Jun 24

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 24 Juni 2009 Pada tanggal 23 Juni 2009 di Markas Besar Legiun Veteran RI diselenggarakan ceramah tentang masalah Ambalat. Yang bertindak sebagai pembicara adalah Laksma (P) Ir. Adi Sumardiman SH. Pembicara adalah seorang yang sangat dapat diandalkan bicara tentang masalah yang menjengkelkan ini. Sebab ia seorang Insinyur Geodesi lulusan ITB yang tentu pakar dalam masalah geografi dan hidrografi. Ia juga seorang Sarjana dalam Hukum Internasional. Tentang SH ini ia menceritakan satu kejadian yang lucu. Ketika pada akhir tahun 1950-an Prof. Dr Mochtar Kusuma Atmadja menjadi ketua delegasi Indonesia untuk memperjuangkan pengakuan dan pengesahan PBB atas Deklarasi Djuanda yang terbit pada tahun 1957, Pak Adi Sumardiman (AS) juga menjadi anggota kelompok itu. Akan tetapi ketika Pak AS mau turut delegasi untuk perundingan ke New York, Prof Mochtar mengatakan bahwa hanya para Sarjana Hukum yang dapat ikut serta. Hal ini memotivasi Pak AS untuk merebut gelar SH dan dapat diraihnya dalam 3 tahun berikut, read more .....

Jan 31
PERANG INFORMASI
Admin | 01 31st, 2009 | Catatan | 19 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 31 Januari 2009 Dalam peluncuran buku saya Pengantar Ilmu Perang pada tanggal 29 Januari 2009 terjadi diskusi yang cukup ramai dan bermutu. Andai kata hadirin semua sudah mempunyai buku itu sebelum peluncuran pasti diskusi akan lebih ramai lagi. Akan tetapi secara teknis tidak mungkin buku itu dibagi sebelumnya dalam jumlah banyak, sehingga hanya Moderator, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, dan 2 orang pembahas, yaitu Dr. Edy Prasetyono dan Mayjen TNI (Purn) Zacky Makarim, yang sudah dapat diberi buku itu sebelum acara peluncuran. Namun demikian cukup banyak bahan yang saya peroleh untuk menyempurnakan buku itu kalau Penerbit Pustaka Intermasa nanti melakukan cetakan kedua buku itu. Itu termasuk pendapat yang setelah peluncuran disampaikan kepada saya dari kawan-kawan yang menyempatkan membaca buku itu setelah peluncuran. Di antara bahan-bahan penyempurnaan itu masalah Perang Informasi yang ingin saya uraikan dalam tulisan ini. Memang dalam buku Pengantar Ilmu Perang sudah dikemukakan pentingnya read more .....

Dec 10

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta, 10 Desember 2008 Buat para penggemar olahraga, khususnya sepakbola, adalah menyedihkan ketika melihat atau mendengar Indonesia kalah lagi pertandingannya melawan Singapore dengan 2-0 pada tanggal 9 Desember lalu. Terutama buat mereka yang umurnya di atas 70 tahun dan mengalami tahun-tahun 1960-an hal ini amat memukul. Sampai sekitar tahun 1970 team nasional Indonesia termasuk yang terkuat di Asia Tenggara. Paling-paling pesaingnya yang serieus adalah Thailand. Malahan ketika team Indonesia terdiri atas Van der Vin atau Maulwi Saelan sebagai keeper, pemain-pemain belakang yang terdiri atas Sidi sebagai stopperspil, Him Tjiang sebagai back bersama-sama Tan Liong Houw, Sidik dan Saderan di garis tengah, dan di depan Ramang sebagai centre-forward yang produktif dibantu Jamiat, Ing Hien, Jusuf Siregar, Sugiono, Witarsa, Tan San Liong dan Siang Liong, team Indonesia tidak ada saingannya di Asia Timur. Ketika itu Jepang belum serieus bermain sepakbola (baru mulai serieus setelah tahun 1980an) dan read more .....

Oct 5
TNI Berumur 63 Tahun
Admin | 10 5th, 2008 | Catatan | 2 Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Pur) Pada hari ini 5 Oktober 2008 TNI berumur 63 tahun. Setelah pada 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh pemerintah Republik Indonesia ditetapkan menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), maka Negara Republik Indonesia mempunyai tentara resmi. Kemudian melalui perubahan nama, yaitu Tentara Keselamatan Rakyat dan Tentara Republik Indonesia, tentara itu bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejak semula TNI terdiri dari unsur Darat (TNI-AD), Laut (TNI-AL) dan Udara (TNI-AU) yang semua berdiri sendiri dan seluruhnya dipimpin oleh Panglima Besar TNI (Jenderal Sudirman) dibantu oleh Markas Besar TNI (MBT) dipimpin Kepala Staf TNI Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo. Setelah Reorganisasi dan Rasionalisasi TNI (RE & RA) pada tahun 1947 MBT berubah nama menjadi Staf Angkatan Perang (SAP) dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Perang. Setelah Panglima Besar Sudirman wafat pada tahun 1950 jabatan Panglima Besar TNI ditiadakan, kemudian setelah 1953 juga jabatan Kepala Staf AP ditiadakan. read more .....

Aug 26

Sayidiman Suryohadiprojo Semangat Kebangsaan menciptakan Negara Merdeka dan Berdaulat Adalah karena Semangat Kebangsaan rakyat yang Indonesia berhasil keluar dari penjajahan bangsa lain dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Merdeka dan Berdaulat. Sejarah membuktikan bahwa mereka yang tidak ber-Semangat Kebangsaan tetap berada dalam penjajahan sekalipun seakan-akan mereka hidup dalam satu negara mereka sendiri. Semangat Kebangsaan itu timbul di dada rakyat dan khususnya para pemuda karena mengalami kehidupan yang hina dan sengsara dibandingkan rakyat yang hidup di satu negara merdeka. Lebih-lebih lagi merasakan perbedaan yang amat mencolok dalam kehidupan pihak yang dijajah dan yang menjajah, baik penjajah itu Belanda, Inggeris maupun Jepang. Perasaan itu memuncak dan menggelora menjadi semangat yang tidak sudi lagi dijajah oleh siapa pun juga. Terwujudlah Semangat Kebangsaan yang mendorong perjuangan merebut kemerdekaan didahului dengan Proklamasi Kemerdekaan oleh Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia pada 17 read more .....

Aug 7

Sayidiman Suryohadiprojo Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati ulang tahun kemerdeekaannya yang ke 61. Selama 61 tahun perjalanan Negara Republik Indonesia bangsa kita mengalami berbagai hal. Ada perkembangan yang mendekatkan kita kepada tujuan nasional kita, tetapi ada pula yang menjauhkan dan mempersukar pencapaian tujuan itu. Dalam perjalanan bangsa terjadi perubahan dalam sikap budaya bangsa Indonesia. Sikap budaya gotongroyong yang semula menjadi sikap hidup bangsa telah mengalami banyak gempuran yang terutama bersumber pada budaya Barat yang agresif dan dinamis. Dengan memanfaatkan keberhasilannya di berbagai bidang kehidupan serta kekuatannya di bidang fisik dan militer Barat berhasil makin mendominasi dunia dan umat manusia. Salah satu korban penetrasi Barat adalah budaya gotongroyong Indonesia. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, para Pendiri Bangsa menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sebagaimana read more .....

Apr 30

Catatan Sayidiman Suryohadiprojo April 2006 Sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan Indonesia saya menaruh respek tinggi kepada perjuangan rakyat Vietnam yang telah berhasil merebut kemerdekaan mereka dari dua kekuatan kolonial terkuat di dunia, yaitu Perancis dan Amerika Serikat. Perjuangan selama 30 tahun, yaitu dari tahun 1945 hingga 1954 menghadapi Perancis dan dari 1954 hingga 1975 menghadapi AS, benar-benar menunjukkan betapa besar tekad dan semangat rakyat Vietnam serta kemampuan mereka untuk mewujudkan tindakan yang dapat mengalahkan satu negara industri maju, dan bahkan negara adikuasa. Bangsa Indonesia pun berhasil merebut kemerdekaannya sebagai hasil perjuangan rakyat Indonesia beserta Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meskipun segolongan orang suka berkata bahwa kemenangan Indonesia adalah hasil diplomasi, tetapi tidak mungkin diplomasi itu berhasil kalau tidak didukung oleh berbagai hasil perjuangan fisik yang dilakukan di lapangan terhadap Belanda dan pembantunya. Namun demikian, perjuangan fisik rakyat Indonesia yang read more .....

Apr 29

Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Pada tanggal 30 April bangsa Vietnam memperingati berakhirnya intervensi AS di negaranya. Sebagai sesama bangsa Asia yang bekas dijajah, bangsa Indonesia patut turut bergembira dengan peristiwa itu. Indonesia dan Vietnam mempunyai persamaan bahwa kedua bangsa itu telah mencapai kemerdekaannya melalui perang kemerdekaan. Tidak banyak bangsa lain yang mempunyai sejarah yang demikian berat, karena mereka memperoleh kemerdekaan dari bekas penjajahnya secara damai. Malahan Vietnam harus merebut kemerdekaannya dari dua kekuatan Barat yang terkenal kuat melalui perang kemerdekaan yang berlangsung 30 tahun lamanya, dari tahun 1945 hingga 1975 Vietnam terlebih dahulu harus berhadapan dengan penjajahnya yang asli, yaitu Perancis. Ketika Perang Dunia 2 berakhir pada bulan Agustus 1945, Perancis yang turut menang perang hendak kembali menguasai Vietnam yang selama perang diduduki tentara Jepang. Hal ini jelas bertentangan dengan kenyataan bahwa pada 2 September 1945 rakyat Vietnam telah menyatakan diri merdeka read more .....

Feb 9
OFFENSIF TET 1968
Admin | 02 9th, 2005 | Catatan | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Setiap kali memperingati Imlek kita teringat kepada Offensif Tet (Imlek) tahun 1968 yang dilancarkan tentara Vietnam dengan kebangkitan rakyat Vietnam Selatan Komentar surat kabar AS atas serangan itu antara lain : The bold, massive Vietnam attacks yesterday on Saigon, eight provincial capitals and 30 or 40 lesser towns were a shocker. Serangan ke Saigon bahkan berhasil menduduki kedutaan besar AS dan baru setelah pertempuran selama 6 jam penyerang dapat dikeluarkan. Offensif Tet dapat dianggap sebagai permulaan runtuhnya intervensi AS di Vietnam yang telah dimulainya sejak tahun 1950-an. Ketika Perancis pada tahun 1945 datang di Vietnam untuk menjajah kembali dan meniadakan kemerdekaan bangsa Vietnam yang diproklamasikan oleh Ho Chi Minh di Hanoi pada 2 September 1945, AS sudah mulai membantu Perancis. Apalagi setelah Perancis makin tidak mampu mengalahkan perlawanan rakyat dan tentara Vietnam, dan sebaliknya malah dikalahkan secara menentukan dalam pertempuran Dien Bien Phu pada tahun 1954, AS makin keras read more .....

Oct 5

Sayidiman Suryohadiprojo Hubungan Indonesia dengan Singapore mengalami gangguan serius akibat ucapan Menteri Senior Lee Kuan Yew secara terbuka bahwa di Indonesia para dalang terrorisme masih berkeliaran secara bebas, sehingga menimbulkan ancaman latent bagi keamanan Singapore. Reaksi yang timbul di pihak Indonesia terhadap ucapan terbuka itu tidak hanya diberikan oleh Pemerintah, tetapi juga kalangan masyarakat mengeluarkan tanggapan yang keras terhadap pernyataan itu. Bahkan terjadi demonstrasi di depan kedutaan besar Singapore di Jakarta, disertai pembakaran bendera Singapore dan boneka yang menggambarkan pribadi Lee Kuan Yew. Reaksi balasan dari pihak Singapore telah dinyatakan oleh menteri luar negerinya yang tidak mengerti mengapa ada reaksi demikian pada pemerintah Indonesia. Katanya, bukti telah cukup untuk mengambil tindakan terhadap Abu Bakar Basyir dan Hambali, tetapi itu tidak dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Reaksi tanggapan itu menimbulkan kembali jawaban pihak Indonesia bahwa sejak terjadi Reformasi pemerintah read more .....