May 15

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa pagi, mengundang sejumlah purnawirawan TNI/Polri untuk melakukan pertemuan sambil sarapan pagi bersama. Dalam acara yang digelar di Istana Negara dan dimulai pada pukul 08.00 WIB, Presiden didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, dan Menko Polhukam Widodo AS. Turut hadir dalam pertemuan itu Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso, Kasal Laksamana TNI Slamet Subijanto, dan Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno. Sejumlah purnawirawan yang hadir antara lain mantan Kasad Wismoyo Arismunandar, mantan Kasospol TNI Bambang Triantoro, mantan Gubernur Lemhanas Sayidiman Suryohadiprojo, Ari Sadewo (Sekjen KONI), Soekarno, Syaiful Sulun, Kahfi Suriadiredja, Mahmud Subar, Soegiatno, Saleh Basrah, Ashadi Cahyadi dan FX Soejitno, serta mantan Kapolri Mochamad Sanusi. Belum diketahui materi pembicaraan Presiden dengan para Jenderal tersebut dalam sarapan yang menyediakan menu pecel read more .....

Oct 27

Oleh Baihaki Hikmah Sangat menarik untuk disimak mengenai wacana hak pilih TNI (atau tepatnya hak TNI untuk memilih) yang muncul sebagai pandangan bagi publik akhir-akhir ini. Media massa tampak begitu antusias mewadahi berbagai inspirasi, mulai dari respons para politikus, pengamat, akademisi, bahkan respons dari kalangan keluarga besar TNI, khususnya para pensiunan jenderal TNI. Sebagaimana dikemukakan sejumlah sesepuh TNI, yang menyerukan agar TNI lebih dekat dengan rakyat, tanpa harus berpolitik praktis. Seruan ini disampaikan oleh sejumlah mantan petinggi TNI usai melakukan acara silaturahmi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut salah seorang sesepuh TNI, Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, karena TNI punya komando teritorial bila tidak dekat dengan rakyat, maka TNI tidak dapat menjalankan tugasnya. Ia mencontohkan, bagaimana dalam sejarah TNI ketika berhasil menumpas pemberontak PRRI/Persemesta. Keberhasilan ini tidak lepas dari kedekatan TNI dengan rakyat. Begitu pula ketika Belanda mendirikan read more .....

Sep 27

Koran Tempo, 27 September 2006 Prajurit TNI dilarang mengkampanyekan partai tertentu agar menjadi pemenang pemilu Sudah hampir satu jam Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto terduduk takzim. Di antara para seniornya yang duduk satu meja, seperti Try Sutrisno, Edi Sudrajat, dan Wiranto, ia tampak khusyuk menyimak pidato Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sayidiman Suryohadiprojo. Sesekali kepalanya manggut-manggut tanda setuju atas paparan mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu di Markas Besar TNI Angkatan Laut Cilangkap, Kamis pekan lalu. Sayidiman secara normatif mengurai kembali soal pentingnya profesionalisme dan soliditas TNI. "TNI harus lebih dekat dengan rakyat tanpa harus berpolitik," katanya. Ia sama sekali tak secara eksplisit membicarakan soal hak pilih TNI, isu paling hangat di lingkungan keluarga besar TNI. Isu tersebut sehari sebelumnya dibahas intens dalam rapat pimpinan TNI yang dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Boleh jadi Sayidiman tak mau terlibat dalam kontroversi wacana tersebut. read more .....

Sep 22

PUSPEN TNI (22/9) – Peserta Rapim TNI Terbatas tahun 2006 mengadakan silaturahmi dengan Sesepuh TNI di Gedung Serba Guna Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (21/9). Silaturahmi tersebut merupakan suatu forum komunikasi antar Generasi 45, Generasi Penerus dan Generari Muda, sehingga terdapat Visi dan Persepsi tentang TNI dan ke Indonesiaan akan selalu terpelihara secara abadi. Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, terbentuknya pemahaman Bapak-bapak terhadap tugas dan tanggung jawab Generasi Muda TNI, terutama pada era Reformasi, secara tidak langsung akan bermanfaat bagi pelaksanaan tugas TNI. Sebaliknya kami pun akan selalu berusaha untuk menjadikan keteladanan Generasi 45, sebagai inspirasi bagi pelaksanaan tugas yang tidak semakin ringan saat ini dan pada masa yang akan datang. Dukungan moril dan pemikiran strategis selalu diharapkan oleh TNI bagi tetap kokohnya NKRI. Sejalan dengan Reformasi Nasional yang muncul akibat tuntutan zaman, secara perlahan tapi pasti dan konsisten, TNI melaksanakan langkah-langkah read more .....

Aug 25
Sayidiman Luncurkan Buku
Admin | 08 25th, 2005 | Artikel | No Comments »

Kamis, 25 Agustus 2005 Memasuki usia 78 tahun, mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo meluncurkan buku ke-9 di Jakarta, Rabu (24/8). Buku ke-9 itu berjudul Si Vis Pacem Para Bellum: Membangun Pertahanan Negara yang Modern dan Efektif, terbitan Gramedia Pustaka Utama. Buku itu dibahas mantan Duta Besar untuk Australia Sabam Siagian dan mantan Wagub Lemhannas Laksdya (Purn) Si Putu Ardana. Sayidiman menyatakan, walaupun judul bukunya Si Vis Pacem Para Bellum (barang siapa menginginkan perdamaian harus siap perang), ia tak menganjurkan perang karena akan menimbulkan kesengsaraan baik yang menang apalagi yang kalah. (BUR) Source : http://64.203.71.11/kompas-cetak/0508/25/Politikhukum/1999515.htm read more .....

Aug 24

Rabu, 24/08/2005 22:02 WIB Sirojul Muttaqien – detikNews Jakarta – Peranan sipil dalam pertahanan negara merupakan hal yang sangat penting. Dengan kemajuan zaman yang memaksakan terjadinya perebutan sumber daya, maka ancaman bagi negara makin berpeluang. Untuk itu, Wajib Militer (Wamil) di Indonesia makin serius untuk diberlakukan. Hal ini ditegaskan oleh Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo, pengarang buku yang berjudul “Si Vis Pacem Para Bellum” di di Hotel Dharmawangsa, Jl Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (24/8/2005). “Wamil itu bermanfaat, selain menyalurkan aspirasi masyarakat di TNI, juga akan meningkatkan men power dengan tumbuhnya rasa nasionalisme berbangsa Indonesia,” tandasnya. Acara ini dihadiri mantan Dubes RI untuk Australia Sabam Siagian dan Laksamana Madya TNI Purn Si Putu Ardhana sebagai pembicara. Menhan Juwono Sudarsono, Mantan Wapres Tri Sutrisno, Mantan Panglima TNI Wiranto dan Wakil Ketua Komisi I DPR Sidharto Danusubroto juga berkenan untuk menghadiri acara read more .....

Jun 12

Oleh : Suparlan *) Pendidikan adalah investasi utama satu bangsa. Inti permasalahan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kesadaran pemimpin bangsa terhadap pendidikan dan rendahnya dana yang dialokasikan untuk pendidikan. (Sayidiman Suryohadiprodjo) Pendidikan menaikkan penghasilan keluarga, dan pendidikan kaum wanita pada umumnya memberi dampak bagi terwujudnya keluarga kecil yang lebih sehat, menurunnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, serta memperbaiki gizi anak. Di Afrika, anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang tidak berpendidikan mengalami 20% kematian sebelum mencapai usia 5 tahun, sedangkan bagi anak yang ibunya mengalami pendidikan paling sedikit 5 tahun di sekolah, hanya mengalami 12% kematian. Di Brazil, wanita buta huruf rata-rata mempunyai 6 anak, sedangkan bagi wanita yang melek huruf, rata-rata hanya memiliki 2 sampai 3 anak (UNESCO). Adanya tayangan di televisi tentang anak-anak balita yang terkena folio dan busung lapar telah mengingatkan kepada kita bahwa sebagian rakyat di negeri tercinta yang read more .....

Jul 19

Koran Tempo, 19 Juli 2004 Direktur Eksekutif Propatria (untuk tanah air) T Hari Prihatono meminta pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) TNI sebaiknya diserahkan kepada DPR baru, periode 2004-2009 JAKARTA – Direktur Eksekutif Propatria (untuk tanah air) T Hari Prihatono meminta pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) TNI sebaiknya diserahkan kepada DPR baru, periode 2004-2009. Sebab jika dibahas pada masa reses hingga masa kerja DPR berakhir September mendatang dikhawatirkan pembahasan akan berlangsung tidak cermat. "Semua pihak saat ini fokus pada pemilihan presiden putaran ke dua, jadi sebaiknya anggota DPR periode 2004-2009 saja yang membahasnya," kata Hari melalui telepon tadi, malam. Sisa waktu yang tinggal satu setengah bulan, lanjutnya, sebaiknya digunakan DPR untuk menyusun laporan tentang berapa Undang Undang yang telah dikerjakan, dibandingkan dengan jumlah UU yang seharusnya. Lantas dibuat catatan kenapa DPR periode sekarang ini tak bisa bekerja optimal. Hari khawatir ada deal-deal tertentu dibalik read more .....

Jun 19

Sayidiman Suryohadiprojo, Jakarta Public opinion in Indonesia supports a radical improvement in general education, which covers scholastic education, education at home and social education. This article focuses on scholastic education. It is becoming increasingly clear that scholastic education in Indonesia lags far behind its Southeast Asian neighbors. While Malaysia had once recruited high school and university teachers from Indonesia during the 1950s to the 1960s, today it is Indonesia that should learn from Malaysia how to develop quality education. However, improving education is not only a matter of quality. Quality education should also be available to the nation’s citizenry as a whole, and not only benefit the wealthy segment of society. For a nation of more than 200 million people, this is certainly no easy task; the more so because the majority of the people are poor. To improve scholastic education, at least the first nine years of compulsory education — spanning elementary to middle school — should be read more .....

Oct 15

BPPT dalam sejarahnya adalah satu unsur yang membangun industri-industri strategis antara lain PT. IPTN (PT. DI), PT. PAL, PT. PINDAD dan sebagainya. Namun sekarang hubungan antara BPPT dengan industri-industri tersebut praktis putus karena banyaknya kepres-kepres baru yang diterbitkan pada tahun 1999. Industri-industri itupun sendiri sekarang mendapat tekanan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi akibatnya di industri-industri tersebut pengembangan teknologinya menjadi sedikit macet karena masalah dana. Ini suatu yang harus kita pikirkan?, demikian antara lain sambutan Deputi TIRBR BPPT Prof. ir. Said. D. Jenie, Sc.D. saat mewakili Menristek/Kepala BPPT pada acara Diskusi Peran Industri Strategis Dalam Pertahanan dan Kemandirian Bangsa yang berlangsung pada tanggal 15 Oktober 2003 di BPPT. Acara diskusi yang diselenggarakan oleh P2 KTPW Deputi PKT BPPT menghadirkan pembicara antara lain Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo (mantan Gubernur Lemhanas), Prof. Dr. Ir. Rahardi Ramelan, MSc. (mantan Menristek dan Menperindag), Dr. read more .....