Jun 8

Sayidiman Suryohadiprojo Pancasila sebagai Realitas di Indonesia Ketika Ir. Soekarno (Bung Karno) pada 1 Juni 1945 mengusulkan kepada Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) untuk mengadakan satu Pandangan Hidup (Weltanschauung) bagi Negara Indonesia Merdeka dan kemudian mengusulkan apa yang beliau namakan Pancasila sebagai Pandangan Hidup itu, bangsa Indonesia telah menerima usul itu. Kemudian Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan beberapa perubahan redaksional menetapkan Pancasila juga sebagai Dasar Negara dengan mencantumkannya dalam UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Republik Indonesia yang pada 17 Agustus 1945 diproklamasikan kemerdekaannya oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Kecuali segolongan kecil orang, tidak ada orang Indonesia yang menyanggah ketepatan Pancasila sebagai Dasar Negara, sebagai Pandangan Hidup Bangsa dan sebagai Jati Diri Diri Bangsa yang oleh Bung Karno digali dari akar-akar kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan orang-orang yang menganut ideologi berbeda mengakui read more .....

May 20

Sayidiman Suryohadiprojo Kebangkitan Nasional tahun 1908 Gerak para mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau Sekolah Dokter Pribumi) membentuk perkumpulan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 merupakan langkah penting dalam perkembangan gerakan kebangsaan atau Nasionalisme di Indonesia. Adalah Dr. Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeradji yang merupakan pendiri Boedi Oetomo, disertai peran Dr. Wahidin Soediro Hoesodo yang tidak kalah pentingnya. Sebenarnya Boedi Oetomo tidak bergerak di bidang politik, melainkan lebih bersifat ekonomi, sosial dan kebudayaan. Juga lebih banyak meliputi orang suku Jawa. Meskipun demikian, karena sebelum itu tidak pernah ada pembentukan organisasi orang-orang Indonesia yang dihalangi penjajahan Belanda, dampak dan pengaruh berdirinya Boedi Oetomo sangat besar sebagai inspirasi kepada orang Indonesia untuk bangkit memperbaiki nasibnya. Itu sebabnya saat berdirinya Boedi Oetomo kemudian dinamakan Hari Kebangkitan Nasional. Perlu kita sadari bahwa pada permulaan abad ke 20 tidak read more .....

Apr 6

Sayidiman Suryohadiprojo[1] Pendidikan & Kepribadian Bangsa Sudah menjadi pengetahuan yang dianut para pendidik di mana saja bahwa Pendidikan yang baik tidak dapat meninggalkan Kepribadian Bangsa. Karena bangsa Indonesia sudah menentukan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, maka Pancasila merupakan Kepribadian Bangsa. Dengan begitu Pendidikan di Indonesia harus dilandasi Pancasila. Budaya dan Karakter Bangsa tidak akan dapat meluas secara efektif dalam kehidupan Bangsa kalau tidak disertai penyelenggaraan Pendidikan kepada seluruh Bangsa tentang Budaya dan Karakter Bangsa. Khusus buat Indonesia Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa amat penting karena bangsa Indonesia telah mengalami penjajahan oleh bangsa Belanda dan bangsa Eropa lainnya yang cukup lama. Penjajahan itu tidak hanya dilakukan secara politik dan ekonomi, tetapi juga dengan penanaman budaya Barat pada kepribadian manusia Indonesia. Boleh dikatakan bahwa justru penjajahan budaya lebih efektif buat pihak penjajah dari pada penjajahan politik dan read more .....

Mar 15

Sayidiman Suryohadiprojo Bangsa Indonesia sedang digoncang oleh demonstrasi di banyak tempat dan dilakukan oleh berbagai pihak yang dipicu oleh keputusan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi. Yang menolak keputusan itu berpendapat bahwa Pemerintah mengabaikan kepentingan rakyat kecil dan miskin. Sedangkan Pemerintah menganggap kenaikan itu perlu untuk mengurangi beban keuangan yang disebabkan oleh jumlah subsidi itu. Kedua pihak ada benarnya; pihak yang menolak benar karena akibat kenaikan itu rakyat harus melakukan pengeluaran yang jauh lebih besar, sedangkan sekarang saja kehidupannya sudah berat. Biaya angkutan dan ongkos produksi akan naik yang semua menekan kehidupan rakyat.Sebaliknya juga Pemerintah ada benarnya karena memang harus diberikan subsidi bagi berbagai keperluan rakyat kecil. Subsidi BBM yang besar merupakan beban yang berkonsekuensi pada keperluan Pemerintah lainnya yang tak kalah pentingnya bagi kesejahteraan rakyat. Subsidi BBM yang besar adalah akibat pendekatan Pemerintah RI yang kurang tepat sudah read more .....

Feb 25

Sayidiman Suryohadiprojo Di Indonesia sedang terjadi perdebatan apakah tepat TNI-AD beli tank Leopard 2A6 dari Belanda. . Ada yang mengatakan bahwa medan Indonesia tidak cocok untuk tank, terutama untuk Leopard dengan berat antara 50-60 ton..Selain itu ada yang mempersoalkan apakah pengadaan MBT atau Main Battle Tank tinggi prioritasnya, mengingat TNI menghadapi masalah yang berbeda sifatnya, seperti persoalan Papua. Perdebatan seru yang terjadi di masyarakat dan DPR acap kali menunjukkan bahwa yang berdebat kurang memahami subyek yang diperdebatkan, yaitu Leopard yang tegolong tank medium dengan sifat-sifatnya serta peran yang dapat dilakukan dalam pertahanan. Sebab itu perlu diuraikan apa barang yang dinamakan tank itu. Terlebih dahulu perlu diuraikan apa tank itu. Tank mulai ada dan berkembang pada akhir Perang Dunia 1 ketika Inggeris mengakhiri stalemate yang terjadi dalam medan tempur Peranciis Utara. Offensif Jerman mennuju Paris terhenti karena tentara Sekutu Inggris-Perancis berhasil membangun pertahanan dengan parit-parit read more .....

Feb 18

Sayidiman Suryohadiprojo Sikap Efektif adalah kemampuan untuk selalu dapat mencapai Tujuan atau menghasilkan sesuatu yang ditetapkan. Masyarakat yang mempunyai sifat itu (to get things done) adalah Masyarakat Efektif, . Sifat yang belum ada sepenuhnya di Indonesia. Kita begitu sering mengalami rencana-rencana bagus tidak diimplementasikan untuk menjadi kenyataan. Kemampuan dan semangat implementasi masih kurang kuat di Indonesia. Memang menjadi masyarakat Efektif memerlukan kebiasaan-kebiasaan yang masih belum cukup ada secara luas dan mendalam di kehidupan masyarakat Indonesia. Kebiasaan pertama adalah mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan, terutama yang ditetapkan orang itu sendiri. Jadi jangan puas dengan membuat gagasan atau rencana yang bagus, melainkan ingin melihat gagasan dan rencana itu menjadi kenyataan. Dan ada kesadaran bahwa hanya dengan perbuatan atau tindakan gagasan dan rencana itu menjadi kenyataan. Sekarang masih terlampau sering gagasan dan rencana yang bagus dan bahkan sudah lama dibicarakan tidak read more .....

Feb 8

Sayidiman Suryohadiprojo Kebebasan adalah kondisi hidup yang amat diperlukan setiap manusia yang mau hidup bahagia dan sejahtera. Sebab itu bangsa Indonesia bersedia berjuang merebut kemerdekaannya dengan taruhan nyawanya. Manusia memerlukan kebebasan untuk dapat mengusahakan hal-hal yang terbaik. Memerlukan kebebasan bergerak, kebebasan berpikir dan berperasaan, kebebasan menyatakan pendapat. Dengan kebebasan manusia bisa kreatif memberikan wujud dan bentuk bagi pikiran dan perasaannya. Itu menghasilkan ilmu pengetahuan, kesenian yang aneka ragam, kepercayaan religieus yang menghubungkan dirinya dengan Yang Menguasai kehidupan dan Alam Semesta. Manusia dalam Masyarakat Pancasila juga memerlukan kemajuan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Sebab itu kebebasan merupakan bagian mendasar dalam kehidupan masyarakat Pancasila. Akan tetapi kebebasan manusia tidak mungkin mutlak oleh karena hakikat eksistensi Manusia adalah kehidupan bersama dengan Manusia lain. Dimulai dengan hidup dalam Keluarga dan nantinya dalam Masyarakat read more .....

Nov 22
MASALAH PAPUA DAN FREEPORT
Admin | 11 22nd, 2011 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Papua telah menjadi masalah bagi Indonesia. Dalam masalah yag rumit itu Freeport termasuk titik sentral yang amat penting. Kita tak akan mengungkit-ungkit berbagai kesalahan yang telah terjadi di masa lalu yang menyebabkan timbulnya persoalan ini. Tulisan ini memberikan alternatif bertindak untuk mengatasi masalah itu. Sebab berkembangnya masalah ini dapat sangat merugikan berlanjutnya NKRI. Masalah Papua utama adalah kehendak untuk membentuk Papua Merdeka. Meskipun seakan-akan ini kehendak mayoritas penduduk Papua, namun dalam kenyataan hal itu hanya pikiran satu kelompok minoritas. Tapi minoritas ini bersuara keras dan dengan begitu dapat membentuk dukungan dari luar negeri yang memungkinkannya untuk terus berkembang. Meskipun banyak negara menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak mau mengganggu integritas dan kedaulatan NKRI, namun itu sering hanya pernyataan pemerintah negara-negara itu. Terdapat kalangan lain yang amat berkepentingan dengan perubahan di Papua yang dapat menguntungkannya. Freeport read more .....

Nov 22

Sayidiman Suryohadiprojo Sudah sejak beberapa tahun lalu Israel amat berambisi menyerang Iran untuk menghancurkan usaha negara itu membangun kemampuan nuklir. Israel amat khawatir bahwa Iran dengan kemampuan nuklir strategis akan mengakhiri dominasi Israel atas dunia Arab. Para pemimpin Israel garis keras yang sekarang memimpin negara itu berpikir bahwa lebih baik menyerang Iran secepat mungkin sebelum ia mampu membangun senjata nuklir. Akan tetapi hingga belum lama berselang AS selalu menahan Israel karena khawatir akan menyebabkan reaksi internasional yang merugikan. Semua pihak tahu bahwa AS tidak dapat pisah dari Israel dan melihat serangan Israel sebagai usaha AS juga. Akan tetapi belakangan ini nampak amat berkurang penolakan AS terhadap kehendak Israel. Malahan sekarang Inggeris turut bicara tentang serangan ke Iran. Laporan Badan Nuklir Internasional (IAEA) minggu ini makin memperkuat keyakinan mereka bahwa memang Iran sudah pada tahap mampu membuat senjata nuklir. Namun pimpinan negara-negara Eropa seperti Russia dan read more .....

Sep 17

Sayidiman Suryohadiprojo Menjadi tantangan bangsa Indonesia untuk menghasilkan Kepemimpinan Nasional yang berambisi kuat menjadikan kesejahteraan rakyat kenyataan. Sebab Pancasila yang menjadi Dasar Negara Republik Indonesia menentukan perlunya Keadilan Sosial dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dan Keadilan Sosial itu tak mungkin terwujud tanpa ada kesejahteraan rakyat yang membawa kemakmuran dan kemajuan dalam kehidupan bangsa. Namun dalam kenyataan sejak Indonesia Merdeka belum pernah ada Kepemimpinan Nasional yang mewujudkan itu. Bung Karno, Presiden RI yang pertama, sebagai Penggali Pancasila memang brilyan dalam gerak politiknya, tetapi tidak berminat sama sekali untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat kecuali dalam orasinya. Malahan kepemimpinannya berakhir dengan inflasi melebihi 600 persen serta kondisi sandang-pangan rakyat yang sengsara. Pak Harto, Presiden kedua, bermula dengan baik untuk memperbaiki kehidupan rakyat, tapi kemudian tak dapat mencegah ekonomi Indonesia dikuasai IMF dan pembantu-pembantu ekonominya yang read more .....