Lembaga Pendidikan Islam Dalam Era Globalisasi (2/2)

Posted by Admin on Wednesday, 20 February 2002 | Makalah, Opini

Lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang kita inginkan

Lembaga Pendidikan Tinggi Islam harus dapat memainkan perannya yang tepat dalam usaha pencapaian serta peningkatan kemajuan dan kesejahteraan umat Islam. Buat uamt Islam di Indonesia hal itu juga berarti pencapaian dan peningkatan kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Keberhasilan peran itu diindikasikan oleh kemampuan lulusannya dalam menjalankan pekerjaannya dalam masyarakat sehingga membawa kemajuan dalam lingkungan pekerjaannya khususnya dan kemajuan masyarakat pada pumumnya. Dengan begitu ia menjadi kader bangsa atau umat yang berharga.

Lembaga pendidikan tinggi ada yang Universitas dan Sekolah Tinggi yang tujuan utamanya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum dan luas. Dalam universitas dikembangkan penguasaan Iptek berbagai disiplin ilmu yang dilakukan melalui berbagai fakultas atau departemen, sedangkan Sekolah Tinggi hanya mengembangkan satu disiplin ilmu. Selain itu ada Sekolah Tinggi Kejuruan dan Politeknik yang terutama mendidik mahasiswa untuk penguasaan satu disiplin ilmu secara praktis, meskipun tidak mengabaikan dasar ilmu pengetahuan. Keseluruhan lembaga pendidikan tinggi itu penting bagi kemajuan masyarakat. Dalam lingkungan Islam semua lembaga pendidikan tinggi sudah dikembangkan sebagaimana dilakukan antara lain oleh Muhammadiyah, Al Azhar dan lainnya. Selain itu ada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang terutama diselengarakan Pemerintah untuk mendalami agama Islam dalam segala aspeknya. Dalam Universitas milik organisasi Islam juga sering ada fakultas yang khusus mendalami agama Islam.

Dalam lembaga pendidikan tinggi harus ada pendidikan yang membentuk kepribadian yang bermutu, pendidikan professional yang dilandasi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, serta ada lingkungan pendidikan yang mendukung pelaksanaan dua hal di atas.

Pembentukan kepribadian yang bermutu ditentukan oleh kepemimpinan yang tepat dari pimpinan lembaga serta seluruh tenaga pendidik dan administrasi. di satu pihak. Sedangkan di pihak lain ditentukan pula oleh penyelenggaraan kehidupan mahasiswa dalam berbagai organisasi dan kegiatannya. Kepemimpinan perguruan tinggi yang baik adalah yang dapat bersikap Tut Wuri Handayani, artinya memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa untuk mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya secara otonom dengan selalu menjaga hubungan dan komunikasi yang dekat antara pimpinan lembaga dengan para mahasiswa. Memberikan kesempatan yang luas kepada mahasiswa harus disertai pemberian nasehat dan pertimbangan yang jujur dan serieus agar para mahasiswa mengetahui apa dan bagaimana yang oleh pimpinan lembaga dianggap cara bertindak yang baik dan mana yang dijauhi. Harus pula disertai kritik dan koreksi apabila para mahasiswa kurang dapat menggunakan kesempatan yang diberikan itu secara bermanfaat bagi kehidupan mahasiswa secara keseluruhan maupun untuk masyarakat pada umumnya . Hubungan dekat antara para tenaga pengajar atau para dosen dengan mahasiswa juga amat diperlukan untuk membimbing mahasiswa ke arah yang diinginkan. Harus dijauhi sikap yang masih sering ada bahwa seorang tenaga pengajar tidak mau berdiskusi dengan mahasiswa serta mengambil sikap bahwa pengajar selalu benar pikirannya. Sikap pimpinan lembaga harus menimbulkan rasa hormat dan respek yang timbul secara alami pada mahasiswa dan bukan karena dipaksakan.

Lembaga pendidikan tinggi Islam harus pula berhasil membentuk kader umat Islam yang membawa kemajuan umat dalam rangka Kebangkitan Islam. Oleh sebab itu kepribadian yang terbentuk pada mahasiswa haruslah kepribadian Islam yang sesuai dengan inti ajaran Islam. Bukan kepribadian yang berpandangan picik dan sempit, melainkan yang berpandangan luas dengan wawasan yang menghargai pluralitas. Bersikap penuh toleransi berdasarkan pandangan kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal, tetapi juga tahu menjaga prinsip yang dianut serta harga diri yang bermartabat. Sikap demokratis yang mengakui perbedaan tetapi juga menyadari pentingnya persatuan. Para mahasiswa dididik untuk dapat berpikir secara mandiri dan kritis serta diusahakan terwujudnya keseimbangan antara ratio dan emosi. Namun juga timbulnya kesadaran bahwa harus ada kemampuan berbuat dan pentingnya implementasi dari berbagai teori dan konsep yang dimiliki. Perlu diusahakan agar lambat laun dapat dihilangkan satu sifat bangsa Indonesia, termasuk umat Islamnya, yang menunjukkan kesenjangan yang lebar antara perbuatan dan perkataan. Ini semua sebetulnya termasuk dalam ajaran Islam, tetapi belum diwujudkan sebagaimana mestinya.

Sebagai umat Islam yang hidup di Indonesia ditumbuhkan kesadaran bahwa Panca Sila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia serta pandangan hidup bangsa yang dianut sejak permulaan kemerdekaan bukan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya malahan nilai-nilai Panca Sila dan ajaran Islam justru banyak persamaannya. Oleh sebab itu umat Islam di Indonesia juga menjunjung tinggi Panca Sila sebagai Dasar Negara. Dan karena itu umat Islam di Indonesia senantiasa memperjuangkan kelangsungan hidup Republik Indonesia berdasarkan Panca Sila. Ini semua perlu menjadi kesadaran kader Islam di Indonesia untuk menjamin keberhasilan Kebangkitan Islam.

Kemudian lembaga pendidikan tinggi itu harus menyajikan pendidikan professional yang bermutu.. Oleh sebab itu harus ada kemampuan untuk menarik tenaga pengajar yang tinggi mutunya dan terkenal derajat keilmuannya dalam masyarakat dan khususnya di dunia akademis. Perlu ada kemampuan untuk membentuk daya tarik bagi para ilmuwan yang bermutu tinggi. Daya tarik itu biasanya terwujud kalau ada suasana yang dinilai baik oleh dunia cendekiawan, tersedianya dukungan administrasi yang baik seperti tingkat penghasilan yang memuaskan serta perumahan dan angkutan yang cocok, dan adanya fasilitas pendidikan yang cukup bermutu dan memadai bagi berbagai mata kuliah. Sebab itu penyediaan berbagai fasilitas pendidikan adalah amat perlu, terutama adanya perpustakaan yang lengkap dengan buku-buku berharga dalam aneka ragam disiplin ilmu, baik yang lama maupun baru, berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Juga adanya jurnal atau majalah professi dari sumber nasional maupun internasional. Di samping itu tidak dapat ditinggalkan hadirnya Pusat Informasi yang meliputi kemampuan komputer yang dapat mendukung studi para mahasiswa dengan menjangkau berbagai sumber nasional dan internasional.

Pendidikan professional tidak hanya membentuk seorang yang cakap dalam professi tertentu, tetapi lebih penting adalah terbentuknya kemampuan berpikir yang dapat mencapai tingkat kreativitas makin tinggi serta mampu mengimplementasikan hasil kreativitasnya. Dengan begitu yang diusahakan bukan hanya seorang pekerja dan pelaksana yang mahir dan cekatan, tetapi juga seorang pemimpin dalam professinya yang sanggup membawa lingkungannya kepada pencapaian cakrawala baru. Sebab itu studi di lembaga pendidikan tinggi bukan hanya menumpuk data dan informasi dalam benak masing-masing, melainkan membentuk pengetahuan dan kemampuan belajar sepanjang umur dengan memanfaatkan berbagai sumber yang dapat dijangkau. Studi demikianlah yang perlu dikembangkan oleh pimpinan lembaga pendidikan tinggi Islam serta segenap tenaga pendidik dan administrasi yang mendampinginya.

Kalau lembaga pendidikan tinggi itu menjadi terkenal karena kualitas tersebut di atas, maka pasti ada daya penarik bagi para lulusan terbaik pendidikan menengah untuk menjadi mahasiswa di lembaga itu.

Juga harus terwujud satu lingkungan berupa kampus yang dibangun secara menarik. Tentu makin banyak kemudahan dan rekreasi yang dapat disediakan, termasuk berbagai kegiatan olahraga, makin menarik kehidupan dalam kampus itu. Kegiatan bersama dalam aneka kegiatan olahraga dan sosial akan mendekatkan hubungan antara para mahasiswa, antara pimpinan dan tenaga pendidik serta administrasi, dan antara mahasiswa dengan pimpinan lembaga serta tenaga pendidik dan administrasi. Lembaga pendidikan tinggi yang dapat membentuk tim dalam aneka ragam cabang olahraga yang turut bertanding dalam kompetisi nasional sangat merangsang kehidupan kampus yang menggairahkan. Lingkungan kampus harus dijaga kebersihan dan keselarasannya agar mendukung terciptanya suasana yang menarik. Lingkungan alam kampus yang berisi taman dengan pohon-pohonan yang rindang serta bunga-bunga yang beraneka warna, dengan danau dan sungai yang mengalirkan air bersih akan sangat mendukung suasana kampus yang penuh harmoni.

Lembaga pendidikan tinggi yang dibentuk harus disesuaikan dengan kemampuan pengadaan segala macam fasilitas ini. Sebab lebih penting menjamin mutu ketimbang mengadakan sesuatu yang besar tanpa mutu. Untuk mengadakan satu universitas tentu diperlukan kampus dan fasilitas serta tenaga pendidik yang jauh lebih besar dan banyak dari pada mengadakan satu sekolah tinggi yang mendidik satu jurusan saja. Akan tetapi lebih baik mempunyai satu sekolah tinggi, bahkan satu akademi yang bermutu tinggi ketimbang menyelenggarakan satu universitas yang kurang dapat menarik tenaga pendidik bermutu, kurang mampu mengadakan perpustakaan yang memadai dan kurang dapat membangun satu kehidupan kampus yang dinamis. Sebab lulusan universitas semacam itu sedikit kemungkinannya untuk menghasilkan prestasi kerja tinggi, kecuali yang bersangkutan mengusahakan sendiri peningkatan kemampuan professionalnya. Sebaliknya satu akademi yang bermutu akan menghasilkan tenaga professional yang bermutu dan berharga bagi masyarakat, sekalipun untuk tingkat di bawah sarjana satu.

Dalam lembaga pendidikan tinggi Islam kehidupan yang selaras itu harus pula diwujudkan dengan adanya kegiatan spiritual yang tepat. Mesjid kampus menjadi pusat aneka ragam kegiatan sosial yang tidak hanya diramaikan oleh para penghuni kampus tetapi juga menarik pengunjung dari sekitarnya.

Itu semua memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Bagi lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang swasta berarti bahwa harus ada yayasan yang mampu mengusahakan pembiayaan itu dengan sebaik-baiknya. Namun yayasan dan pimpinannya tidak hanya harus melihat faktor pembiayaan saja, melainkan harus pula menghayati bahwa yang dilakukan adalah satu usaha kependidikan. Sebab itu tidak boleh ada sikap komersialisme yang melihat lembaga pendidikan sebagai usaha yang berfungsi semacam sapi perah semata-mata, sebab lembaga pendidikan bukan usaha yang berorientasi profit. .

Semakin berhasil lembaga pendidikan itu dalam mewujudkan kewajibannya, yaitu menciptakan lulusan yang bermutu dalam menjalankan fungsinya dalam masyarakat, semakin terjamin masa depan lembaga itu. Sebab pasti para alumni dapat diajak untuk selalu memelihara dan meningkatkan mutu alma maternya. Sebagai orang-orang yang berhasil dalam kehidupannya mereka tentu juga besar kemampuannya dalam mendukung alma maternya, termasuk dalam dukungan materi dan keuangan.

Khususnya bagi satu lembaga pendidikan tinggi Islam hal itu amat penting. Sebab kalau dapat ditunjukkan prestasi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan pada saat yang sama terwujud kehidupan spiritual dan moral yang tinggi dalam kampus, maka mau tidak mau akan meningkatkan citra Islam dalam dunia akademis pada umumnya dan dalam kehidupan umat Islam sendiri.

Penutup

Tidak mungkin terwujud Kebangkitan Islam dalam Abad ke 21 kalau tidak diselenggarakan pendidikan yang sesuai dengan keperluan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendidikan itu dibentuk Manusia Muslim Indonesia yang berkepribadian tinggi sehingga dapat menjalankan fungsi kepemimpinan tetapi juga fungsi pelaksana yang tangguh di berbagai aspek kehidupan bangsa. Terbentuk harga diri yang sehat dan segar yang dapat meninggalkan rasa inferior yang sekarang masih sering tampak sebagai akibat dari masa lampau ketika umat Islam selalu dipojokkan atau dipinggirkan. Umat Islam yang terdiri dari warga yang digambarkan itu pasti akan berprestasi di segala bidang kehidupan.

Terutama perlu diusahakan perbaikan kondisi serta kemampuan ekonomi umat Islam karena hal itu sangat berpengaruh terhadap penghasilan umat Islam pada umumnya, sedangkan itu berpengaruh terhadap berbagai kemampuan yang perlu dibangun. Perlu diwujudkan agar tingkat ekonomi dari warga masyarakat yang paling rendah meningkat secara merata sehingga tercapai rata-rata penghasilan yang makin tinggi. Katakanlah mencapai penghasilan rata-rata per capita sebesar 2000 dollar AS pertahun. Itu berarti bahwa kesenjangan antara golongan atas dan menengah atas di satu pihak dan golongan menengah bawah serta golongan bawah di pihak lain makin menyempit. Untuk dapat mencapai hal itu perlu diusahakan peningkatan produktivitas. Dan itu sangat dipengaruhi oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang serta adanya kemampuan manajemen yang menghasilkan efektivitas dan efisiensi.

Juga hasil pendidikan itu harus dapat mewujudkan penguasaan dan penyebaran informasi yang makin bermanfaat bagi umat Islam. Masa kini dan terutama masa depan umat manusia sangat dipengaruhi oleh pihak yang menguasai informasi. Kita mengalami sekarang di Indonesia betapa penyebaran informasi dikuasai oleh pihak tertentu yang pada umumnya kurang bersahabat dengan perjuangan umat Islam. Hal itu disebabkan karena kemampuan pihak tersebut untuk menguasai bagian besar dari media cetak dan media elektronika di negeri ini. Harus pula diperhatikan bahwa faktor luar negeri turut berperan aktif dalam penyebaran informasi untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat pada umumnya. Kita lihat betapa besar peran Internet dewasa ini di kalangan anak muda terpelajar. Kalau keadaan demikian tidak dapat diperbaiki maka hal itu akan sangat merugikan usaha umat Islam untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Dan karena itu sangat mengganggu pelaksanaan Kebangkitan Islam.

Akan tetapi persoalan yang amat pelik adalah bahwa jumlah umat Islam di Indonesia begitu besar. Sedangkan untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Diragukan apakah dengan kemampuan pembiayaan yang ada dapat diadakan pendidikan yang bermutu bagi seluruh umat Islam yang jumlahnya sekitar 170 juta orang dengan keperluan pendidikan yang aneka ragam.. Sebaiknya pendidikan dasar untuk bagian terbesar diserahkan kepada Pemerintah yang telah menetapkan Wajib Belajar 9 tahun. Sebab jumlah anak didik untuk pendidikan dasar terlalu banyak untuk dihadapi oleh dunia swasta Islam. Pendidikan dasar swasta Islam hanya diadakan secara terbatas untuk mempunyai TK dan SD yang sungguh-sungguh bermutu. Jadi adanya pendidikan dasar swasta yang kurang bermutu adalah pemborosan belaka. Kemudian harus selalu ada desakan kepada Pemerintah untuk mengadakan pendidikan dasar yang seluas dan sebaik mungkin.

Untuk pendidikan menengah dan tinggi perlu ada perhatian yang lebih besar dari dunia swasta. Sebab di sini mulai dididik tenaga professional tingkat menengah dan tingkat tinggi yang penting bagi masyarakat. Dalam kerangka itu pula kita melihat penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang diselenggarakan oleh kalangan Swasta. Dalam pendidikan menengah dan tinggi itulah dibentuk kader bangsa dan umat Islam yang mutunya akan menentukan bagaimana kemajuan dan kesejahteraan yang akan terwujud. Dan dengan begitu juga terciptanya peradaban Islam yang dapat memberikan sumbagan berharga bagi masa depan dunia dan umat manusia pada umumnya.

Kembali Ke Bagian 1 : http://sayidiman.suryohadiprojo.com/?p=1043

RSS feed | Trackback URI

12 Comments »

Comment by Kunaifi Alqudusy
2012-01-26 08:22:55


kapan pendidikan indonesia kembali bangkit seperti dulu sebagai macannya asia?
masak di Australia, guru yang mengajar Bahasa Indonesia Justru berasal dari malaysia. Ini jangan sampai terlulang lagi

 
Comment by Kunaifi Alqudusy
2012-01-26 08:18:57


kira-kira kpn pendidikan indonesia bisa bangkit seperti dulu sebagai macan asia?

 
Comment by FRIDO
2010-04-27 11:04:35


ass wr wb
terima kasih pak, atas infonya..
karna ini, akan saya tambahkan untuk melengkapi karangan esai saya.

 
Comment by dedekusn
2010-04-04 10:13:09


Ijin save, diprint aout dulu baru dibaca. thanks.

 
Comment by agus widodo
2010-01-30 13:18:12


salam kenal pak sayidiman,

saya sangat appreciate dengan pemikiran2 bapak yang sangat idealis terhadap masa depan islam dan anak bangsa yang sedang terpuruk, semoga hal ini membuat bapak dan umat muslim seluruhnya pada ahkirnya akan mendapatkan pahala khusnul qotimah ( happy ending ).

untuk cita-cita kebangkitan islam yang permanen, perkenankan saya berbagi pemikiran melalui kolom komentar di web bapak.

# pendahuluan #

Allah telah menetapkan islam sebagai agama ( system ) yang sempurna yang penuh nikmat, melalui persyaratan-persyaratannya ( the requirements for muslim competitive success ) sebagai standard tertinggi ( highest standard )yang sangat luar biasa yang prinsip-prinsipnya tidak akan berubah hingga ahkir zaman nanti ( sampai kapan saja )bahkan system islam yang berbasis dari system semesta alam ( sunnatulah )ini sangat innovative yang dapat digali / dikembangkan terus menerus( unlimited continous improvement ) sesuai dengan tingkat kemampuan pemikiran umat islam, agar umat islam dapat menjadi umat yang memiliki derajat tinggi ( the excellence people ), umat yang sangat produktive, kompetive,professional dan menjadi umat pemenang.

# transisi dari peradaban rendah ke peradaban tinggi #

pada awal abad ke 7, hal ini telah dibuktikan ( diteladankan ) secara istiqomah ( konsisten ), zuhud ( professional ) dan jihad ( persisten )oleh nabi muhammad saw yang diutus Allah untuk mentransformasikan agama ( system ) islam dengan didukung oleh the winning teamnya ( orang-orang pertama yang beriman dan bertaqwa )untuk mereformasi ( merubah ) peradaban rendah ( peradaban jailiyah )menjadi peradaban tinggi ( peradaban ilmu pengetahuan dan tehnologi ), umat islam berkembang pesat secara dramatis disegala bidang menjadi umat yang sangat produktive, kompetitive dan professional, sehingga umat islam memiliki bargaining power yang cukup tinggi dan umat islam berhasil keluar menjadi umat pemenang dan umat terbaik, yang ditandai dengan berhasilnya menaklukan kota mekah ( masjid haram waktu itu > bahasa manajemennya organisasi / korporasi / bangsa yang tidak sehat yang didalamnya banyak praktik bid’ah / kemungkaran / penyimpangan / korup ).

setelah masjid haram ditaklukan dan ditegakannya syariat ( requirements )Allah ( islam ), kota mekah menjadi kota suci ( masjid halal ), sehingga kota mekah menjadi pusat gravitasi ( kiblat sukses ) dunia yang abadi , sehingga rahmat ( surga ) Allah tertarik dengan sendirinya secara berkelimpahan, berkelanggengan dan bertambah terus ( sustain growth ) tanpa harus mengorbankan integritas diri organisasi / korporasi / bangsanya.

diakui atau tidak, tentunya hal ini merupakan sebuah prestasi terakbar yang pernah ada disepanjang sejarah peradaban manusia.

dan diakui atau tidak nabi muhammad saw merupakan bintang perubahan dunia yang tidak akan ada tandingannya sampai kapanpun, untuk itu saya sependapat dengan hart yang telah berani menobatkan nabi muhammad saw sebagai pemimpin dunia nomer wahid.

# masa kejayaan islam #

paska penaklukan kota mekah islam mengalami masa kejayaan ( the golden age ) selama kurang lebih 7 abad ( 632 masehi-1258 masehi ) ketika umat-umat yang lain masih mengalami masa kegelapan ( the darkness age )

selama masa kejayaan islam, islam banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan diberbagai disiplin ilmu pegetahuan, sehingga ilmu pengetahuan yang berbasis dari pemikiran islam mampu diadopsi oleh umat-umat yang lain termasuk musuh-musuh islam secara atm ( amati tiru modifikasi )tanpa harus masuk islam, sehingga musuh-musuh islam mengalami pencerahan dan mampu bangkit ( renaisance )

# kemunduran islam dan kebangkitan barat #

penyerbuan pembumi hangusan bagdad yang menjadi pusat kekalifahan islam oleh pasukan mongol pimpinan huluga khan meyebabkan islam berpecah belah menjadi kesultanan, kerajaan, negara dan aliran-aliran islam, sehingga islam tidak solid, sehingga memberikan keuntungan barat yang selama kurun waktu abad ke 14,15 dan 16 telah mengalami kebangkitan disegala bidang.

pada ahkir abad ke 16 barat secara serentak mulai melalkukan exkpedisi dagang dan mulai menjajah, negara islam yang tidak solid lagi satu persatu dijajah, kemampuan menjajah selama berabad-abad syariat ( tasbih ) Allah, berhasil digeser dan diganti dengan sysriat kolonial dan umat islam berhasil disesatkan keluar dari orbit ( requirements ) Allah hingga kini.

sehingga selama berabad-abad umat islam telah kehilangan pemahaman dan praktik syariat islam ( requirements Allah ), umat islam mengalami tidur panjang ( very long pause power )hingga kini belum mampu bangkit kembali, umat islam hanya mampu melaksanakan syariat islam secara partial dalam kontek ritual sebagai formalitas beragama saja, dalam kontek sosial yang real ( real social action ) dengan domain ( wilayah yang sangat luas ) umat islam masih menggunakan syariat kolonial sehingga sangat potensial dikendalikan ( dikontrol ) oleh musuh-musuh islam.

globalisasi versi barat sebagian pakar menterjemahkan sebagai perang ( kompetisi ) pasar yang hyper competitive, menurut pakar yang lain dengan berkembangnya tehnologi informasi dan media masa, menjadikan dunia kini menjadi kampung kecil sehingga berita dari segala penjuru dunia mampu diakses melalui layar kaca, computer, mobil phone dll secara latest maupun life show, yang konskensinya akan memberikan dampak yang sangat besar secara positive maupun negative terhadap pertumbuhan mental, akidah, ideologi dan budaya sebagai benteng pertahanan utama sebuah bangsa.

kemajuan barat hingga telah berhasil mempesona umat islam, sehingga umat islam berhasil dipalingkan kiblatnya ke barat, sehingga kebenaran islam berhasil ditutup secara rapat oleh barat.

realisasi globalisasi versi barat menurut pengamatan saya lebih merupakan modus perpanjangan penjajahan yang lebih terselubung yang bersifat multi system dan sangat systemic yang tidak mampu lagi dihindari dan harus dihadapi secara realistis oleh segenap umat islam.

saya sangat berharap kondisi yang sangat memprihatinkan ini mampu memotivasi umat islam untuk segera bangkit dan umat islam harus segera bangkit secara elegan disegala bidang ( termasuk bidang pendidikan )secara diam-diam ( silent competition ) untuk kemudian terang-terangan ( free competition ) .

hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid ( organisasi / korporasi / bangsa ) Allah adalah orang-orang beriman kepada ( requirements )Allah dan hari kemudian ( future goal ), mereka tidak takut kepada ( requirements )siapapun, mereka hanya takut kepada ( follow requirements )-Ku, mereka itulah orang-orang yang diharapkan ( dikehendaki )memperoleh petunjuk ( Ku ) ( qs at taubah [9]: 18 )

# bagaimana islam akan bangkit untuk yang ke dua kali dan bangkit secara permanen #

islam akan bangkit bukan dengan cara barat, islam akan bangkit dengan cara muhammad ( dengan kemampuan merefresh kembali the muhammad way of success ), secara prinsip islam tidak memerlukan pembaharuan, yang diperlukan untuk bangkit hanya bagaimana umat islam dapat memahami kembali ( merekonstruksi pemahaman ) terhadap kerangka kerja ( frame work ) dari system ( requirements ) Allah, sehingga syariat Allah mampu dioperasionalkan kembali dan di implementasikan secara simultan untuk mengatur ( memanage ) segala urusan ( bisnis ), apapun bisnisnya dan apapun organisanya ( ekonomi, industri,perdagangan, pelayanan-pelayanan publik, hukum, politik, militer, pendidikan, lingkungan hidup, dll ), baik yang bersifat profitable maupun non profitable.

kerangka kerja system islam ( system Allah ) tidak jauh beda dengan system yang digunakan di negara-negara maju, perbedaanya hanya pada idelogi, barat telah membelokkan ideologinya ke liberalisme ( kapitalisme ) dengan mementingkan kelompoknya sendiri, sedangkan islam menghendaki untuk lurus pada kepentingan keejahteraan seluruh umat manusia ( rahmatan lil alamin ).

# kesimpulan #

1) islam ( al qur’an ) merupakan philosophy menyeluruh tentang bisnis

2) dengan pemahaman kerangka kerja system islam, umat islam akan mampu memetakan requirements-Nya untuk kemudian dapat meng-akses ( to achieve Allah’s requirements )sebagian kekuasaan ( power ) Allah secara optimal dan transendan.

3) umat islam bisa bangkit dari mana saja dari diri sendiri, dari organisanya, dari korporasinya, dari bangsanya dan seterusnya, tidak perlu buru-buru merubah ideologi bangsa secara kontroversial, apabila Allah menghendakinya idelogi bangsa akan berubah dengan sendirinya

4) umat islam harus dapat membuktikan kebenaran islam, kebenaran islam dapat mengambil alih kebenaran barat, kebenaran islam akan kembali menjadi gravitasi, sehingga manusia kembali berbondong-bondong masuk ( meng-adopsi system ) islam, dengan sendirinya dengan tanpa paksaan.

5) dan ketika seluruh organisasi / korporasi / bangsa telah bertasbih kembali pada ( system ) Allah, tidak ada kekuatan lain yang mampu menandinginya.

mudah-mudahan bermanfa’at dan dapat meng-encorage umat islam agar dapat segera bangkit, amien

mohon ma’af apabila ada yang tidak berkenan.

wassalam

agus widodo
e-mail : widodo@purnabinanusa.co.id

Comment by Aqi Suro
2010-05-31 17:05:32


Wah kayaknya bagus pendapat om Widodo. Om boleh gak ikut mempublikasikan tulisan om ini di Blog saya ? Izin print out lg ya om ! Trims

Comment by Surono
2010-05-31 18:19:10


Salam Pak Sayidiman… wah kayaknya untuk menuju pengelolaan lembaga islam yang seperti didambakan sebagaimana tulisan Bapak, perlu biaya yang super besar nih..!
sementara pengelolaan Pendapatan negeri ini sdah nggak sunah lagi Pak. Terus kebangkitan Islam yang seperti apa yang menurut Bapak bisa dijamin dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Saya Perlu Makalah pak, ditunggu Posting beikutnya.!

2010-06-13 11:59:03


Sdr Surono,
Semua hal yang dilakukan satu bangsa menuntut biaya. Maka untuk melakukan usaha itu harus ada pengelolaan yang benar sehingga setiap rupiah memberikan manfaat maksimal. Sebaliknya setiap bangsa yang ingi maju dan sejahtera harus melakukan pendidikan bangsanya secara baik. Untuk itu para pemimpin harus bersedia menyediakan biaya yang diperlukan. Karena bangsa kita belum sekali gus dapat menyediakan biaya itu secara baik, maka Pem sbg pengelola pendidikan nasional harus melakukan penentuan prioritas. Menurut saya prioritas untuk fase ini adalah pembiayaan Wajib Belajar secara penuh oleh Pem. Itu tidak boleh ditawar-tawar lagi. Jangan orang yang duduk di Pem selalu mencari alasan ketika tidak mampu mengelola pendidikan yang tetap saja tidak membiayai Wajib Belajar sebagaimana mestinya.

 
 
 
Comment by sayidiman suryohadiprojo
2010-02-02 11:01:58


Terima kasih Sdr Agus Widodo atas komentarnya. Salam,

Sayidiman S

 
 
Comment by machmud
2009-03-21 19:32:53


meurut saya selama pendidikan belum diorientasikan pada akhlak, pendidikan belum bisa optimal karena kepandaian seseorang tanpa akhlak akan menghasilkan cendikiawan-cendekiawan yang ngawur

 
Comment by sarah
2008-10-21 14:19:23


duh…
kurang lengkap neh dtanya…
huhuhu

Comment by Sayidiman Suryohadiprojo
2008-10-23 09:25:58


Apa maksud Anda ?

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post