Memantapkan Nilai-Nilai Kejuangan TNI Untuk Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa (2/2)

Posted by Admin on Thursday, 21 September 2006 | Makalah, Opini

Pemantapan Nilai Kejuangan TNI penting bagi masa depan Indonesia.

Pemantapan Nilai Kejuangan TNI akan membuat TNI lebih mampu dan efektif dalam menjaga Kedaulatan Negara dengan menjalankan Pertahanan Negara dan Bangsa. Meskipun serangan dari negara lain terhadap wilayah Indonesia pada waktu ini mungkin bukan hal yang akut, tetapi TNI harus selalu menjaga Daya Tangkal bangsa. Mutunya sebagai tentara professional, tentara rakyat dan tentara nasional harus ditingkatkan dengan melakukan Pemantapan Nilai Kejuangan TNI. Efektivitas Daya Tangkal itu akan makin mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan dari luar, seperti Masalah Ambalat beberapa waktu yang lalu. Juga akan mengurangi hasrat untuk mengganggu Negara dari dalam. Jaminan terhadap keamanan nasional itu memperkuat kondisi bangsa untuk membangun kesejahteraan yang lebih tinggi bagi rakyat seleruhnya. Di samping itu menyediakan posisi tawar (leverage) yang bernilai bagi diplomasi Indonesia dan hubungan internasionalnya.

Pemantapan Nilai Kejuangan TNI juga penting untuk menghadapi ancaman terjadinya daerah memisahkan diri atau separatisme. Memang kunci utama nntuk mengatasi kekhawatiran demikian ada pada Pemerintah karena menyangkut kebijaksanaan politik, ekonomi dan kebudayaan. Namun demikian, TNI dapat memberikan dukungan penting dengan keberadaan unsur-unsurnya di daerah yang bermasalah. Dengan semangat, sikap dan perilaku yang tepat terhadap rakyat daerah tersebut TNI dapat memperoleh banyak manfaat, sebagaimana pada tahun 1949/1950 TNI berhasil mengajak rakyat negara bagian RIS bergabung kepada RI. Sikap TNI hendaknya dapat merebut kepercayaan rakyat daerah. Hal itu harus dicapai dengan sikap Terr yang mendekati rakyat sebagai saudara satu bangsa dan tanah air, bukan dengan bersikap kaku dan keras sambil mengutamakan kekuatan senjata. Rakyat daerah yang percaya kepada TNI akan lebih mudah diajak menerima segala kebijaksanaan Pemerintah.

TNI yang siap siaga dan tersusun baik sangat bermanfaat ketika bangsa menghadapi berbagai macam bencana alam. Adalah kenyataan yang pahit bahwa dalam tahun-tahun belakangan ini RI harus mengalami banyak bencana alam, bahkan dalam ukuran yang amat besar seperti gempa bumi dan tsunami di Aceh, di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kesiapan dan kemampuan TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU jarang dimiliki aparat Negara yang lain. Sebab itu TNI harus selalu siap untuk memberikan pengabdiannya secara segera untuk mengurangi derita Rakyat yang kena bencana.

Berbagai kelemahan masyarakat sedang terjadi di Indonesia akibat masa lampau. Seperti lemahnya disiplin masyarakat serta kurang tegaknya kekuasaan hukum yang sudah timbul sejak permulaan kemerdekaan. Karena bangsa Indonesia mengadakan revolusi, maka menjadi kebiasaan untuk justru tidak mau diikat oleh berbagai peraturan yang ada, dengan alasan bahwa peraturan itu berasal dari penjajahan yang harus dibuang jauh. Celakanya bagi Indonesia adalah, bahwa pada waktu Perang Kemerdekaan selesai para pemimpin bangsa tidak mampu membawa bangsa kembali menaati hukum dan peraturan serta keharusan berdisiplin. Sekalipun pada tahun 1990-an pemerintah mengadakan Gerakan Disiplin Nasional, tetapi hasilnya jauh dari memuaskan. Apabila TNI dapat menegakkan disiplin yang kuat dalam tubuhnya, hal itu dapat berpengaruh kepada masyarakat di kelilingnya. Memang TNI masih harus banyak berbenah diri dalam tegaknya disiplin dalam tubuh TNI sendiri. Sejak tahun 1980-an faktor kekuasaan banyak mempengaruhi TNI, mengakibatkan banyaknya pelanggaran gawat diperbuat anggota TNI. Maka dari itu TNI harus tegas memberantas semua pelanggaran hukum dan disiplin dalam TNI, tidak peduli pangkat atau jabatan. Dengan begitu semoga pengaruhnya dapat mendorong masyarakat menegakkan kekuasaan hukum, termasuk diberantasnya penyakit korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) .Dengan begitu Indonesia dapat lepas dari sebutan sebagai negara paling korup di dunia yang merupakan penghinaan berat bagi bangsa kita.

Hal lain yang dapat dilakukan TNI untuk mengurangi masalah masyarakat adalah dalam menghadapi usaha pihak-pihak untuk menggantikan Pancasila, baik yang mau mengganti dengan liberalisme – individualisme maupun dengan menjadikan Indonesia negara Islam. Kalau TNI serta seluruh anggotanya selalu menunjukkan sikap yang teguh dan konsekuen terhadap Pancasila , maka hal itu akan berpengaruh terutama terhadap rakyat kalangan bawah yang masih merupakan mayoritas bangsa. Hal itu sudah dibuktikan di masa lampau ketika kaum komunis juga hendak membawa Indonesia sebagai negara komunis. Karena sikap TNI yang tegas, maka rakyat juga turut tegas sikapnya menolak komunis.

Eratnya hubungan TNI dengan rakyat sekali gus amat membantu peningkatan mutu intelijen. Sejak terjadi kemunduran dalam pelaksanaan fungsi Terr juga terjadi kemunduran dalam intelijen. Itu sebabnya mengapa kaum teroris dapat bergerak relatif leluasa. Untuk mencegah terjadinya serangan teroris diperlukan intelijen yang jauh lebih bermutu dari pada sekarang. Meskipun yang memegang tanggungjawab pertama untuk mengatasi terorisme adalah Polri, tetapi intelijen TNI akan sangat bermanfaat bagi kegiatan intelijen pada umumnya dan usaha Polri memukul organisasi terorisme.

Yang juga amat merugikan negara sekarang adalah besarnya jumlah penyelundupan. Kalau itu tidak dihadapi dengan lebih serieus dan intensif, para produsen di Indonesia terus terpukul dan ekonomi Indonesia tidak kunjung maju. Selain itu terjadi pengangkutan kayu illegal ke luar negeri yang amat merugikan Indonesia. Peran TNI-AL dalam pengawasan perairan nasional dapat sangat membantu semua aksi dinas Bea Cukai menghadapi kaum penyelundup.

TNI yang menampakkan diri sebagai organisasi yang berdisiplin dan teratur dapat mempengaruhi bangsa agar bersikap lebih sungguh-sungguh dalam segala hal yang dikerjakan. Sekarang tampak adanya kegemaran masyarakat untuk banyak berwacana tetapi sepi dari perbuatan dan tindakan yang positif. Selain itu banyak pekerjaan yang rendah mutunya yang kemudian menimbulkan kerugian besar.. Hendaknya TNI tidak terbawa pada penyakit ini dan selalu dengan komitmen tinggi menyelesaikan setiap tugas dan pekerjaan secara bermutu. Tidak hanya pandai dan gemar berwacana, tetapi juga menunjukkan perbuatan nyata. Kemudian hendaknya sifat TNI itu dapat menular ke masyarakat. Sebab bangsa Indonesia yang dihinggapi penyakit banyak bicara lemah dalam perbuatan adalah bangsa lemah (soft society).

Juga terasa sekali sifat masyarakat yang mudah pessimis dan mengeluh serta diliputi rasa inferior yang kuat. Semua yang berasal dari luar negeri dianggap selalu lebih baik dari yang di Indonesia. Memang kita harus dapat melihat apa yang menjadi kekurangan dan berusaha memperbaikinya. Akan tetapi tidak benar bahwa segala hal yang dihasilkan atau diperbuat bangsa lain pasti lebih baik dari di Indonesia. Apalagi kalau sikap demikian mengakibatkan rasa putus asa dan apatis. Hendaknya dalam TNI sendiri ada sikap yang obyektif tanpa menimbulkan arogansi yang merugikan.

Ada sarana yang dapat berpengaruh positif untuk TNI maupun masyarakat, kalau dilaksanakan dengan baik, yaitu program olahraga prestasi. Untuk menimbulkan semangat berprestasi dan persatuan (esprit de corps) dalam lingkungan TNI, penyelenggaraan program olahraga prestasi sangat membantu. Usaha TNI itu juga akan sangat bermanfaat bagi prestasi olahraga nasional yang sekarang secara relatif jauh di bawah masa lalu. Dalam program itu diadakan pertandingan teratur antar-satuan yang menjurus kepada perebutan Juara TNI. Hal semacam ini sudah biasa di lingkungan banyak tentara di dunia yang malahan dapat menghasilkan atlit-atlit yang ternama. Di masa lalu sebenarnya TNI juga melakukan hal itu. Kegiatan olahraga ini selain mendorong pemeliharaan fisik secara intensif juga sangat membantu dalam memperkuat mental, semangat juang dan kemampuan organisasi.

Akan tetapi yang harus sangat diwaspadai dalam Pemantapan Nilai Kejuangan TNI adalah jangan sampai justru TNI lebih banyak kena pengaruh masyarakat dalam berbagai kelemahan dan penyakitnya. Kewaspadaan ini sangat penting karena tidak mudah untuk membebaskan diri dari pengaruh lingkungan. Hanya TNI yang benar-benar kuat dalam pendirian akan dapat menetralisasi pengaruh masyarakat yang negatif itu.

Hal ini sangat ditentukan oleh mutu Kepemimpinan dalam TNI. Sebab itu Pemantapan Nilai Kejuangan TNI harus dilaksanakan dengan mengutamakan Kepemimpinan yang kuat dan bermutu di segala tingkat dengan menunjukkan Tauladan yang patut diikuti oleh yang dipimpin. Makin tinggi pangkat dan jabatan, makin perlu menunjukkan Tauladan itu.

Dan pasti TNI akan menghadapi kekuatan yang merintangi dan mengganggu usahanya melakukan Pemantapan Nilai Kejuangan TNI. Pihak yang hendak menguasai Indonesia untuk kepentingan yang bertentangan dengan Pancasila melihat TNI sebagai Sasaran Antara yang harus dilumpuhkan, agar lebih mudah menguasai Indonesia. Sebab itu TNI harus selalu waspada terhadap kemungkinan itu dan melakukan tindakan yang tepat untuk menetralisasi usaha kekuatan itu. TNI harus menjaga jangan bertindak konter-produktif karena itu akan memberikan senjata di tangan mereka untuk memukul TNI. TNI harus dapat berpikir jernih dan menentukan tindakannya secara cerdas sehingga dapat outmaneuver kekuatan perlawanan itu tanpa penggunaan kekerasan.

Penutup

Insya Allah Pemantapan Nilai Kejuangan TNI akan menjadi dorongan positif dan kuat kepada bangsa Indonesia untuk selalu bersatu teguh memperjuangkan Tujuan Nasional, yaitu terwujudnya masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila. Kalau hal itu tercapai maka Indonesia akan kembali menjadi bangsa yang dihormati dan disegani, sedangkan TNI memperoleh kembali tempat yang diinginkan dalam hati Rakyat Indonesia.

Bagian Ke 1 : http://sayidiman.suryohadiprojo.com/?p=1225

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post