Jun 10

Sayidiman Suryohadiprojo Penetapan Panglima TNI tahun ini membuat saya terkejut karena merupakan tanda kurang perhatian terhadap tradisi yang sudah dibangun dengan tidak mudah di masa lampau. Dengan begitu wewenang berupa hak prerogatif telah digunakan kurang arif. Pada tahun 1970 Presiden Soeharto yang merangkap Menteri Perrtahanan-Keamanan (Menhankam) memutuskan perlunya kebijaksanaan untuk mengakhiri kurangnya harmoni di antara TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan Kepolisian yang sejak tahun 1964 secara keseluruhan diberi sebutan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Meskipun disatukan dalam sebutan ABRI, Presiden Soekarno menetapkan empat angkatan itu dikelola oleh kementerian sendiri-sendiri yang Menterinya merangkap sebagai Panglima Angkatan. Jadi ada Kementerian TNI-AD yang dipimpin seorang Menteri Panglima TNI-AD, demikian pula Menteri Panglima TNI-AL, Menteri Panglima TNI-AU dan Menteri Panglima AK. Karena masing-masing bersifat kementerian, maka tiap Angkatan dapat menyusun organisasinya secara independen. Kementerian read more .....

Jun 2

Sayidiman Suryohadiprojo Bangsa Indonesia dihinggapi berbagai kelemahan mental yang dampak negatifnya sangat merugikan. perbuatan jahat malahan satu kebodohan. Salah satu kelemahan mental adalah sikap yang dinamakan Munafik atau Hipokrit. Sikap Munafik itu sedang merupakan ciri yang luas terdapat dalam masyarakat Indonesia. Pertama kita melihat sikap Munafik itu jelas sekali dalam menghadapi Pancasila sebagai Dasar Negara RI. Hampir tidak ada yang beda pendapat bahwa Dasar Negara RI adalah Pancasila. Maka sebenarnya bagian terbanyak bangsa Indonesia harus hidup berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Akan tetapi dalam kenyataan bagian terbanyak bangsa Indonesia tidak melakukan itu, bahkan dalam banyak hal hidup bertentangan dengan nilai-nilai itu. Termasuk para pemimpin-pemimpinnya, dan tidak hanya orang yang memang tidak setuju dengan Pancasila sebagai Dasar Negara yang tidak banyak jumlahnya. Sudah lama orang-orang yang memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia mengatakan bahwa bangsa ini mempunyai Dasar Negara yang luhur sekali. Akan read more .....

Feb 10

Sayidiman Suryohadiprojo Yang dimaksudkan dengan Restorasi Pancasila adalah seluruh usaha yang dilakukan untuk mengembalikan Pancasila berperan sebagai Dasar Negara RI yang mempengaruhi seluruh kehidupan bangsa dan menjadi Kebudayaan bangsa Indonesia. Mengapa perlu Restorasi Pancasila ? Ada kalangan yang memilih kata Revitalisasi Pancasila; mereka berpendapat bahwa Pancasila tidak perlu di-restorasi, karena tidak mengandung kesalahan. Hanya perlu dihidupkan kembali karena lama dilupakan. Akan tetapi keadaan yang kita hadapi tidak sesederhana itu. Pancasila harus mengalami Restorasi karena dalam kondisi sekarang Pancasila tidak dihiraukan dan bahkan dilecehkan oleh bagian luas masyarakat dan para pemimpinnya, meskipun mayoritas bangsa Indonesia tetap mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara RI. Dalam keadaan demikian Pancasila tak akan mungkin menghasilkan Kebudayaan bangsa. Selain perlu dihidupkan kembali pemahaman makna Pancasila yang jauh lebih mendalam dan intensif, Pancasila harus memegang peran penting, atau bahkan utama, read more .....

Jul 18

LAIN KENYATAAN DARI HARAPAN Pada tanggal 20 Oktober 1999 Indonesia mendapat Presiden ke-empat, yaitu Kyai Haji Abdurrahman Wahid yang dipilih oleh Sidang Umum MPR, mengalahkan Megawati Soekarnoputri dengan 373 lawan 313 suara. K.H. Abdurrahman Wahid yang lahir pada tahun 1940 adalah Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ayah Abdurrahman Wahid adalah almarhum K.H. Wahid Hasyim, sedangkan ayah K.H. Wahid Hasyim dan kakek Abdurrahman Wahid adalah almarhum K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur, dan juga pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) . Karena anak laki-laki pimpinan pesantren Jawa Timur biasa disebut Gus untuk membedakan mereka dari santri lain, maka Abdurrahman Wahid lazim disebut Gus Dur. Sebagai seorang pemimpin Islam Abdurrahman Wahid termasuk orang yang berpikiran liberal dan suka kepada pemikiran Barat. Ia mempunyai minat besar kepada kebudayaan, termasuk kebudayaan Barat. Pikirannya yang liberal itu membuatnya untuk bersikap read more .....

Jan 6

Sayidiman Suryohadiprojo Terbukti bahwa Globalisasi dan segala macam Internasionalisme tidak dapat meniadakan eksistensi Bangsa dalam kehidupan umat manusia. Sebab itu Bangsa Indonesia yang lahir dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 dan dinyatakan kemerdekaan dan kedaulatannya pada 17 Agustus 1945 harus selalu kita bina eksistensinya melalui perjuangan kebangsaan yang penuh semangat. Kebangsaan Indonesia tidak dapat lepas dari Dasar Negara Pancasila yang juga Jati Diri bangsa. Menurut Bung Karno yang menggali Pancasila dari akar kehidupan bangsa, kebangsaan Indonesia harus hidup dan berkembang dalam taman sari Internasionalisme. Itu berarti bahwa kebangsaan Indonesia selalu mengusahakan harmoni dengan bangsa-bangsa lain untuk mewujudkan umat manusia yang aman damai dan sejahtera lahir batin. Kebangsaan Indonesia bukan hendak mendominasi bangsa lain seperti yang dilakukan terutama bangsa-bangsa Barat hingga kini. Namun untuk dapat mewujudkan harmoni dengan bangsa lain bangsa Indonesia harus kuat, maju dan sejahtera. Bangsa yang lemah, read more .....

Nov 24
PANCASILA DAN KEBANGSAAN
Admin | 11 24th, 2013 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo Pendahuluan. Dua istilah ini mengandung pengertian yang amat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia, tetapi sekarang nampak diabaikan oleh bagian besar bangsa kita. Adalah kewajiban kita yang mempunyai rasa tanggungjawab atas masa depan bangsa untuk mengakhiri kondisi sekarang yang amat merugikan bangsa dan kembali menjadikan Pancasila dan Kebangsaan dua hal yang mendapat perhatian penuh dari masyarakat dan bangsa kita. Sebenarnya pemahaman Kebangsaan mendahului Pancasila dalam masyarakat Indonesia. Pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II di Jakarta (waktu itu namanya masih Batavia ) para pemuda Indonesia menyatakan bahwa kita bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia, berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Sejak itu terwujud Kebangsaan Indonesia. Sedangkan Pancasila mulai dipahami setelah dikemukakan oleh Ir Sukarno dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 1 Juni 1945 dan kemudian tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai read more .....

Oct 22

Sayidiman Suryohadiprojo Demokrasi adalah sistem politik di mana kekuasaan dalam negara ada pada Rakyat. Ini adalah pengertian umum tentang Demokrasi yang berlaku di seluruh ummat Manusia. Karena bangsa Indonesia menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka buat bangsa Indonesia Demokrasi mempunyai arti tambahan yang bersangkutan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dalam Pancasila ditetapkan bahwa di Indonesia harus berlaku Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Selain itu harus berlaku Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan-Perwakilan. Sebab itu Demokrasi di Indonesia harus merupakan sistem politik yang membangun Kesejahteraan. Dan dalam penyelenggaraannya seluruh unsur bangsa terwakili serta dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat. Pada waktu ini kita seringkali mendengar orang Indonesia menyatakan kebanggaannya bahwa setelah Reformasi tahun 1998 bangsa Indonesia telah mencapai ranking ketiga di antara negara-negara di dunia yang mempunyai read more .....

Sep 23
SIKAP TERRITORIAL TNI
Admin | 09 23rd, 2013 | Opini | No Comments »

Sayidiman Suryohadiprojo TNI Angkatan 1945 memberikan perhatian besar kepada Sikap Territorial. Hal itu tergambar dalam isi Sapta Marga yang dirumuskan pada permulaan 1950-an.Daftar Penilaian yang secara teratur dibuat untuk setiap anggota memberikan tempat penting untuk penilaian Sikap Territorial dari anggota yang dinilai, khususnya yang pangkat Perwira dan Bintara. Hal ini terutama dilakukan dalam TNI-AD, tetapi juga tidak diabaikan dalam TNI-AL dan TNI-AU. Sikap Territorial dianggap penting sebagai hasil Perang Kemerdekaan dan menguat setelah berbagai pengalaman TNI setelah 1950 serta memperhatikan pengalaman bangsa lain. Sikap Territorial adalah sikap yang berupa kedekatan tentara dengan Rakyat dan Masyarakat, terutama di daerah tentara itu berada. Kedekatan itu mengandung makna kedekatan fisik dan psikis serta berusaha memahami pikiran dan perasaan Rakyat.Seperti berbicara dengan Rakyat dalam bahasa daerahnya amat mendekatkan tentara kepada Rakyat. Lebih-lebih lagi sikap perbuatan yang mendekatkan kepada Rakyat. Dengan read more .....

Jul 27

Sayidiman Suryohadiprojo Kendali Diri (Self Control) merupakan faktor penting dalam kehidupan Manusia. Itu dapat dilihat dalam semua agama dan ajaran moralitas. Sebab itu masuk akal bahwa Kendali Diri juga berpengaruh dalam Pembangunan Bangsa. Kalau kita bandingkan kemajuan dalam Pembangunan Bangsa yang dibuat bangsa Indonesia dengan yang dilakukan bangsa Jepang, terlihat perbedaan cukup mencolok. Pembangunan Jepang dimulai dengan Restorasi Jepang pada tahun 1868, setelah pada tahun 1853 Jepang dipaksa membuka diri oleh pelaut AS komodor Perry. Pada akhir abad ke 1900, jadi dalam 32 tahun, Jepang mencapai tingkat kemajuan yang setingkat bangsa Barat. Itu dibuktikan ketika pada tahun 1904 Jepang sanggup memerangi Russia yang termasuk negara maju dan kuat di Eropa. Malahan pada tahun 1905 Jepang mengalahkan Russia dengan kemampuan militernya di darat maupun laut. Itu hanya dimungkinkan oleh cukup majunya industri Jepang dan kondisi masyarakat yang berkembang menjadi modern. Indonesia pada tahun 2013 akan merayakan kemerdekaannya yang read more .....

Jun 1

Sayidiman Suryohadiprojo INDIKASI PANCASILA DIABAIKAN Ketika bangsa Indonesia memperingati ulang tahun ke 68 Lahirnya Pancasila terasa sekali ironi betapa Pancasila yang telah ditetapkan sebagai Dasar Negara, diabaikan di negara kita. Mungkin sekali masih banyak orang Indonesia menghargai dan setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, malahan memandangnya sebagai Jati Diri bangsa Indonesia dan sebagai Ideologi dalam perjuangan bangsa. Mereka berpendapat bahwa Dasar Negara itu harus dijadikan kenyataan dalam kehidupan bangsa. Yang pasti para Pejuang Kemerdekaan dan anggota Legiun Veteran RI termasuk kaum yang setia kepada Pancasila. Akan tetapi banyak pemimpin bangsa, baik yang ada di Pemerintahan sebagai Eksekutif dan Legislatif maupun dalam dunia Bisnis serta non-Pemerintah lainnya, yang seharusnya memotivasi dan menggerakkan bangsa untuk menjadikan Dasar Negara itu kenyataan dalam kehidupan bangsa, justru tidak memedulikan dan mengabaikan Pancasila. Karena kuat dan pentingnya posisi para pemimpin itu dalam kehidupan bangsa, read more .....