Pengaruh Jepang Terhadap Keamanan Asia Tenggara

Posted by Admin on Friday, 6 September 2002 | Opini

Sayidiman Suryohadiprojo, Letjen TNI (Purn)

PENDAHULUAN

Keamanan Asia Tenggara tidak hanya merupakan kepentingan negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara, tetapi juga penting bagi banyak negara di dunia. Antara lain Jepang amat berkepentingan dengan keamanan Asia Tenggara yang baik.

Makalah ini bertusaha menguraikan hal-hal apa yang dapat merugikan keamanan Asia Tenggara, usaha apa yang dapat dilakukan Jepang untuk mengurangi kemungkinan memburuknya keamanan wilayah itu serta bagaimana pengaruh usaha Jepang tersebut terhadap negara-negara Asia Tenggara serta negara-negara lain yang juga mempunyai kepentingan di Asia Tenggara.

KEAMANAN ASIA TENGGARA

Asia Tenggara adalah bagian dunia yang mempunyai makna penting bagi geostrategi dan geoekonomi dunia. Letaknya merupakan posisi silang antara dua benua, Asia dan Australia, dan dua samudera, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Sebab itu Asia Tenggara sepanjang sejarah umat manusia selalu mempunyai peran penting dalam gerakan (movements) bangsa-bangsa yang tinggal di wilayah itu maupun bangsa-bangsa lain yang bergerak dari samudera yang satu ke yang lain. Wilayah Asia Tenggara yang dikaruniai sumberdaya alam dari berbagai jenis dan dalam jumlah yang tidak sedikit menambah arti strategi dan ekonomi wilayah itu. Juga jumlah penduduknya yang sekarang mencapai sekitar 525 juta orang mempunyai dampak tidak kecil atas nilai strategi, politk dan ekonomi Asia Tenggara.

Oleh sebab itu keamanan Asia Tenggara merupakan kepentingan besar bagi banyak bangsa di dunia, Semua bangsa itu menghendaki agar keamanan Asia Tenggara selalu dalam kondisi paling baik. Buat mereka yang tinggal di wilayah itu keamanan penting sekali agar dapat mengusahakan kehidupan yang tenteram bahagia serta sejahtera lahir dan batin. Buat mereka yang tinggal di luar wilayah, agar dapat mngusahakan berbagai hal yang menguntungkan kepentingan mereka.

Keamanan Asia Tenggara dapat dirugikan dan memburuk karena faktor internal, yaitu perkembangan dalam wilayah itu sendiri. Dan juga karena faktor eksternal, yaitu kalau ada kekuatan luar yang karena satu atau lain hal justru berkepentingan berbuat sesuatu yang mempengaruhi keamanan Asia Tenggara.

Perkembangan buruk akibat faktor internal dapat terjadi apabila ada sengketa atau konflik antara dua atau lebih negara Asia Tenggara. Juga dapat terjadi kalau di masing-masing negara Asia Tenggara memburuk keamanannya karena faktor internal negara-negara itu. Konflik antara negara Asia Tenggara dapat disertai peran satu atau beberapa negara dari luar wilayah. Hal itu antara lain terjadi dalam Konfrontasi Indonesia terhadap Malaysia yang mendapat dukungan dari kekuatan militer Inggeris dan dukungan politik dan ekonomi AS. Juga masalah keamanan dalam negeri di salah satu negara Asia Tenggara dapat disertai peran kekuatan luar. Itu terjadi dalam pemberontakan PRRI/Permesta di Indonesia pada tahun 1958 ketika AS dan Inggeris secara terang-terangan memberikan dukungan logistik dan personil militer kepada para pemberontak; bahkan juga menarik partisipasi negara lain di pihaknya.

Keamanan Asia Tenggara yang terganggu karena faktor eksternal telah terjadi ketika Jepang menyerang Asia Tenggara dalam Perang Dunia Kedua dan ketika AS berperang dengan Vietnam.

Untuk masa depan perlu diusahakan agar keamanan Asia Tenggara tidak lagi terganggu, baik oleh faktor internal maupun eksternal. Hal ini tidak mudah mengingat perkembangan umat manusia dewasa ini. Adalah satu paradoks bahwa umat manusia yang makin maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi justru makin mengalami kesukaran untuk memelihara hubungan tenteram damai. Setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945 orang Barat mengatakan bahwa ini adalah perang terakhir bagi umat manusia. Akan tetapi dalam kenyataan keinginan itu tidak tercapai. Terjadi konfrontasi yang berkembang menjadi Perang Dingin antara blok Barat dan blok komunis. Setelah Perang Dingin selesai dengan ambruknya blok komunis, dan AS menjadi satu-satunya adikuasa, dipikir orang bahwa sekarang betul-betul tidak akan ada lagi perang. Akan tetapi ternyata bahwa pikiran itu tidak benar, sebab tetap terjadi penggunaan kekerasan dan bahkan perang dalam ukuran yang tidak kecil, antara lain Perang Teluk. Bahkan sekarang AS menyatakan bahwa ia melancarkan Perang Terhadap Terrorisme setelah pada tanggal 11 September 2001 terjadii serangan atas World Trade Center di New York dan Pentagon di Washington DC. Ramalan Samuel Huntington tentang Konflik Peradaban antara Barat dan yang lain, khususnya Islam, makin menjadi kenyataan. Sebab, meskipun AS selalu menyangkal bahwa yang diperangi adalah Islam, namun segala tindakannya ternyata memojokkan Islam. Dengan begitu justru pengaruh kaum Islam Moderat tersisih oleh Islam Garis Keras yang memang menghadapi AS dan Barat dengan kekerasan.

Politik AS menghadapi masalah Palestina yang terang-terangan memihak Israel juga memperkuat penggunaan kekerasan. Demikian pula keinginan kaum hawk AS untuk segera menyerang Irak. Setelah Irak tidak mustahil juga menyerang Iran dan semua negara yang dianggapnya bertentangan dengan kepentingan AS. Suasana dunia menjadi amat tertekan yang tadinya ingin hidup tenteram damai setelah Perang Dingin selesai. Hal ini semua juga mempengaruhi kondisi Asia Tenggara. Memang satu perang besar yang disebabkan serangan kekuatan luar terhadap Asia Tenggara, seperti yang dilakukan Jepang dalam PD II, hampir mustahil. Akan tetapi perang atau penggunaan kekerasan antara sesama negara Asia Tenggara dengan bantuan atau peran kekuatan luar, bukan hal mustahil. Itu sebabnya ASEAN yang meliputi 10 negara Asia Tenggara harus berfungsi efektif untuk selalu memelihara hubungan baik antara sesama anggota ASEAN. Adanya ARF atau ASEAN Regional Forum juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga keamanan Asia Tenggara. Apalagi dalam ARF juga ada anggota dari luar ASEAN yang sebaiknya digunakan untuk mencegah peran kekuatan luar dalam merugikan keamanan Asia Tenggara. Sebagai akibat dari Perang Terhadap Terrorisme telah timbul kondisi kurang serasi ketika Malaysia dan Singapore, diperkuat oleh AS, menganggap Indonesia kurang tegas terhadap terrorisme. Kalau tidak diwaspadai kondisi ini dapat berkembang menjadi konflik yang pasti merugikan seluruh Asia Tenggara.

Tidak kurang berbahaya bagi Asia Tenggara adalah masalah keamanan yang timbul dari dalam negara itu sendiri. Pemberontakan daerah terhadap pusat, sengketa antar-etnik dan antar-agama, semuanya amat merugikan seluruh kondisi bangsa dan berpengaruh buruk terhadap keamanan Asia Tenggara secara keseluruhan. Terrorisme internasional pun turut mengancam keamanan setiap negara Asia Tenggara. Pada waktu ini keamanan Asia Tenggara terutama diganggu dan dirugikan oleh keamanan dalam negeri ini.

JEPANG DAN KEAMANAN ASIA TENGGARA

Jepang sejak lama amat berkepentingan dengan keamanan Asia Tenggara. Sebagai negara industri Jepang banyak sekali memerlukan bahan baku dan sumber energi. . Tanpa impor dalam jumlah besar Jepang tidak mungkin memelihara statusnya sebagai negara industri maju dan kekuatan ekonomi kedua dunia. Selain itu Jepang juga memerlukan mengekspor banyak sekali hasil industrinya agar dapat mencapai tingkat produksi tinggi. Pasar Jepang sendiri tidak cukup besar untuk itu sekalipun penduduknya berjumlah 127 juta orang.

Asia Tenggara merupakan wilayah yang dapat menyediakan bahan baku dan sumber energi yang diperlukan Jepang. Juga Asia Tenggara dengan penduduknya yang 525 juta merupakan pasar penting bagi hasil produksi Jepang. Ketika Jepang berkepentingan memindahkan sebagian dari produksi industrinya ke luar wilayahnya, antara lain karena tingkat upah buruh yang di Jepang makin tinggi, maka Asia Tenggara mempunyai potensi besar untuk menjadi tempat industri Jepang yang pindah. Selain itu Jepang mengimpor banyak sekali sumber energi dari Timur Tengah yang harus diangkut melalui perairan Asia Tenggara. Ini semua memerlukan kondisi keamanan Asia Tenggara yang terpercaya. Sebab itu Jepang amat berkepentingan dengan Asia Tenggara yang aman, tenteram dan damai yang penduduknya makin maju ekonominya dan kuat daya belinya. Kalau ada yang berpandangan bahwa Jepang menginginkan rakyat Asia Tenggara terus miskin dan bodoh, maka itu pandangan yang amat salah. Sebab rakyat yang miskin dan bodoh tidak akan mampu membeli hasil produksi Jepang yang makin canggih dan karena itu juga makin mahal.

Jepang akan senantiasa berusaha agar keamanan Asia Tenggara terjamin dan politik, ekonomi, kondisi sosial and budayanya makin maju. Jepang juga menyadari bahwa hal ini tidak berjalan tanpa kesulitan dan dapat dilakukan tanpa persaingan. Kalau sebelum Perang Dunia II Jepang harus bersaing di Asia Tenggara dengan negara-negara Eropa Barat, khususnya Inggeris, Perancis dan Belanda, maka setelah Perang Dunia II adalah AS yang telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Kemudian setelah tahun 1979 ketika China makin berkembang ekonomi serta kemampuannya pada umumnya, persaingan Jepang menjadi makin berat.

Sesuai dengan politik luar negerinya setelah Perang Dunia II yang memihak blok Barat, diperkuat lagi oleh Perjanjian Pertahanan dengan AS, maka Jepang tidak akan bersikap bertentangan dengan AS. Sebab itu kebijaksanaan dan usaha Jepang untuk menjaga keamanan Asia Tenggara senantiasa dilakukan sesuai dengan garis AS. Sekalipun dalam bidang ekonomi Jepang mengambil sikap lebih bebas dalam menyaingi AS, namun hal itu tidak akan keluar dari garis politik keamanannya. Toh Jepang dalam bidang ekonomi sudah unggul di dunia dalam beberapa hal, juga mengungguli AS, seperti dalam produksi barang elektronik konsumsi dan otomotif, sehingga dalam hal itu tidak ada lagi persaingan dengan AS yang cukup berarti .

Ada aspek baru yang mempengaruhi sikap Jepang terhadap Asia Tenggara yang disebabkan oleh perkembangan China. Tidak dapat diungkiri bahwa pengaruh China di Asia Tenggara makin kuat, tidak hanya karena banyaknya warga negara keturunan China di semua negara ASEAN. Sekalipun begitu adanya faktor warga keturunan China cukup penting. Betapa pun mereka menjadi warga negara yang baik, namun adalah amat manusiawi kalau mereka merasa bangga kalau negara leluhurnya makin maju dan kuat. Sekalipun AS dapat berpengaruh terhadap pikiran dan perasaan mereka, khususnya bagi mereka yang belajar di AS, tetapi adalah wajar kalau simpati mereka lebih kuat terhadap negara leluhur. Kecuali kalau kemudian China melakukan hal-hal yang menimbulkan kebencian umat manusia. Maka makin maju dan kuat China di masa depan, makin besar pula pengaruhnya di Asia Tenggara. Selain itu terwujud akibat posisi dan tempat warga keturunan China di tiap negara Asia Tenggara, juga penduduk asli akan terpengaruh dengan makin membanjirnya hasil produksi China, kunjungan para wisatawan China yang makin kaya, juga kunjungan orang Asia Tenggara ke China dengan mengagumi budaya China yang sudah berumur 8.000 tahun dan keunggulan lain yang dimiliki China. Apalagi kalau China mengambil prakarsa untuk melakukan kerjasama luas dengan berbagai bagian negara Asia Tenggara, seperti yang sekarang akan dilakukan dengan Jawa Timur. Apabila prakarsa demikian dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil secara nyata, maka pasti pengaruhnya akan amat signifikan.

Sejak lama ada kekhawatiran sementara pihak, khususnya AS dan semua yang berpikir seperti orang AS, terhadap ambisi China untuk menguasai Asia Tenggara. Akan tetapi perkiraan bahwa China akan merealisasikan ambisi itu dengan melakukan satu invasi militer adalah pandangan yang tidak realistis. Para pemimpin China cukup cerdas untuk menyadari bahwa satu invasi militer ke Asia Tenggara terlalu banyak kendala dan konsekuensinya dan karena itu justru akan merugikan China sendiri. Bagaimana pun majunya kekuatan militer China, itu belum seimbang dengan kekuatan militer AS, apalagi kalau diperkuat Jepang, Australia dan negara Eropa Barat. Yang harus dikhawatirkan AS dan sekutunya serta Jepang adalah menyebarnya pengaruh China ke Asia Tenggara karena ia menjadi makin maju dalam segala bidang, khususnya kemampuan ekonominya. Penduduknya yang tidak kurang dari 1.200 juta orang menyediakan tenaga kerja yang jauh lebih murah dari negara mana pun di seluruh dunia. Diperkuat oleh faktor budayanya yang memang bermutu tinggi dan berumur ribuan tahun, rakyat China dengan cepat akan mampu meraih kemajuan ilmu dan teknologi modern yang dapat menjadikannya bangsa yang tinggi daya saingnya..

Para pemimpin Jepang menyadari bahwa Asia Tenggara yang dikuasai pengaruh China dapat merugikannya dalam berbagai bidang, khususnya ekonomi. Dalam kondisi demikian bisa saja terjadi perubahan radikal di Jepang, yaitu menjauhi AS dan merapatkan barisan dengan China. Akan tetapi pada waktu ini dan sekurangnya satu dekade ke depan, perubahan demikian hampir mustahil. Sukar bagi Jepang maupun China untuk berada dalam satu kelompok yang kompak. Masih kuat adanya love-hate relationship antara dua bangsa itu yang terbawa oleh sejarah. Memang orang Jepang mengakui berhutang banyak sekali kepada budaya China, dan inilah sumber dari aspek love dalam hubungan mereka. Akan tetapi justru pengakuan itu menimbulkan rasa benci pada orang Jepang karena harus merasa inferior terhadap bangsa Asia lain. Dan inilah sumber aspek hate. Dari pihak China hampir serupa, yaitu terpaksa mengakui keunggulan Jepang yang lebih dulu meraih kemajuan ilmu dan teknologi modern. Akan tetapi kebencian yang amat kuat karena Jepang menggunakan keunggulan itu untuk memerangi dan menduduki China sekian lama sejak akhir abad ke 19 hingga 1945.

Jadi sukar adanya satu barisan Jepang-China dalam waktu dekat. Maka alternatifnya adalah persaingan, yaitu mengambil berbagai tindakan agar pengaruh Jepang di Asia Tenggara sekurang-kurangnya tidak kalah dari pengaruh China. Jepang menyadari bahwa keamanan Asia Tenggara erat sekali hubungannya dengan kesejahteraan rakyatnya. Oleh sebab itu menjadi kewajiban Jepang untuk berbuat lebih banyak lagi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Asia Tenggara. Hingga kini tujuan Jepang di Asia Tenggara adalah menjamin agar ada suplai yang teratur dan aman meliputi bahan baku dan sumber energi dari Asia Tenggara serta Timur Tengah sebagai faktor penting untuk memelihara produksi dan ekonomi Jepang, serta meningkatkan kesejahteraan Asia Tenggara agar makin mampu menjadi pasar yang luas dan kuat bagi hasil produksi Jepang. Sejak China makin maju tujuan Jepang di Asia Tenggara harus ditambah dengan terwujudnya pengaruh Jepang yang cukup kuat agar kepentingannya di Asia Tenggara tidak dibahayakan oleh makin meningkatnya pengaruh China.

Dari pengalaman kita melihat bahwa bangsa Jepang selalu mempunyai komitmen tinggi kalau sudah jelas bahwa menyangkut kepentingan bangsanya. Sebab itu dapat diperkirakan bahwa komitmen Jepang untuk mewujudkan tiga tujuannya di Asia Tenggara juga akan kuat. Sekarang terpulang kepada rakyat Asia Tenggara bagaimana mengambil manfaat dari perkembangan demikian untuk kesejahteraan dan keamanan Asia Tenggara. ASEAN serta semua negara Asia Tenggara sebagai anggotanya harus mengembangkan konsep yang kongkrit dan komprehensif untuk melakukan itu. Memang Jepang sekarang masih dalam kesulitan ekonomi. Akan tetapi hal ini tidak akan terus demikian dan satu saat ekonomi Jepang akan kuat kembali.

Namun di pihak lain ASEAN juga harus mengusahakan agar persaingan China dengan Jepang, dan China dengan AS, tidak mengakibatkan persoalan keamanan di Asia Tenggara. Ini memerlukan keunggulan kenegarawanan ASEAN yang menghasilkan diplomasi yang mampu menjembatani China dengan Jepang dan AS. Di samping itu juga mewujudkan kepemimpinan di negara Asia Tenggara masing-masing untuk mencegah terjadinya kelemahan yang dapat dimanipulasi oleh maksud buruk dari luar. Dan menjaga agar hubungan antara negara anggota ASEAN selalu dalam keadaan yang baik.

Perkembangan yang kita inginkan itu akan merupakan satu Win-Win Solution bagi semua pihak, baik Asia Tenggara, Jepang, China maupun AS dan Australia sebagai sekutunya.

P E N U T U P

Demikianlah satu gambaran singkat tentang Pengaruh Jepang terhadap keamanan Asia Tenggara dengan segala aspeknya. Sudah barang tentu Indonesia sebagai bagian Asia Tenggara harus turut berperan sebaik-baiknya untuk mewujudkan Asia Tenggara yang makin aman dan sejahtera. Bahkan sebagai anggota ASEAN dengan wilayah terluas, penduduk terbanyak dan potensi kekayaan alam terbesar menjadi kewajiban Indonesia untuk mengembangkan kepemimpinan yang membuat ASEAN lebih bersatu dan kompak serta menjadikan bangsanya sendiri lebih maju dari yang sudah-sudah.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post