa demokrasi berkembang sesuai dengan kondisi bangsa yang bersangkutan, termasuk nilai budayanya, pandangan hidupnya serta adat-istiadatnya. Dengan begitu tiap-tiap bangsa mempunyai caranya sendiri mewujudkan demokrasi. Antara lain tampak bahwa sekalipun bangsa-bangsa Eropa Barat mempunyai read more .....